<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776</id><updated>2012-02-17T11:38:12.245+07:00</updated><title type='text'>WAWAN</title><subtitle type='html'>to love and to be loved</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>85</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-4333214172902920510</id><published>2012-01-09T17:45:00.001+07:00</published><updated>2012-01-09T17:47:40.673+07:00</updated><title type='text'>SIARAN DIGITAL</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Tahun ini, dunia pertelevisian Indonesia memasuki babak baru. Mulai 2012, pemerintah kita menerapkan teknologi penyiaran televisi digital terestrial free to air alias tidak berbayar secara bertahap. Itu berarti, saat menonton siaran televisi tidak berbayar, mata kita bakal betul-betul dimanjakan dengan gambar dan suara yang semakin tajam, “hidup”, dan bersih. Tak ada lagi gambar “semut” atau bergoyang di layar kaca.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Siaran televisi digital mulai tahun ini secara simulcast dulu. Maksudnya, penyelenggaraan pemancaran siaran televisi analog dan digital di saat bersamaan. Jadi, masyarakat masih bisa menikmati siaran televisi analog seperti saat ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Ada sembilan provinsi yang harus memulai siaran simulcast tahun ini, seperti Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur. Ke-9 wilayah tersebut masuk periode analog switch off (ASO) atau penghentian siaran televisi analog pada 2015 nanti. Dan, pelaksanaan ASO di seluruh Indonesia paling lambat pada 2017 mendatang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Nah, bagi yang sudah memiliki televisi yang telah terintegrasi dengan alat bantu penerima siaran digital, Anda sudah bisa menikmati siaran televisi digital tidak berbayar. Di Jakarta, stasiun televisi yang sudah memulai siaran digital adalah TVRI, RCTI, dan MNC TV.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Tapi, yang belum punya televisi yang telah terintegrasi dengan alat bantu penerima siaran digital, untuk menikmati siaran televisi digital tidak berbayar mesti membeli set top box yang harganya mencapai ratusan ribu rupiah. Tentu, ini memberatkan bagi masyarakat bawah. Jadi, pemerintah harus membagi-bagikan alat ini secara gratis seperti saat memberikan kompor dan tabung gas ukuran tiga kilogram, tapi khusus masyarakat bawah saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Selain siaran digital, paling lambat 2014 nanti, semua stasiun televisi nasional harus menyelenggarakan siaran melalui sistem jaringan. Sehingga, ke depan, mereka tidak bisa lagi siaran secara nasional. Jadi, kelak, lingkup lembaga penyiaran swasta merupakan stasiun penyiaran lokal. Lalu, dalam menjangkau wilayah yang lebih luas, lembaga penyiaran swasta dapat membentuk sistem stasiun jaringan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Lagi-lagi, pemirsa televisi terutama yang ada di daerah bakal diuntungkan. Soalnya, secara bertahap, program siaran yang direlai stasiun anggota dari stasiun induk menjadi paling banyak 50% dari seluruh waktu siaran per hari. Sisanya harus berisi konten-konten lokal yang informatif dan membangun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 6 Januari 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-4333214172902920510?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/4333214172902920510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=4333214172902920510' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/4333214172902920510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/4333214172902920510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2012/01/siaran-digital.html' title='SIARAN DIGITAL'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-5672698722881330828</id><published>2012-01-09T17:44:00.000+07:00</published><updated>2012-01-09T17:45:38.441+07:00</updated><title type='text'>SUBSIDI BBM</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Tampaknya, pemerintah tak mau tekor lagi. Sebab itu, mereka memastikan, mulai 1 April 2012 mendatang, mobil pelat hitam alias pribadi tidak boleh lagi menenggak bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Nah, untuk memuluskan kebijakan ini, pemerintah sedang merevisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2005 dan Perpres Nomor 9 Tahun 2006.Dua-duanya mengatur tentang harga jual eceran BBM dalam negeri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Ya, akibat kuota BBM bersubsidi jebol, ditambah harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang jauh melampaui target, tahun ini, pemerintah harus nombok bujet subsidi BBM sebanyak Rp 30,3 triliun. Total pemerintah mesti membayar anggaran subsidi BBM sebesar Rp 168 triliun. Sedangkan jatah subsidi di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2011 cuma Rp 129,7 triliun saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Kuota BBM bersubsidi tahun ini bakal melompat menjadi sekitar 41,9 juta kiloliter (kl) atau 1,5 juta kl lebih banyak ketimbang kuota yang dipatok dalam APBNP 2011 yang hanya 40,4 juta kl doang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Melihat fakta ini, terang saja, pemerintah bakal nombok anggaran subsidi BBM tahun depan. Soalnya, di APBN 2012, pemerintah cuma mematok kuota premium dan kawan-kawannya hanya 40 juta kl. Tentu saja, angka tersebut tidak akan cukup memenuhi kebutuhan BBM bersubsidi. Tahun ini saja, kebutuhan BBM bersubsidi mencapai 41,9 juta kl. Tahun depan, angkanya pasti lebih tinggi lagi karena penjualan kendaraan bermotor kemungkinan bakal tumbuh 10%.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Karena itu, adalah langkah yang sangat tepat kalau kemudian pemerintah melarang mobil pribadi minum premium dan solar mulai 1 April 2012 mendatang -- kebijakan yang semestinya sudah pemerintah terapkan tahun ini juga. Rencananya, pemerintah akan melakukannya secara bertahap, mulai dari wilayah Jabodetabek dulu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Dalam Undang-Undang APBN 2012, pemerintah menargetkan, dari pembatasan BBM bersubsidi tahun depan, bisa menghemat pemakaian premium sebesar 2,5 juta kl. Dana penghematannya akan dipakai untuk belanja infrastruktur, pendidikan, dan cadangan risiko fiskal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Yang tidak kalah penting, pemerintah juga harus membangun transportasi umum yang murah, nyaman, dan aman. Contoh, memperbanyak armada busway. Sehingga, orang tidak perlu lagi menunggu lama di halte dan berdesak-desakan di dalam bus. Jadi, pemilik mobil pribadi tak punya alasan lagi untuk tidak beralih ke angkutan umum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 22 Desember 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-5672698722881330828?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/5672698722881330828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=5672698722881330828' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/5672698722881330828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/5672698722881330828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2012/01/subsidi-bbm.html' title='SUBSIDI BBM'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-6610694600374001455</id><published>2012-01-09T17:43:00.000+07:00</published><updated>2012-01-09T17:44:08.783+07:00</updated><title type='text'>MORATORIUM TKI</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;SETELAH melalui proses yang panjang dan sangat alot, lebih dari dua tahun, pemerintah akhirnya mencabut penghentian sementara alias moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) informal ke Malaysia pada 1 Desember 2011. Sejak Juni 2009 lalu, pemerintah menutup keran pasokan penata laksana rumahtangga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Keputusan mencabut moratorium itu lahir setelah Indonesia dan Malaysia menyepakati 11 poin baru dalam Nota Kesepahaman (MoU) tentang Penempatan dan Perlindungan TKI Sektor Domestik. Misalnya, upah minimal TKI sebesar ?RM 700 atau sekitar Rp 1,92 juta. Artinya, naik dua kali lipat. Lalu, aturan libur satu hari dalam sepekan dan paspor dipegang TKI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Tentu saja, pencabutan moratorium itu merupakan angin segar bagi masyarakat kita yang berpendidikan pas-pasan tapi ingin gaji lumayan besar. Apalagi, kesejahteraan para TKI di Malaysia bakal meningkat lantaran upah minimum sebagai penata laksana rumahtangga, seperti pembantu dan baby sitter, naik dua kali lipat. Tak hanya itu, jaminan perlindungan terhadap para pahlawan devisa juga lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Selama ini, Malaysia memang merupakan salah satu tambang emas bagi TKI. Saban tahun, setidaknya negara kita mengirim 70.000 TKI informal ke sana. Di Malaysia sendiri saat ini ada sekitar 1,4 juta TKI belum termasuk yang ilegal. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Dengan lahirnya 11 poin baru dalam MoU Penempatan dan Perlindungan TKI tersebut, moratorium pengiriman boleh dibilang menjadi senjata pamungkas yang ampuh untuk menekan negara-negara yang menjadi tujuan TKI. Sehingga, mereka mau memberikan perlindungan yang lebih serius kepada para TKI kita. Selain tentunya memberikan upah kerja yang layak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Tapi pertanyaannya, apakah MoU yang baru itu betul-betul menjamin kasus Siti Hajar, TKI asal Garut, Jawa Barat, tidak terulang lagi. Catatan saja, kasus Siti Hajar yang mendapat siksaan keji dari majikannya di Kuala Lumpur menjadi alasan utama pemerintah menyetop pengiriman TKI ke Malaysia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi pemerintah Indonesia dan Malaysia untuk memastikan semua isi MoU berjalan dengan baik. Karena itu, langkah yang tepat, pemerintah melakukan proses yang lebih ketat dalam perekrutan calon TKI, termasuk dalam proses pencarian majikan. Calon TKI pun juga harus menjalani 200 jam pelatihan kompetensi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Ya, semoga saja kasus Siti Hajar tidak terulang lagi. Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 3 Desember 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-6610694600374001455?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/6610694600374001455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=6610694600374001455' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/6610694600374001455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/6610694600374001455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2012/01/moratorium-tki.html' title='MORATORIUM TKI'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-919919754528465197</id><published>2012-01-09T17:39:00.002+07:00</published><updated>2012-01-09T17:42:49.420+07:00</updated><title type='text'>FREEPORT</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Aksi mogok kerja karyawan PT Freeport Indonesia yang hampir berlangsung selama dua bulan penuh tidak hanya bikin pusing manajemen perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu saja. Tetapi juga membuat cemas perusahaan tambang asing lainnya yang beroperasi di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Sebab, bukan tidak mungkin, aksi ribuan karyawan Freeport yang menuntut kenaikan gaji itu menular ke pekerja perusahaan tambang lain. Apalagi, kalau sampai manajemen perusahaan yang menambang emas dan tembaga di Papua tersebut menyerah dan memenuhi tuntutan karyawannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Indonesia (API) Syahrir A.B. mengungkapkan, serikat pekerja perusahaan tambang lain, seperti Newmont, Inco, dan Nusa Halmahera Mineral, sudah pasang kuda-kuda. Jika manajemen Freeport sampai mengabulkan tuntutan karyawan mereka, pekerja perusahaan tambang lain akan melakukan hal yang sama: mogok kerja dan meminta kenaikan upah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Tak heran, santer beredar kabar, perusahaan tambang lainnya mendesak Freeport untuk tidak memenuhi tuntutan karyawannya. Sikap Freeport sendiri sejauh ini sudah melunak dua kali. Dalam perundingan dengan pekerja mereka mau mengerek tawaran kenaikan gaji dari 20% dari upah pekerja terendah yang saat ini US$ 2,1 per jam menjadi 25%, kemudian 30%. Tapi, tentu saja, jumlah itu masih jauh dari tuntutan pekerja Freeport.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Sebetulnya, tuntutan karyawan Freeport tidak muluk-muluk amat. Mereka hanya meminta kenaikan gaji sebesar US$ 7,5 per jam untuk pekerja di level paling bawah. Angka ini masih jauh di bawah upah pekerja level terendah Freeport di Cile, yang sama-sama negara berkembang, yang sebesar US$ 11,5 per jam. Bahkan, bulan ini, gaji pekerja terendah Freeport di Cile akan naik menjadi US$ 12,1 per jam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Agar polemik ini tak berkepanjangan, pemerintah memang harus turun tangan menengahi kisruh di tubuh Freeport. Namun, pemerintah harus betul-betul berlaku adil. Jangan mentang-mentang Freeport akan menambah investasi di negara kita, begitu komitmen Richard Adkerson, CEO Freeport McMoran, saat bertemu Presiden SBY di sela-sela KTT APEC di Hawaii kemarin, pemerintah berat sebelah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Dalam perundingan yang sudah berkali-kali deadlock, pemerintah mesti segera mengiring pekerja dan manajemen Freeport untuk menghasilkan sebuah keputusan yang win-win solution.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);font-family:trebuchet ms;" &gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 15 November 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-919919754528465197?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/919919754528465197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=919919754528465197' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/919919754528465197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/919919754528465197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2012/01/freeport.html' title='FREEPORT'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-6833315480324955118</id><published>2012-01-09T17:36:00.003+07:00</published><updated>2012-01-09T17:42:30.603+07:00</updated><title type='text'>KECANTIKAN PANTAI PEGUNUNGAN SEWU</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Barisan pantai di kawasan Pegunungan Sewu bak surga tersembunyi. Lihat saja keindahan pantai berpasir putih yang membentang dari Gunungkidul hingga Pacitan ini tak kalah cantik, bahkan lebih cakep dari pantai yang ada di Bali sekalipun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Pasir putih, air laut yang bening tapi berkarang di dasarnya. Itulah ciri utama kebanyakan pantai di sepanjang Pegunungan Sewu yang membentang dari Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Pacitan di Jawa Timur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Tapi, bak mutiara yang masih tersembunyi di balik cangkang kerang, keindahan pantai-pantai di kawasan karst dengan 40.000 lebih bukit gamping tersebut kurang kesohor ketimbang Parangtritis di Yogyakarta ataupun Pangandaran di Jawa Barat, yang sama-sama berada di pesisir selatan Jawa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Padahal, keindahan pantai-pantai di Selatan Pegunungan Sewu tak kalah cantik, bahkan lebih cakep dari pantai-pantai di Pulau Bali sekalipun. Tengok saja Pantai Siung di Gunungkidul. Pantai berpasir putih ini merupakan cekungan laut dengan dua bukit yang mengapitnya di kanan dan kiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Pantai Siung persisnya terletak di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus yang berjarak sekitar 35 kilometer (km) arah tenggara Wonosari, ibukota Gunungkidul. Dari Yogyakarta, arahkan kendaraan Anda ke Jalan Wonosari. Ikuti jalan tersebut hingga masuk ke pusat Kota Wonosari dan ketemu Jalan Lingkar Selatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Setelah itu, Anda mesti menyusuri Jalan Girisubo hingga Purwodadi. Penunjuk arah di sebelah kanan jalan akan mengantarkan Anda ke Pantai Siung. Akses jalan ke Siung mulus seperti kondisi kebanyakan jalan di wilayah Gunungkidul.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Harga tiket masuk ke pantai yang diambil dari kata asiang biung – berarti orangtua dan anak – ini murah saja, hanya Rp 3.000 per orang. “Konon, yang memberi nama pantai ini adalah Demang Kemadang, pengikut Raja Brawijaya V, yang senang menemukan anak perempuannya ternyata masih hidup dan dipelihara oleh seorang ibu di daerah ini,” ungkap Saido, Wakil Ketua Pemukin, organisasi perkumpulan dusun di Purwodadi yang membantu mengelola Pantai Siung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Di sepanjang garis pantai, Anda bisa menyaksikan pasir pantai yang putih. Tentu saja, bermain pasir pun akan menyenangkan. Kalau tidak, memanjakan kaki dengan berjalan-jalan di atas pasir sembari menikmati pemandangan pantai tak kalah mengasyikkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;b&gt;Main jetski&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Tapi, air laut nan bening Pantai Siung tidak kalah menggoda. Pelesiran ke pantai memang tak lengkap kalau tidak menceburkan diri ke laut. Tapi ingat, dasar pantai ini adalah batu karang, jadi Anda mesti berhati-hati ketika bermain air.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Anda juga bisa menikmati keindahan pantai dari sudut  yang berbeda. Yakni, dari atas bukit di sisi kiri pantai. Dari puncak bukit ini, saat senja, Anda bisa melihat sang surya kembali ke peraduan dan melukis horizon berkilau jingga di ufuk barat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Adapun bukit di sebelah kanan Pantai Siung merupakan surga bagi pemanjat tebing alias climber lantaran memiliki kurang lebih 250 jalur pemanjatan, cocok buat pemula hingga yang sudah jago. Di sini pernah digelar kejuaraan panjat tebing tingkat Asia yang diikuti 80 peserta dari 15 negara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Puas menikmati keindahan dan keeksotisan Pantai Siung yang memukau, Anda bisa lanjut menyaksikan pantai-pantai lainnya nan menawan bak surga yang tersembunyi di daerah Gunungkidul. Ada satu barisan pantai di sebelah Barat Pantai Siung yang tak kalah indah: Pantai Indrayanti, Sundak, Kukup, Krakal, dan Baron.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Untuk masuk ke kawasan pantai tersebut, harga tiketnya cuma Rp 5.000 per orang pas. Jaraknya hanya sekitar 10 menit berkendara dari Siung untuk sampai ke pantai terdekat, yaitu Indrayanti yang letaknya bersebelahan dengan Sundak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Di Pantai Indrayanti yang kontroversial, karena seorang pengusaha asal Jogja mengklaim sebagai pemiliknya setelah membeli tanah di sekitar pantai dari penduduk setempat, Anda bisa bermain jetski dengan cara menyewa Rp 150.000 per 15 menit. Permainan yang memacu adrenalin ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di daerah istimewa ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Pantai yang baru buka tiga tahun lalu ini memang menjadi primadona baru tujuan wisata di Yogyakarta. Pantai Indrayanti – yang namanya diambil dari nama anak pemilik pantai – memang menyuguhkan pemandangan yang luar biasa. Air lautnya bening kebiru-biruan dengan hamparan pasir putih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Anda bisa menghabiskan malam di pantai ini dan menginap di Indrayanti Resort dengan tarif mulai Rp 350.000 hingga Rp 650.000 per malam. Anda juga bisa makan malam romantis di pinggir Pantai Indrayanti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Pilihan menginap di hotel di daerah sekitar pantai Gunungkidul cukup banyak. Namun, semua tempat penginapan di wilayah ini kelas melati dengan tarif mulai Rp 50.000 hingga Rp 200.000 per malam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;b&gt;Seruling samudra&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Tentu, perjalanan Anda menikmati keindahan Pantai Selatan di Pegunungan Sewu tak berhenti sampai Gunungkidul saja. Tujuan berikutnya adalah pantai-pantai di Pacitan yang sama cantiknya dan punya keunikan sangat khas, contohnya, Pantai Klayar dan Srau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Untuk menuju Pacitan, dari tempat Anda bermalam di sekitar pantai Gunungkidul, Anda harus menyusuri jalur selatan yang melewati Pracimantoro di Wonogiri, Jawa Tengah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Pantai Klayar bisa menjadi tujuan pertama Anda. Setelah berkendara kurang lebih satu setengah jam, Anda akan menjumpai penunjuk arah ke pantai yang berada di Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, ini di sebelah kanan jalan. Dari sini, Anda butuh waktu setengah jam lagi untuk sampai ke Pantai Klayar dengan jalan berkelok-kelok, sempit, dan rusak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Namun, perjalanan yang cukup melelahkan bakal terbayar begitu sampai di Pantai Klayar dengan harga tiket Rp 3.000 per orang. Keindahan pantai yang diapit dua bukit ini begitu mempesona. Bermain pasir putih yang merupakan butiran gamping dari batu induk yang dihancurkan gelombang Samudra Indonesia merupakan aktivitas yang menyenangkan. Cuma, Anda dilarang keras mandi di laut karena ombak di Pantai Klayar sangat besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Pantai Klayar tidak hanya menyuguhkan keelokan pantai semata, tapi juga keindahan lain berupa aneka menara batu di sisi timur pantai. Hantaman ombak Laut Selatanlah yang memahat menara batu itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Di pantai ini juga terdapat fenomena alam unik. Sebuah celah di bagian ujung jajaran menara batu yang menjorok ke laut memicu semburan air setinggi dua meter. Fenomena mirip geiser ini terjadi akibat efek pompa oleh gelombang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Uniknya, semburan air itu diikuti oleh suara melengking. Makanya, masyarakat sekitar menyebut fenomena alam itu dengan sebutan seruling samudra. “Saat ombak sangat gede, suaranya sangat keras,” ungkap Mbah Wakidjan, pemandu wisata Pantai Klayar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Hanya, Mbah Wakidjan melarang keras pengunjung mendekati seruling samudra. Sebab, ombak besar bisa sewaktu-waktu datang tanpa bisa diperkirakan dan siap menggulung siapa pun yang ada di hadapannya. Akhir April 2011 lalu, empat orang yang masih satu keluarga tewas dilahap ombak saat mencoba melihat dari dekat fenomena alam itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Itu sebabnya, posisi paling aman menyaksikan kejadian alam tersebut dari atas bukit di sisi timur Pantai Klayar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Setelah Pantai Klayar, perjalanan selanjutnya ke Pantai Srau. Jaraknya sekitar 30 menit berkendara dari Pantai Klayar dengan jalan yang berkelok-kelok, naik turun, sempit, dan  rusak. Tiket masuk ke pantai di Dusun Srau, Desa Candi, tersebut Rp 3.000 per orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Tak cuma keindahan pantai dengan pasir putih dan air laut yang bening, Pantai Srau juga menawarkan pemandangan lain berupa gugusan pulau kecil atawa sea stack yang berbentuk seperti jamur. Pulau ini menjadi tempat persinggahan burung migran dari Australia ke Asia saat pergantian musim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Pantai Srau terdiri dari tiga bagian yang masing-masing dipisahkan oleh bukit kapur. Di pantai bagian tengah terdapat jembatan alam yang terbuat dari batu gamping buah pahatan ombak Pantai Srau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;Selamat menjelajah pantai selatan Pegunungan Sewu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;(S.S. Kurniawan, Mingguan KONTAN edisi Minggu Ketiga Oktober 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-6833315480324955118?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/6833315480324955118/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=6833315480324955118' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/6833315480324955118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/6833315480324955118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2012/01/kecantikan-pantai-pegunungan-sewu.html' title='KECANTIKAN PANTAI PEGUNUNGAN SEWU'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-1206429526591341528</id><published>2011-10-28T18:06:00.000+07:00</published><updated>2011-10-28T18:07:49.038+07:00</updated><title type='text'>JANGAN ADA DENDAM</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Setelah melewati lima kali masa sidang, persisnya 433 hari, pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Otoritas Jasa Keuangan (RUU OJK) selesai juga. Kemarin (27/10), melalui rapat paripurna, DPR mengesahkan calon beleid tersebut menjadi undang-undang. Dan, penantian selama 12 tahun pun berakhir sudah.&lt;br /&gt;Itu berarti, tahun depan, di republik ini bakal lahir sebuah lembaga super yang mengawasi seluruh industri jasa keuangan termasuk perbankan. Dengan begitu, tugas pengawasan bank tidak lagi ada di tangan Bank Indonesia (BI), tapi di suatu badan bernama OJK.&lt;br /&gt;Kelahiran OJK tidak otomatis mempreteli kewenangan bank sentral mengawasi perbankan. Soalnya, peralihan pengawasan itu baru dimulai per 31 Desember 2013 atau 1 Januari 2014. Nantinya, BI hanya akan mengurusi kebijakan moneter dan sistem pembayaran saja. Sedangkan kewenangan regulasi perbankan, seperti pemberian izin pendirian bank dan kesehatan bank, menjadi wewenang OJK.&lt;br /&gt;Sejatinya, suara fraksi di Panitia Khusus DPR tentang RUU OJK tidak bulat soal waktu peralihan kewenangan pengawasan perbankan dari BI ke OJK. Fraksi Partai Golkar dan Gerindra menginginkan peralihan pengawasan itu dimulai 31 Desember 2014. Makanya, mereka menyampaikan nota keberatan atawa minderheid nota. Namun, keberatan ini tidak menghalangi pengesahan RUU OJK menjadi UU.&lt;br /&gt;BI yang sejak awal sebetulnya menolak OJK tentu saja setengah hati menyerahkan kewenangannya mengawasi perbankan ke lembaga yang powerful tapi di bawah kendali pemerintah. Sekalipun pembentukan OJK merupakan perintah UU BI yang terbit 1999 lalu.&lt;br /&gt;Namun, Kebon Sirih, sebutan BI karena bermarkas di daerah Kebon Sirih, memang harus menerima kenyataan pahit, kewenangannya mengawasi bank harus dipreteli. RUU OJK sudah menjadi UU, mau tidak mau, suka tidak suka, BI memang harus mematuhi semua isinya tanpa terkecuali, walau mereka harus kehilangan kekuasaannya yang diemban sejak 1953 silam.&lt;br /&gt;Meski dengan berat hati, BI harus menyerahkan kewenangannya, kemudian mendukung penuh OJK dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya. Sehingga, pengawasan perbankan di Indonesia berjalan dengan baik. Istilah kata, jangan ada lagi dendam di antara kita. Ketidakharmonisan pemerintah dan BI dalam pembahasan RUU OJK cukup sampai di sini saja. Jangan berlanjut lagi saat OJK telah beroperasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 28 Oktober 2011)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-1206429526591341528?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/1206429526591341528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=1206429526591341528' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/1206429526591341528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/1206429526591341528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2011/10/jangan-ada-dendam.html' title='JANGAN ADA DENDAM'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-113678833732094916</id><published>2011-10-28T18:04:00.001+07:00</published><updated>2011-10-28T18:08:58.762+07:00</updated><title type='text'>HUTAN SAWIT</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Baru satu bulan berlaku, Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) Nomor 62 Tahun 2011 yang terbit akhir Agustus lalu dicabut. Tapi, bukan berarti Kementerian Kehutanan (Kemhut) batal membolehkan tanaman budidaya kebun berkayu termasuk kelapa sawit tumbuh di kawasan hutan produksi tidak produktif alias yang sudah gundul.&lt;br /&gt;Lembaga yang dikomandani Zulkifli Hasan ini tetap mengizinkan penanaman sawit di kawasan hutan produksi yang rusak.&lt;br /&gt;Soalnya, pencabutan beleid tersebut sejatinya lebih pada untuk merevisi aturan main soal perizinan usaha di kawasan hutan yang dikeluarkan oleh kepala daerah. Sebab, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam auditnya tegas menyatakan, semua izin usaha di kawasan hutan yang diterbitkan oleh kepala daerah merupakan pelanggaran.&lt;br /&gt;Padahal, Permenhut No. 62/2011 mempersilakan izin usaha perkebunan di kawasan hutan yang dirilis kepala daerah dapat dialihkan menjadi izin usaha tanaman hutan berbagai jenis. Tentu saja, ini berseberangan dengan hasil audit BPK. Makanya, Permenhut itu dicabut.&lt;br /&gt;Kemudian, untuk tetap melegalkan sawit tumbuh di kawasan hutan produksi, Kemhut bakal menghidupkan lagi aturan tentang hutan tanaman campuran. Peraturan tersebut memang membolehkan sawit ditanam di kawasan hutan produksi tidak produktif.&lt;br /&gt;Ya, untuk menghijaukan kembali hutan-hutan yang plontos termasuk mengerem pembukaan kawasan hutan dan lahan gambut untuk perkebunan, pemerintah memang harus melakukan terobosan. Dengan mengizinkan penanaman sawit di kawasan hutan yang terdegradasi, salah satu contohnya. Maklum, luas hutan yang gundul mencapai 9 juta hektare.&lt;br /&gt;Tetapi, aturan main yang kelak hanya membolehkan sawit maksimal mengambil porsi 20% dari luas hutan produksi tidak produktif sesuai izin yang dikantongi harus ditegakkan. Kemhut juga harus memastikan pemegang izin membangun sebagian besar sisa lahan dengan tanaman hutan untuk areal perlindungan dan sistem tebang pilih. Jadi, tidak hanya sekadar menanam sawit, sedang sisanya dibiarkan tetap gundul.&lt;br /&gt;Nah, kalau ketentuan itu dilanggar, hukumannya harus berat, tak sebatas pencabutan izin usaha saja, tapi juga pidana penjara agar betul-betul menimbulkan efek jera bagi para pelakunya. Karena itu, Kemhut harus bertindak tegas. Sangat tegas malah. Berani?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 10 Oktober 2011)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-113678833732094916?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/113678833732094916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=113678833732094916' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/113678833732094916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/113678833732094916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2011/10/hutan-sawit.html' title='HUTAN SAWIT'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-3036743300319467448</id><published>2011-10-28T17:57:00.001+07:00</published><updated>2011-10-28T17:58:46.728+07:00</updated><title type='text'>GANTI UNTUNG</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Masih ingat proyek tol ruas Ulujami-Veteran yang macet gara-gara pembebasan tanah milik satu orang yang berlarut-larut. Padahal, konstruksi jalan bebas hambatan ini sudah jadi semua, kecuali di lahan yang belum berhasil dikuasai tersebut.&lt;br /&gt;Ya, masalah pembebasan lahan di Indonesia menjadi momok bagi pemerintah dan pengusaha yang menggarap infrastruktur publik, seperti jalan tol, rel keretaapi, pelabuhan, dan bandara. Pembebasan lahan yang semestinya paling lama memakan waktu satu tahun bisa menjadi bertahun-tahun.&lt;br /&gt;Nah, untuk memecah kebuntuan masalah itu, pemerintah mengambil sikap tegas dengan melahirkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengadaan Tanah untuk Pembangunan. Lewat calon beleid ini, setiap jengkal tanah yang masuk dalam peta pembebasan lahan untuk proyek infrastruktur publik langsung dikuasai negara.&lt;br /&gt;Meski begitu, pemerintah tetap menyiapkan seribu satu rayuan untuk meluluhkan hati para pemilik tanah yang tertuang dalam RUU Pengadaan Tanah untuk Pembangunan. Contoh, penetapan besar dan bentuk ganti rugi melalui proses musyawarah. Lalu, ada ganti rugi karena kehilangan usaha dan insentif perpajakaan bagi pemilik tanah yang mau melepas asetnya.&lt;br /&gt;Dan, dalam proses pembahasan mengenai proses ganti rugi, DPR tidak terlalu rewel dalam menyikapi pasal-pasal yang pemerintah sodorkan. Paling hanya masalah redaksional saja. Sebab itu, dewan optimistis RUU ini bakal kelar paling lambat akhir tahun ini.&lt;br /&gt;Hanya saja, yang perlu kita cermati bersama dalam calon aturan tersebut adalah pencabutan hak atas tanah dengan dalih demi kepentingan umum. Sekalipun ada gugatan dari warga yang tidak setuju dengan nilai ganti rugi, itu tidak dapat menyetop proses pembangunan infrastruktur publik.&lt;br /&gt;Ketentuan ini yang kemudian menyulut protes dari berbagai pihak. Soalnya, mereka menilai, pencabutan hak atas tanah sekalipun untuk kepentingan umum secara tidak berkeadilan merupakan pelanggaran terhadap konstitusi.&lt;br /&gt;Agar tidak dianggap semena-mena, begitu UU Pengadaan Tanah untuk Pembangunan berlaku, pemerintah harus betul-betul memastikan semua aturan main yang termaktub dalam beleid itu berjalan. Rakyat pasti akan menyerahkan tanahnya meski dengan berat hati asal mendapat ganti untung yang sesuai. Jadi, mereka bukan malah dirugikan, melainkan diuntungkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 20 September 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-3036743300319467448?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/3036743300319467448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=3036743300319467448' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/3036743300319467448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/3036743300319467448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2011/10/ganti-untung.html' title='GANTI UNTUNG'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-766360458479144976</id><published>2011-09-13T16:02:00.003+07:00</published><updated>2011-09-13T16:08:32.637+07:00</updated><title type='text'>PESONA WISATA CAVETUBING DI GOA PINDUL</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-UDKdBhfaz-Q/Tm8dRVimx2I/AAAAAAAAAMg/FqJlpeMOz2o/s1600/P1220769.JPG"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; FLOAT: left; HEIGHT: 240px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651768241050535778" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/-UDKdBhfaz-Q/Tm8dRVimx2I/AAAAAAAAAMg/FqJlpeMOz2o/s320/P1220769.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-EWNx_MvRD3M/Tm8dRClQAvI/AAAAAAAAAMY/EHwFt5BeSbI/s1600/P1220737.JPG"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; FLOAT: left; HEIGHT: 240px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651768235961352946" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-EWNx_MvRD3M/Tm8dRClQAvI/AAAAAAAAAMY/EHwFt5BeSbI/s320/P1220737.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Goa Pindul yang ada di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menawarkan wisata goa yang unik dan jarang ada. Sembari menghanyutkan diri bersama ban truk, kita bisa menelusuri sungai dalam perut bukit kapur sepanjang 350 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau pelesiran ke mana liburan Lebaran nanti? Kalau kawasan wisata di Yogyakarta dan sekitarnya menjadi pilihan, Goa Pindul layak masuk dalam daftar tujuan wisata Anda.&lt;br /&gt;Goa yang terletak di Kabupaten Gunungkidul ini menawarkan kesempatan bagi Anda untuk menikmati keindahan stalagmit dan stalagtit dengan cara yang berbeda: cavetubing. Ya, Anda bisa menyusuri goa ini dengan menumpang ban truk yang hanyut. Goa Pindul merupakan aliran sungai dari mata air Gedong Tujuh yang tidak pernah kering, sekalipun di musim kemarau yang kerontang.&lt;br /&gt;Objek wisata yang ada di Dusun Gelaran Satu, Bejiharjo, ini baru dibuka untuk umum mulai Oktober tahun lalu. Jadi, wajar saja kalau belum banyak orang yang tahu keberadaan Goa Pindul yang berjarak 15 menit berkendara atau 10 kilometer (km) arah timur laut Wonosari, Ibukota Gunungkidul.&lt;br /&gt;Untuk mencapai Goa Pindul yang masuk Kecamatan Karangmojo dari kota Yogyakarta tidaklah sulit. Anda cukup arahkan kendaraan ke Jalan Wonosari. Terus saja hingga ketemu perempatan Siyono, sekitar 1 km menjelang Kota Wonosari, kemudian belok kiri.&lt;br /&gt;Lalu, ikuti jalan itu sampai perempatan Grogol dan belok kiri. Gapura bertuliskan Desa Agropolitan Bejiharjo menjadi pintu masuk Anda ke Goa Pindul. Dari situ hanya butuh 10 menit lagi berkendara.&lt;br /&gt;Sayang, angkutan umum yang bisa mengantar Anda langsung ke Goa Pindul hanya ada saban hari Pahing dalam penanggalan Jawa. Itu pun berangkat dari Pasar Karangmojo, yang artinya Anda harus naik angkutan umum dari Wonosari tujuan Semin atau Ponjong yang melewati Pasar Karangmojo.&lt;br /&gt;Begitu sampai lokasi, waktunya susur Goa Pindul. Tapi, Anda harus daftar dulu, ya, di Sekretariat Desa Wisata Bejiharjo (Dewa Bejo). Untuk menyusuri goa sepanjang 300 meter itu biayanya cuma Rp 30.000 per orang, plus dapat semangkuk bakso grogol dan segelas teh bunga rosela yang bisa Anda nikmati sehabis cavetubing.&lt;br /&gt;Selama penyusuran Goa Pindul sekitar 45 menit, Anda wajib memakai jaket pelampung serta sepatu karet dan tentu saja ban dalam sebagai “perahu”. Semua peralatan keselamatan ini disediakan pengelola goa secara cuma-cuma alias gratis. Jadi, buat yang tidak bisa berenang tidak perlu khawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbesar di dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengenakan jaket pelampung dan sepatu karet serta mendengarkan penjelasan singkat dari pemandu, petualangan susur Goa Pindul pun dimulai. Pertama-tama, Anda mesti jalan kaki dulu sekitar lima menit menuju sungai.&lt;br /&gt;Berikutnya, byur..., lalu naik ke ban dalam. Sungai yang kedalamannya antara empat meter hingga 10 meter nyaris tanpa arus. Tenang. Alhasil, tiga pemandu dalam setiap satu rombongan berisi tujuh sampai 10 orang terpaksa menuntun Anda menuju mulut Goa Pindul dengan lebar lima meter.&lt;br /&gt;Di mulut gua, keindahan stalagmit Goa Pindul yang merupakan singkatan dari “pipi kejendhul” mulai tampak. Bilah-bilah batu kapur yang menjulur ke bawah di sisi kanan menyambut kedatangan Anda. Bila dipukul, masing-masing mengeluarkan bunyi yang berbeda. Makanya, masyarakat sekitar memberi nama batu gamelan.&lt;br /&gt;Masih di sekitar mulut goa, di dinding bagian atas terdapat sebuah lubang cukup besar yang menghubungkan dengan sebuah bangunan besar yang tadinya untuk sarang walet, milik seorang pengusaha asal Jogja. Tapi justru kehadiran rumah gede itu membuat burung yang air liurnya berharga mahal itu pergi dari Goa Pindul.&lt;br /&gt;Masuk sedikit ke dalam goa yang cahayanya mulai remang-remang terdapat stalagtit mirip lingga atau alat kelamin pria di bagian kanan. Percaya atau tidak, bagi kaum lelaki yang memegangnya bisa makin perkasa. Itu sebabnya, warga menamainya batu perkasa.&lt;br /&gt;Terus masuk ke goa yang kian gelap, ada puluhan stalagmit berukuran mini di dinding bagian atas yang meneteskan air. Namanya: air mutiara. Warga setempat percaya, perempuan yang membasuh wajahnya dengan air tersebut bakal awet muda dan tambah cantik.&lt;br /&gt;Di bagian tengah goa yang gelap gulita, terdapat stalagmit berukuran raksasa yang menghujam ke bawah menuju dasar sungai. Diameternya sekitar empat meter. “Ini merupakan stalagmit terbesar keempat di dunia dan masih aktif,” klaim Subagyo, Ketua Kelompok Sadar Wisata Dewa Bejo.&lt;br /&gt;Sokoguru atau cagak gunung, begitu masyarakat setempat menyebutnya, hanya menyisakan celah yang bisa dilalui satu orang saja. Sehingga, untuk meneruskan perjalanan, Anda harus melewati celah itu satu per satu bergantian.&lt;br /&gt;Itulah sebagian keunikan di antara keindahan stalagmit dan stalagtit Goa Pindul. “Sangat mengagumkan, enggak nyesel pokoknya,” kata Ismail, mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, asal Libia yang baru pertama kali susur goa.&lt;br /&gt;Tapi, perjalanan belum berakhir. Setelah melewati ruangan yang menjadi sarang ratusan kelelawar hitam, Anda akan memasuki kawasan terang lantaran ada lubang besar menganga di langit-langit goa.&lt;br /&gt;Di bibir lubang tumbuh aneka tanaman dengan akar yang menjuntai ke bawah. “Dulunya lubangnya tidak sebesar ini. Gempa beberapa tahun lalu membuat langit-langit goa runtuh,” ungkap Subagyo. Pemandu akan membiarkan Anda bermain-main air di sini karena susur goa akan berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada goa kering&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mulut goa yang menjadi jalan keluar masih ada keunikan Goa Pindul lainnya, yakni stalagmit yang kalau dipukul mengeluarkan suara mirip bunyi gong. Karena itu, namanya batu gong. Juga batu bekas benturan pipi orang yang menjadi muasal nama Goa Pindul.&lt;br /&gt;Jadi konon, orang yang pipinya kejendhul itu adalah cucu Panembahan Senopati yang masih bayi, hasil pernikahan putranya dengan putri Mangir Wonoboyo, musuh raja pertama Mataram itu. “Sewaktu dimandikan di situ, pipinya kejendhul,” beber Tukijo, Ketua Pemandu Goa Pindul sekaligus sesepuh Dusun Gelaran Satu.&lt;br /&gt;Belum puas menyusuri Goa Pindul, setelah menghabiskan semangkuk bakso grogol dan segelas teh rosela hangat, Anda bisa melanjutkan petualangan ke Goa Glatik. Tarifnya sama: Rp 30.000 per orang.&lt;br /&gt;Tapi, beda dengan Goa Pindul, Goa Glatik, yang menurut cerita masyarakat menjadi tempat bertapa Patih Batik Madrim dan Prabu Angling Dharma, adalah goa kering. Jadi, Anda mesti memakai baju khusus caving, helm, dan sepatu karet.&lt;br /&gt;Hanya saja, perlu tenaga ekstra untuk menyusuri goa yang berisi aneka satwa khas goa, seperti jangkrik, laba-laba, dan kelelawar berwarna cokelat. Sebab, Anda harus melewati lorong sempit sepanjang 10 meter dengan merangkak.&lt;br /&gt;Keindahan stalagmit dan stalagtit di Goa Glatik tak kalah dengan Goa Pindul. Di sini juga ada sokoguru, meski ukurannya lebih kecil. Juga terdapat batu kristal yang berwarna putih menyala di tengah kegelapan goa yang gulita.&lt;br /&gt;Tahun depan, ada satu goa basah lagi dengan panjang 800 meter yang bisa Anda susuri. Namanya, Goa Banyumoto. Selain stalagmit dan stalagtit, goa yang satu aliran sungai dengan Goa Pindul ini menawarkan keindahan akar-akar pohon yang menembus langit-langit goa. “Kami akan buka tahun depan,” janji Subagyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Mingguan KONTAN, Minggu Keempat Agustus 2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-766360458479144976?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/766360458479144976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=766360458479144976' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/766360458479144976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/766360458479144976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2011/09/goa-pindul-yang-ada-di-gunungkidul.html' title='PESONA WISATA CAVETUBING DI GOA PINDUL'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-UDKdBhfaz-Q/Tm8dRVimx2I/AAAAAAAAAMg/FqJlpeMOz2o/s72-c/P1220769.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-8697813899882788913</id><published>2011-09-13T15:53:00.003+07:00</published><updated>2011-09-13T16:00:54.345+07:00</updated><title type='text'>BAK OASE IJO ROYO-ROYO</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-9CPCeGJ-XvA/Tm8bJbS4lAI/AAAAAAAAAMQ/JWRhbTK4QdU/s1600/P1220760.JPG"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; FLOAT: left; HEIGHT: 200px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651765906132997122" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/-9CPCeGJ-XvA/Tm8bJbS4lAI/AAAAAAAAAMQ/JWRhbTK4QdU/s200/P1220760.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Bejiharjo beda dengan desa-desa lain yang ada di Gunungkidul. Kampung ini punya kelebihan: air yang melimpah ruah. Di dalam perut Bejiharjo terdapat beberapa aliran sungai bawah tanah. Pertanian di desa ini pun berkembang maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunungkidul. Begitu mendengar nama ini, yang ada di benak sebagian besar orang adalah daerah yang gersang, kering, dan tandus. Saat musim kemarau seperti saat ini, nyaris tak ada tanaman yang tumbuh di tegalan alias ladang milik warga kabupaten yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta ini.&lt;br /&gt;Tapi tidak di Bejiharjo. Sebagian tegalan di satu-satunya desa yang bergelar desa agropolitan dari 144 desa yang ada di Kabupaten Gunungkidul ini masih ijo royo-royo. Desa yang mencakup 20 dusun ini bahkan memiliki lahan persawahan padi yang bisa tumbuh sepanjang tahun.&lt;br /&gt;Ya, Bejiharjo yang hanya berjarak 15 menit berkendara ke arah Utara Wonosari (7 kilometer), Ibukota Gunungkidul, punya kelebihan ketimbang desa lain di kabupaten seluas 1.485 km persegi (km²): memiliki sumber air yang melimpah ruah dan tidak habis di musim kemarau sekalipun.&lt;br /&gt;Untuk mencapai desa yang masuk Kecamatan Karangmojo ini dari kota Yogyakarta tidaklah sulit. Anda cukup arahkan kendaraan ke Jalan Wonosari. Terus saja hingga ketemu perempatan Siyono, sekitar 1 km menjelang Kota Wonosari, kemudian belok kiri. Gapura bertuliskan Desa Agropolitan Bejiharjo yang berada di kiri jalan menjadi pintu masuk Anda ke desa berpenduduk sekitar 16.000 jiwa tersebut.&lt;br /&gt;Yanto, Kepala Desa Bejiharjo, bilang, desanya mendapat gelar desa agropolitan dari pemerintah kabupaten. Selain memiliki sumber air yang banyak, wilayahnya juga luas, 22 km². “Daerah kami paling padat penduduknya,” katanya.&lt;br /&gt;Pasokan air yang melimpah tersebut berasal dari sumber mata air bawah tanah yang muncul ke permukaan. Warga sekitar menyebutnya Tujuh Gedong yang kemudian mengalir melalui dua goa, yakni Pindul dan Banyumoto. Sebagian air ini lalu mengalir ke sawah dan tegalan milik penduduk. Menurut Yanto, suplai air dari Tujuh Gedong mengairi sekitar 70 hektare sawah yang ada di Dusun Gelaran Satu.&lt;br /&gt;Sedangkan air untuk mengairi 30 hektare lahan persawahan lainnya di Dusun Banyubening berasal dari sungai bawah tanah yang disedot ke atas dengan menggunakan mesin air. Sungai bawah tanah ini berada di kedalaman 100-an meter dari permukaan tanah.&lt;br /&gt;Tukijo, salah satu petani di Bejiharjo, mengatakan, ada sekitar 200 kepala keluarga yang menanam padi. Rata-rata mereka memiliki lahan sawah sekitar 0,5 hektare. “Setahun kami bisa panen tiga kali,” ujar sesepuh Dusun Gelaran Satu ini. Bulan lalu, para petani padi baru saja menanami kembali sawahnya, masuk musim tanam kedua pada tahun ini.&lt;br /&gt;Tak cuma di Banyubening, Bejiharjo juga punya dua sumber air lagi hasil pengeboran, yakni di Dusun Grogol Dua dan Seropan. Sumur bor di Grogol, daerah yang terkenal dengan baksonya, ini sanggup memenuhi kebutuhan air bersih untuk warga di lima dusun sekitar dan mengairi sebagian tegalan saat musim kemarau tiba.&lt;br /&gt;Adapun sumur bor di Seropan bisa memenuhi keperluan air bersih untuk warga di satu dusun tetangga dan mengairi sebagian tegalan. “Kami sedang mengarahkan warga agar menanam juga sayur-mayur di tegalan mereka, seperti cabai dan sawi,” ujar Yanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pendapatan warga naik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yanto bilang, desanya berencana mengebor satu titik lagi di Dusun Ngringin yang airnya cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di dua dusun dan mengairi sebagian tegalan. Seluruh dana penge-boran yang membutuhkan biaya ratusan juta rupiah ini berasal dari pemerintah kabupaten. “Ongkosnya mahal karena juga butuh penelitian untuk menemukan aliran sungai bawah tanah,” ungkapnya.&lt;br /&gt;Dengan air yang berlimpah dan status sebagai desa agropolitan, pola bercocok tanam warga Bejiharjo yang awalnya terkesan asal-asalan mulai tertata. Penduduk mulai memilih bibit-bibit unggul dan membudidayakan tanaman pangan, seperti kacang tanah dan jagung. Bahkan, mereka juga mulai memperhitungkan manfaat ekonominya. Jika memang lebih menguntungkan menanam jagung, warga akan menanam jagung. Begitu juga dengan kacang atau padi tadah hujan.&lt;br /&gt;Yanto mengungkapkan, tidak mudah mengubah kebiasaan warganya yang bercocok tanam berdasarkan tradisi turun-temurun. “Butuh waktu tiga tahun untuk mengubah kebiasaan mereka,” tuturnya. Untuk mendukung pola tanam yang lebih menguntungkan bagi petani Bejiharjo, pemerintah kabupaten juga memberikan pelatihan dan bibit unggul. “Pendapatan warga naik dua kali lipat,” beber Yanto.&lt;br /&gt;Dan ternyata, penghasilan dari bercocok tanam yang lebih baik ini menyebabkan sebagian kaum muda Bejiharjo, yang sebelumnya langsung merantau begitu lulus sekolah menengah atas, mau bertahan di desanya. “Mereka mau menjadi petani dengan menanam sayur-mayur,” kata Yanto.&lt;br /&gt;Dia atas lahan-lahan yang tidak memiliki nilai ekonomis, warga Bejiharjo menanaminya dengan pohon jati. Total luas lahan jati yang berstatus hutan rakyat mencapai 250 hektare.&lt;br /&gt;Tahun depan, Yanto menambahkan, desanya akan melakukan pemetaan tanaman padi beras merah dan jagung. Yang sedang jalan sekarang adalah program pertanian terpadu. Jadi, petani tidak hanya menanam saja tapi juga membuat produk jadi dalam kemasan yang menarik. “Masih tahap sosialisasi,” ujarnya.&lt;br /&gt;Program ini bekerjasama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta dengan tajuk Sistem Integrasi Padi-Ternak (SIPT) mulai 2011 sampai 2013. Fokus komoditas dan inovasi teknologinya, antara lain, usaha tani padi yang mencakup perbaikan teknik budidaya tanaman. Misalnya, penggunaan varietas unggul baru, sistem tanam jajar legowo, pemupukan organik dan anorganik spesifik lokasi, usaha penangkaran benih padi serta pertanian organik.&lt;br /&gt;Lalu, pengelolaan usaha ternak sapi potong yang meliputi teknologi pakan konsentrat berbahan baku lokal, optimalisasi pengelolaan limbah kandang untuk pupuk, dan pengembangan pembibitan.&lt;br /&gt;SIPT juga termasuk penguatan kelembagaan menuju sistem dan usaha agribisnis berkelanjutan. Caranya, dengan pendampingan kelompok tani dalam teknis dan manajemen SIPT, pelatihan SIPT, dan pengolahan hasil pertanian. Contoh, teknologi pengolahan hasil serta pengemasan produk standarisasi produk olahan.&lt;br /&gt;Integrasi padi dan ternak? Ya, Bejiharjo merupakan penghasil indukan sapi putih atawa brahman terbaik di Yogyakarta. Populasi sapi di desa ini juga yang paling banyak di provinsi ini (lihat boks: Penghasil Brahman Top). “Satu indukan bisa melahirkan anak sapi hingga sembilan kali,” kata Karnoto, Ketua Kelompok Kerja Peternakan Tri Manunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Budidaya lele&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air yang berlimpah tidak hanya warga Bejiharjo manfaatkan untuk bercocok tanam saja, tetapi juga buat budidaya ikan. Subagyo, Ketua Kelompok Kerja Perikanan Mina Lestari, menuturkan, saat ini, ada sekitar 40 warga yang membudidayakan lele jenis sangkuriang-piton, hasil kawin silang lele sangkuriang dan piton.&lt;br /&gt;Masing-masing warga punya kolam seluas 600 meter persegi (m²). Setiap bulan, total mereka menghasilkan sekitar 200.000 benih lele ukuran 3 cm–4 cm dan 5 cm–6 cm. Harga jualnya, untuk benih lele ukuran 3 cm–4 cm Rp 45 per ekor. Sementara, benih lele ukuran 5 cm–6 cm Rp 90 seekor. “Pembelinya dari Yogyakarta dan luar Yogya seperti Klaten,” beber Subagyo.&lt;br /&gt;Selain benih, warga juga menjual lele sangkuriang yang sudah besar. Rata-rata tiap dua bulan seorang pembudidaya bisa memproduksi 2.000–3.000 ekor setara dengan 160 kg–240 kg. “Harga jualnya Rp 10.000 per kilogram,” kata Wasio, salah satu pembudidaya lele.&lt;br /&gt;Sebuah kisah indah di tengah kesumpekan berita korupsi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Mingguan KONTAN Minggu Kedua Agustus 2011&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-8697813899882788913?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/8697813899882788913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=8697813899882788913' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/8697813899882788913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/8697813899882788913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2011/09/bak-oase-ijo-royo-royo.html' title='BAK OASE IJO ROYO-ROYO'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-9CPCeGJ-XvA/Tm8bJbS4lAI/AAAAAAAAAMQ/JWRhbTK4QdU/s72-c/P1220760.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-6514430935540861109</id><published>2011-09-13T15:51:00.001+07:00</published><updated>2011-09-13T15:52:40.203+07:00</updated><title type='text'>JANGAN JADI MACAN KERTAS</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Untuk pertama kalinya, pemerintah mematok target penerimaan pajak di angka Rp 900 triliun. Persisnya, target pemasukan pajak di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2010 adalah sebanyak Rp 904,4 triliun atau naik Rp 140,8 triliun ketimbang target dalam APBN Perubahan 2011 yang cuma sebesar Rp 763,6 triliun.&lt;br /&gt;Itu berarti, pajak menyumbang 69,9% dari target penerimaan dalam negeri tahun depan yang mencapai Rp 1.292 triliun. Dan, tanggung jawab mengumpulkan pajak sebanyak itu menjadi beban yang harus Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak pikul seorang diri. Tentu saja, ini bukan tugas yang ringan.&lt;br /&gt;Tapi, Ditjen Pajak sudah menyiapkan banyak jurus untuk mengejar target penerimaan yang jumbo itu. Salah satunya, program canvassing atau penyisiran potensi pajak berbasis wilayah yang ditujukan kepada pelaku bisnis di kawasan bisnis dan pemukiman potensial. Caranya adalah dengan menggelar sensus pajak mulai minggu ketiga bulan ini.&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany bilang, sensus pajak intinya adalah face to face. Jadi, Ditjen Pajak akan mendatangi wajib pajak satu per satu, dari pintu ke pintu. Soalnya, selama ini, iklan, baliho, dan poster yang mereka bikin masih kurang efektif untuk membuat orang berbondong-bondong bayar pajak. Target sensus pajak adalah menjaring enam juta wajib pajak baru hingga 2012 nanti.&lt;br /&gt;Demi menjunjung tinggi prinsip keadilan, kita memang pantas mendukung gebrakan Ditjen Pajak itu. Apalagi, masih banyak orang kita yang berpenghasilan gede belum membayar pajak. Sebab, tentu saja tidak adil. Sebut saja Budi, buruh pabrik tekstil, dengan gaji sebesar Rp 1,5 juta per bulan atau Rp 18 juta per tahun kena pajak penghasilan (PPh). Sementara, Joko, pemilik toko ponsel yang mengantongi laba hingga Rp 10 juta tiap bulan atau Rp 120 juta per tahun tidak bayar pajak.&lt;br /&gt;Namun, jangan sampai sensus pajak yang kelak bisa menangkap wajib pajak baru malah melahirkan Gayus Tambunan-Gayus Tambunan baru. Wajib pajak dan petugas pajak main mata serta kongkalikong. Misalnya, wajib pajak menyuap petugas pajak agar mereka tidak perlu menyetor pajak sesuai dengan kewajibannya. Jadi, sensus pajak akan sia-sia karena penerimaan pajak tidak maksimal.&lt;br /&gt;Begitu juga jurus lain Ditjen Pajak untuk mencapai target penerimaan pajak tahun depan, seperti intensifikasi penagihan piutang pajak. Tak boleh ada main mata antara wajib pajak dan petugas pajak. Pasalnya, jumlah piutang pajak hingga 8 September 2011 lalu mencapai Rp 72 triliun. Tentu ini angka yang sangat besar, dan kalau bisa ditagih semua cukup lumayan untuk menutup sebagian target penerimaan pajak tahun depan.&lt;br /&gt;Karena itu, Ditjen Pajak tahun depan harus bertindak lebih keras lagi kepada para pengemplang pajak. Sebab, dari tahun ke tahun, jumlah tunggakan pajak selalu meningkat. Tahun 2009 lalu tercatat hanya sebesar Rp 50 triliun,tapi di 2010 naik menjadi Rp 54 triliun.&lt;br /&gt;Strategi yang Ditjen Pajak siapkan untuk menagih utang pajak cukup bagus. Contoh, mengoptimalkan langkah-langkah penagihan pajak berupa pemberitahuan surat paksa, penyitaan aset wajib pajak, pencegahan wajib pajak ke luar negeri, dan penyanderaan wajib pajak atawa gizleing. Kemudian, menetapkan prioritas tindakan penagihan terhadap para penunggak pajak jumbo.&lt;br /&gt;Hanya saja, semua langkah itu hanya akan menjadi macan kertas kalau ternyata praktik penagihan di lapangan tidak segarang strategi yang Ditjen Pajak gembor-gemborkan. Jangan sampai tumbuh Gayus-Gayus lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Mingguan KONTAN, Minggu Kedua September 2011)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-6514430935540861109?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/6514430935540861109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=6514430935540861109' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/6514430935540861109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/6514430935540861109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2011/09/jangan-jadi-macan-kertas.html' title='JANGAN JADI MACAN KERTAS'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-7267625626319824989</id><published>2011-09-13T15:46:00.000+07:00</published><updated>2011-09-13T15:50:54.903+07:00</updated><title type='text'>DELAY</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Buntut dari penerbangan yang makin banyak molor jadwal keberangkatannya alias delay, Menteri Perhubungan Freddy Numberi akhirnya merilis aturan yang mewajibkan semua maskapai memberi kompensasi bagi penumpang kalau pesawatnya terlambat terbang. Dengan begitu, maskapai harus memiliki asuransi pesawat delay kalau tidak mau rugi.&lt;br /&gt;Soalnya, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77/2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara yang terbit 8 Agustus lalu menyebutkan, penumpang bakal mendapat ganti rugi senilai Rp 300.000 untuk keterlambatan pesawat lebih dari empat jam.&lt;br /&gt;Hanya saja, semestinya premi asuransi tersebut menjadi tanggungan perusahaan penerbangan, bukan penumpang. Sebab, pesawat delay kebanyakan bukan karena faktor force majeur, melainkan kesalahan dari maskapai. Contoh, beberapa kali saya naik pesawat yang molor jadwal keberangkatannya, sang pilot yang kemudian meminta maaf mengungkapkan, delay akibat keterlambatan jadwal terbang pesawat sebelumnya. Yang sial tentu saja penumpang penerbangan terakhir yang delay-nya makin lama.&lt;br /&gt;Delay juga sering akibat pesawat rusak. Tentu saja, semua penyebab keterlambatan tersebut akibat kesalahan perusahaan penerbangan. Jadi, sekali lagi, kalau maskapai ingin mengasuransikan pesawat delay, seharusnya premi menjadi tanggung jawab mereka, bukan malah dilimpahkan ke penumpang.&lt;br /&gt;Sebab, belum lama ini saya membeli tiket pesawat maskapai lokal tujuan Yogyakarta melalui internet, di akhir proses pembelian ada tawaran membeli asuransi perjalanan. Ternyata, asuransi ini juga meng-cover keterlambatan penerbangan. Nilai pertanggungannya Rp 450.000 per lima jam keterlambatan sampai Rp 3,15 juta. Itu berarti, premi menjadi beban penumpang.&lt;br /&gt;Tapi tentu saja, kalau memang maskapai ingin mengasuransikan keterlambatan penerbangan, biaya preminya jangan masuk komponen tarif tiket pesawat. Kalau itu yang terjadi, sama saja bohong. Apa bedanya dengan penumpang harus membeli lagi asuransi perjalanan yang juga mencakup manfaat keterlambatan penerbangan.&lt;br /&gt;Nah, Kementerian Perhubungan selaku regulator harus mengawasi betul aturan main yang mereka buat tentang kewajiban semua maskapai memberi kompensasi bagi penumpang kalau pesawatnya terlambat terbang. Harus ada sanksi yang tegas bagi maskapai yang membebankan premi ke penumpang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 28 Agustus 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-7267625626319824989?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/7267625626319824989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=7267625626319824989' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/7267625626319824989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/7267625626319824989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2011/09/delay.html' title='DELAY'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-2854987032498460731</id><published>2011-08-05T19:08:00.000+07:00</published><updated>2011-08-05T19:09:45.313+07:00</updated><title type='text'>HARUS LEBIH BERANI</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Kayaknya, tak mau mendapat protes di sana-sini, termasuk hujatan dan sumpah serapah dari rakyatnya, Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memilih nombok puluhan triliun, persisnya Rp 33,7 triliun untuk menutup pembengkakkan anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM).&lt;br /&gt;Tentu saja, jumlah itu bukan angka yang kecil. Tambahan anggaran subsidi BBM setara dengan tiga kali lipat dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri tahun ini. Atau, sama dengan membangun 482 kilometer jalan baru termasuk biaya pembebasan lahannya atawa sekitar 6.750 gedung sekolah baru.&lt;br /&gt;Pemerintahan SBY ogah mengambil opsi mengerek harga BBM bersubsidi, sekalipun syarat untuk menempuh kebijakan itu berdasarkan Undang-Undang APBN 2011 sudah terpenuhi. Yakni, harga minyak mentah Indonesia (ICP) rata-rata sudah 10% di atas asumsi ICP yang sebesar US$ 80 per barel.&lt;br /&gt;Memang beban rakyat tidak bertambah dengan keputusan pemerintah tidak menaikkan harga BBM bersubsidi. Tapi, yang lebih banyak menikmati kebijakan ini adalah pemilik mobil pribadi, yang notabenenya masyarakat kelas menengah atas. Soalnya, sekitar 53% kuota BBM bersubsisi yang tahun ini bakal mencapai 40,5 juta kiloliter kesedot oleh mobil pribadi.&lt;br /&gt;Jadi, adalah sangat-sangat bijak kalau memang tidak ingin mengerek harga BBM subsidi, Pemerintahan SBY melarang mobil pribadi menenggak BBM bersubsidi, kebijakan yang semestinya sudah bergulir sejak September tahun lalu. Tentu saja, keputusan ini cukup memenuhi rasa keadilan masyarakat.&lt;br /&gt;Makanya, merupakan langkah yang tepat ketika Pemerintahan SBY menghiupkan lagi program penghematan energi. Yang salah satu caranya memangkas bujet transportasi kementerian dan lembaga plus badan usaha milik negara (BUMN). Termasuk membatasi penggunaan mobil dinas.&lt;br /&gt;Bahkan, Pemerintahan SBY juga meminta pegawai negeri sipil (PNS) dan karyawan BUMN termasuk keluarganya untuk tidak memakai BBM bersubsidi. Harapannya, program ini bisa menjadi contoh untuk yang lain mengikuti jejak.&lt;br /&gt;Sayang, program penghematan itu hanya imbauan. Semestinya, Pemerintahan SBY lebih berani lagi, tidak sebatas imbauan. Kalau ada yang melanggar, tentu ada sanksi. Dengan begitu, kalau kebijakan ini jalan bisa berlanjut ke policy yang lebih luas lagi: melarang mobil pribadi memakai BBM bersubsidi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 8 Agustus 2011)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-2854987032498460731?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/2854987032498460731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=2854987032498460731' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/2854987032498460731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/2854987032498460731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2011/08/harus-lebih-berani.html' title='HARUS LEBIH BERANI'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-4195636385666609260</id><published>2011-08-05T19:07:00.000+07:00</published><updated>2011-08-05T19:08:39.911+07:00</updated><title type='text'>PAJAK UKM</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;September 2011 nanti, pemerintah bakal menggelar sensus pajak guna mendata semua wajib pajak potensial. Terutama yang selama ini belum menyetorkan pajak. Pemerintah melihat masih banyak wajib pajak yang belum membayar pajak, meski mengantongi penghasilan gede.&lt;br /&gt;Itu terlihat dari jumlah wajib pajak yang menyerahkan surat pemberitahuan tahunan (SPT) pajak. Sejauh ini, pemerintah mencatat, baru sekitar 9 juta wajib pajak yang menyetorkan SPT pajak, walau meningkat 1,3 juta wajib pajak dibandingkan dengan tahun lalu.&lt;br /&gt;Angka tersebut tentu saja jauh di bawah jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 237 juta orang lebih. Ditambah jumlah perusahaan yang punya tempat usaha terdaftar, jumlah pengusaha, ataupun orang yang bekerja. Jadi, potensi jumlah SPT masih bisa dikerek lagi.&lt;br /&gt;Makanya, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak akan melakukan penyisiran wajib pajak. Mulai di daerah industri, pemukiman, pusat perbelanjaan, perkantoran, apartemen, hingga sentra ekonomi.&lt;br /&gt;Untuk tahap pertama, Ditjen Pajak akan lebih banyak mengincar wajib pajak badan termasuk pengusaha kecil dan menengah. Usaha kecil dan menengah (UKM) memang menyimpan potensi pajak yang besar. Data Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan, jumlah UKM sudah menembus 54 juta unit.&lt;br /&gt;Ditjen Pajak mengendus banyak pengusaha UKM yang tidak membayar pajak, kendati beromzet ratusan juta per tahun. Selama ini kontribusi UKM terhadap produk domestik bruto (PDB) sekitar 61%. Cuma, pajak dari UKM hanya menyumbang 5% total penerimaan pajak.&lt;br /&gt;Demi keadilan, pemerintah memang harus memburu pajak dari UKM. Soalnya, buruh yang berpenghasilan di atas Rp 15,8 juta saja kena potongan pajak. Tentu tidak adil kalau pemerintah membiarkan UKM yang mengantongi laba puluhan juta tidak membayar pajak.&lt;br /&gt;Tapi, jangan sampai niat baik pemerintah ini justru menjadi penghambat bagi perkembangan UKM. Pemerintah harus taat pada aturan main yang mereka buat sendiri. Misalnya, membebaskan pajak atas UKM yang baru berdiri atau tahap investasi. Istilahnya, masih dalam proses tumbuh kembang.&lt;br /&gt;Dan, sebuah langkah yang bagus, pemerintah berencana memberi kemudahan dalam pembayaran dan perhitungan pajak bagi UKM. Yakni, perhitungan pajak UKM hanya berdasarkan omzet saja dan tarif pajaknya lebih rendah. Ini jelas sangat membantu pelaku UKM.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 15 Juli 2011)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-4195636385666609260?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/4195636385666609260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=4195636385666609260' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/4195636385666609260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/4195636385666609260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2011/08/pajak-ukm.html' title='PAJAK UKM'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-1739246643824315939</id><published>2011-08-05T19:05:00.000+07:00</published><updated>2011-08-05T19:07:13.320+07:00</updated><title type='text'>TKI</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Akhirnya, setelah mendapat tekanan dari sana-sini, termasuk kritikan yang membandingkan sapi Australia dengan tenaga kerja Indonesia (TKI), pemerintah menyetop sementara alias moratorium pengiriman pahlawan devisa kita ke Arab Saudi. Kebijakan ini berlaku mulai 1 Agustus 2011.&lt;br /&gt;Arab Saudi menjadi negara keempat setelah Malaysia, Yaman, dan Kuwait yang pemerintah tutup untuk sementara keran buat mengalirkan TKI nonformal. Pemerintah baru akan kembali membuka keran itu kalau Arab Saudi menandatangani nota kesepahaman atawa MoU tentang perlindungan TKI.&lt;br /&gt;Negeri Petro Dollar itu merupakan negara kedua terbesar setelah Negeri Jiran yang mempekerjakan TKI. Di Arab Saudi, ada sekitar 1,5 juta TKI yang bekerja. Sedang di Malaysia, lebih dari 2 juta pekerja Indonesia yang mengadu nasib, belum termasuk TKI ilegal.&lt;br /&gt;Moratorium selama ini menjadi senjata pamungkas yang ampuh untuk menekan negara-negara yang menjadi tujuan TKI. Sehingga, mereka mau memberikan perlindungan yang lebih serius kepada para TKI kita. Selain tentunya memberikan upah kerja yang layak.&lt;br /&gt;Tapi, yang perlu menjadi catatan penting kita, moratorium bukanlah solusi jangka panjang atau bahkan jaminan untuk melindungi TKI, khususnya yang bekerja sebagai pembantu rumahtangga. Kalau benar-benar ingin tidak ada lagi kekerasan terhadap TKI, tentu ke depannya Indonesia tak perlu lagi mengirim tenaga kerja ke luar negeri.&lt;br /&gt;Cuma masalahnya, jutaan warga kita bakal menjadi pengangguran. Di Indonesia tidak ada pekerjaan bagi mereka yang berpendidikan pas-pasan bisa menghasilkan gaji yang besar seperti menjadi TKI. Tak heran, banyak warga kita yang memilih mengadu nasib ke negeri orang demi mendapatkan penghidupan yang lebih baik lagi.&lt;br /&gt;Kisah sukses menjadi TKI yang mereka dengar dari saudara, tetangga satu kampung, atau media massa juga menjadi pendorong orang kita berbondong-bondong ingin bekerja di luar negeri. Ini fakta yang tidak boleh kita lupakan, di samping kisah pahit yang menimpa TKI.&lt;br /&gt;Ya, selagi negara kita belum bisa memberikan pekerjaan dengan gaji yang layak, memang tak ada alasan untuk mencegah mereka pergi. Hanya saja, pemerintah tidak boleh asal dalam mengirim TKI. Pemerintah harus betul-betul selektif. Mulai dari TKI, perusahaan jasa pengerah, negara tujuan penempatan, hingga majikan. Sehingga, kisah pilu TKI tidak terus berulang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 24 Juni 2011)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-1739246643824315939?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/1739246643824315939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=1739246643824315939' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/1739246643824315939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/1739246643824315939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2011/08/tki.html' title='TKI'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-3004091993940867129</id><published>2011-06-10T18:23:00.000+07:00</published><updated>2011-06-10T18:25:16.958+07:00</updated><title type='text'>LI NA</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Li Na mengukir sejarah baru. Petenis putri asal China ini menjadi orang Asia pertama yang menjadi jawara grand slam, kejuaraan tenis paling bergengsi di dunia yang biasanya menjadi dominasi petenis asal Amerika Serikat atau negara-negara Eropa.&lt;br /&gt;Perempuan 29 tahun ini baru saja menjuarai Prancis Terbuka atau populer juga dengan sebutan Roland Garros. Sebelumnya, Li Na juga mengejutkan publik dunia khususnya Asia setelah berhasil masuk final Australia Terbuka, grand slam lainnya. Dua lagi: Amerika Serikat Terbuka dan Wimbledon, Inggris.&lt;br /&gt;Li Na bukanlah orang China pertama yang mengangkat nama Negeri Tembok Raksasa di dunia olahraga, khususnya di cabang olahraga populer di jagad ini. Ada Yao Ming yang bermain di NBA, kompetisi bola basket paling populer di Negeri Paman Sam dan muka bumi.&lt;br /&gt;Prestasi hebat China lainnya, juara umum Olimpiade Beijing 2008. Ini merupakan kali pertama China sekaligus negara Asia yang menjadi kampiun dalam pesta olahraga paling akbar sejagad tersebut.&lt;br /&gt;China tak cuma luar biasa di dunia olahraga. Di sektor ekonomi, negara dengan jumlah penduduk terbesar di planet Bumi ini sudah menjelma menjadi macan dunia. Begitu juga di bidang teknologi, China berhasil membuat kapal terbang bermesin jet dan pesawat luar angkasa.&lt;br /&gt;Tapi, China tidak hanya berhasil membuat burung besi. Mereka juga cukup sukses memasarkannya. Contoh, Merpati membeli 15 pesawat berbaling-baling MA-60. Pasalnya, industri strategis yang bisa mengangkat nama China dapat dukungan penuh dari pemerintah.&lt;br /&gt;Merpati yang tidak punya uang, misalnya, tidak perlu membeli tunai 15 pesawat propeler yang kini menuai kontroversi itu. Sebab, mereka mendapat pinjaman lunak dari bank pelat merah China. Jadi, nggak heran kalau Merpati tidak lagi melirik pesawat baling-baling buatan PT Dirgantara Indonesia (DI).&lt;br /&gt;Seharusnya, semua industri strategis Indonesia juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah, termasuk modal kerja. Perbankan lokal khususnya milik pemerintah juga ikut mendukung dengan memberi pinjaman lunak. Sehingga, PTDI, PT PAL, dan industri strategis lainnya bisa memenuhi permintaan terutama dari luar negeri yang bisa mengerek citra negara kita.&lt;br /&gt;Dulu, pemerintah pernah berencana membiayai pembelian mesin perang TNI dari industri dalam negeri lewat pinjaman bank lokal. Tapi, rencana ini mandek karena payung hukumnya tidak jadi-jadi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 7 Juni 2011)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-3004091993940867129?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/3004091993940867129/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=3004091993940867129' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/3004091993940867129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/3004091993940867129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2011/06/li-na.html' title='LI NA'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-2477996249629675302</id><published>2011-05-18T18:34:00.000+07:00</published><updated>2011-05-18T18:35:40.061+07:00</updated><title type='text'>SAWAH</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Kalau tidak ada gangguan hama dan cuaca, di tahun-tahun mendatang, luas sawah di Indonesia yang bakal panen bertambah 570.000 hektare. Itu berarti, produksi gabah kering giling kering nasional naik 3,75 juta ton atau setara dengan 2 juta ton beras.&lt;br /&gt;Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tahun lalu, luas sawah yang panen di negara kita mencapai 13,24 juta hektare dan menghasilkan 66,41 juta ton gabah kering giling. Rata-rata setiap hektare memproduksi 50.14 ton gabah kering giling.&lt;br /&gt;Tambahan produksi itu berasal dari Gerakan Peningkatan Produksi Pangan berbasis Korporasi (GP3K) yang digalang sejumlah badan usaha milik negara (BUMN). PT Pertani, PT Sang Hyang Seri, PT Pupuk Sriwidjaja, serta Perum Jasa Tirta I dan II masing-masing menyediakan bibit, pupuk, dan pengairan. Lalu, Perum Perhutani, PT Inhutani, dan PT Perkebunan Nusantara menyiapkan lahan, sedang Perum Bulog untuk pengelolaan hasil produksi.&lt;br /&gt;Ya, pemerintah memang tidak bisa terus-terusan berharap pada petani untuk mendongkrak produksi padi. Apalagi, jumlah areal persawahan terus menyusut dari tahun ke tahun akibat alih fungsi lahan menjadi perumahan, misalnya.&lt;br /&gt;Memang, data BPS menunjukkan, produksi gabah terus menanjak. Contoh, tahun 2007, produksi gabah hanya 57,15 juta ton. Di 2008 dan 2009, angkanya naik masing-masing jadi 60,32 juta ton dan 64,39 juta ton. Tapi, kenaikan produksi itu masih belum cukup memenuhi kebutuhan penduduk Indonesia yang juga terus bertambah tiap tahun menjadi 237,56 juta jiwa pada 2010.&lt;br /&gt;Alhasil, Bulog terpaksa mendatangkan beras dari negara tetangga, seperti Vietnam dan Thailand, sebanyak 1,9 juta ton sejak tahun lalu. Sebanyak 1,3 juta ton di antaranya masuk ke Indonesia sepanjang Januari hingga Maret 2011.&lt;br /&gt;Perusahaan pelat merah yang akhirnya mau turun tangan membantu pemerintah untuk mendongkrak produksi padi patut diacungi jempol. Apalagi, kalau gerakan tersebut betul-betul menjadi kenyataan, tak hanya di atas kertas.&lt;br /&gt;Tapi yang perlu dicermati, bisa jadi BUMN mau ikut ambil bagian dalam GP3K, karena mendapat jaminan gabah atau beras mereka bakal ditebus minimal sesuai harga pembelian pemerintah (HPP). Kan yang membeli Bulog langsung.&lt;br /&gt;Nah, mungkin petani akan kembali semangat menanam padi kalau mereka dapat jaminan yang sama. Soalnya, gabah atau beras mereka sering dihargai jauh di bawah HPP, terutama saat panen tiba.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 16 Mei 2011)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-2477996249629675302?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/2477996249629675302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=2477996249629675302' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/2477996249629675302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/2477996249629675302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2011/05/sawah.html' title='SAWAH'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-7475993184907428530</id><published>2011-05-18T18:30:00.002+07:00</published><updated>2011-05-18T18:36:09.188+07:00</updated><title type='text'>MISI PENTING SANG MERPATI</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Kabut duka kembali menyelimuti dunia penerbangan Indonesia. Sabtu (7/5) dua pekan lalu, pesawat Merpati Nusantara Airlines jenis MN-60 jatuh dan hancur berkeping-keping di perairan Kaimana, Papua. Seluruh penumpang dan awak kabin yang berjumlah 25 orang tewas. Kecelakaan tragis yang terjadi hanya 500 meter dari Bandara Utarom itu menambah panjang daftar kecelakaan pesawat di Indonesia.&lt;br /&gt;Nasib yang sama tragis juga menimpa perusahaan penerbangan pelat merah ini. Sejak tahun 1970-an hingga kini, saban tahun, Merpati nyaris selalu merugi. Sampai-sampai utang maskapai itu menggunung sampai Rp 1,3 triliun di awal 2000-an, jauh di atas aset mereka yang cuma Rp 800 miliar. Memang, awal tahun 1990-an, Merpati boleh dibilang mencecap masa jaya. Saat itu, Merpati punya 86 pesawat yang juga menerbangi rute internasional. Toh, semua itu tetap tak mampu menyelamatkan perusahaan itu. Hampir tiap tahun terus saja mencetak kerugian.&lt;br /&gt;Kejatuhan Merpati hingga ke tubir kebangkrutan tak lepas dari keputusan berani manajemen lama mengerek status maskapai dengan modal awal Rp 10 juta, dari penerbangan perintis menjadi penerbangan nasional bahkan internasional. Akibatnya, Merpati membeli dan menyewa beragam jenis pesawat termasuk yang menggendong mesin jet yang boros bahan bakar. Perusahaan yang sempat bergabung dengan Garuda Indonesia di tahun 1978 ini pun menjadi tidak efisien. Ditambah, jumlah karyawan yang mencapai 2.600 orang menjadi bom waktu di kemudian hari.&lt;br /&gt;Toh, pemerintah tetap mempertahankan mati-matian Merpati yang terus-terusan merugi dan nyaris bangkrut, walau ada opsi melikuidasi maupun memailitkan maskapai ini. Alasannya, Merpati mengemban misi penting sebagai penerbangan perintis. Maklum, Indonesia sangat luas dan terdiri dari pulau-pulau serta daerah-daerah terpencil.&lt;br /&gt;Itu sebabnya, pemerintah yang menyuntikkan modal tambahan Rp 350 miliar untuk biaya restrukturisasi di tahun 2007, termasuk ongkos mem-PHK separuh karyawannya atau 1.300 orang, mengembalikan tugas utama Merpati sebagai penerbangan perintis yang tidak banyak dilirik maskapai lainnya. Soalnya, menerbangi rute-rute ke daerah terpencil banyak ruginya ketimbang untungnya.&lt;br /&gt;Saat ini, Merpati menjadi pasien Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA) yang terus mendapat asupan modal demi melakoni tugas mahapenting itu. Tak berlebihan memang, lantaran penerbangan perintis juga bisa membangkitkan ekonomi di daerah-daerah terpencil. Yang juga tak kalah penting, ikut menjaga keutuhan bangsa. Pasalnya, masyarakat di daerah terpencil menjadi tidak merasa dianaktirikan dengan kehadiran Merpati di tempat mereka.&lt;br /&gt;Tapi semestinya, pemerintah juga membantu Merpati dalam pengadaaan pesawat propeler atau baling-baling yang berkualitas. Jangan asal murah supaya dapat banyak kapal terbang. Karena, rute-rute perintis mengandung resiko yang sangat besar, tak jarang harus melintasi daerah pegunungan dengan cuaca yang tak menentu seperti di Papua. Butuh biaya besar memang. Mengutip pernyataan Jusuf Kalla: menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia itu ada ongkosnya dan gede.&lt;br /&gt;Cuma, pemerintah juga harus memikirkan untuk mengalihkan sebagian beban Merpati sebagai penerbangan perintis ke maskapai swasta. Saat ini, baru segelintir perusahaan swasta yang mau melayani rute perintis. Pemerintah mesti memberikan insentif bagi maskapai swasta yang mau membuka rute perintis. Misalnya, pembebasan pajak selama jangka waktu tertentu (tax holiday).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Mingguan KONTAN, Minggu Ketiga Mei 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-7475993184907428530?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/7475993184907428530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=7475993184907428530' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/7475993184907428530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/7475993184907428530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2011/05/misi-penting-sang-merpati.html' title='MISI PENTING SANG MERPATI'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-7729185941934438749</id><published>2011-05-05T20:36:00.000+07:00</published><updated>2011-05-05T20:37:56.537+07:00</updated><title type='text'>INVESTOR</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Selalu ada hikmah di balik bencana. Bahkan lebih dari itu, juga ada keuntungan di sana. Maaf, bukan maksud ingin menari di atas penderitaan. Tapi, begitulah kenyataan yang terjadi. Contoh, usai monster tsunami meluluhlantakkan pesisir Aceh di pengujung tahun 2004 lalu, pemburu besi tua menangguk untung besar dari mengumpulkan besi-besi sisa bangunan yang hancur tak berbentuk.&lt;br /&gt;Nah, boleh dibilang, Indonesia mendapat "berkah" dari bencana tsunami yang memorakporandakan pesisir timur Jepang pada pertengahan Maret 2011 lalu.&lt;br /&gt;Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawady mengatakan, semenjak terpukul gelombang laut raksasa itu, industri Negeri Matahari Terbit merosot 50%. Pasca bencana itu, industri di sana kekurangan bahan baku, terutama suplai energi.&lt;br /&gt;Untuk mengantisipasi, solusinya mereka merelokasi industri ke luar Jepang. Dan, Jepang sudah memberi sinyal untuk mendirikan beberapa industri di Indonesia. Tim Bea Cukai dan Departemen Perdagangan Jepang telah datang dan menanyakan teknis membuka industri.&lt;br /&gt;Jepang tertarik membangun beberapa industri, seperti makanan, elektronik, dan ban. Dan, permintaan mereka tidak neko-neko: hanya meminta kemudahan birokrasi saja. Tentu, pemerintah tidak sulit untuk mengabulkannya bukan? Apalagi, pesaing kita dalam menggaet Jepang cukup banyak. Ada Malaysia, Thailand, dan Filipina yang gencar menawarkan diri ke Jepang.&lt;br /&gt;Pemerintah harus melanjutkan sinyal positif penanaman modal selama kuartal I-2011. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, nilai realisasi investasi langsung mencapai Rp 53,6 triliun atau 22,3% dari target investasi pada 2011 sebesar Rp 240 triliun.&lt;br /&gt;Tentu, pemerintah tidak sebatas memberikan kemudahan birokrasi saja, tapi juga insentif lain. Misalnya, pemanis berupa penangguhan pajak penghasilan untuk jangka waktu tertentu atau tax holiday. Namun, tetap harus memenuhi kriteria yang tidak memukul industri lokal. Yakni, investor harus memenuhi syarat industri pionir, menciptakan banyak lapangan kerja, membawa teknologi baru, masuk ke daerah-daerah kecil dan terbelakang, dan memberikan nilai tambah bagi industri.&lt;br /&gt;Jadi, meski menerima dengan tangan terbuka investor asing, pemerintah tetap tidak boleh membabi buta. Hanya industri yang tidak mengancam produk-produk lokal saja yang boleh masuk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#33cc00;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 27 April 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-7729185941934438749?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/7729185941934438749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=7729185941934438749' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/7729185941934438749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/7729185941934438749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2011/05/investor.html' title='INVESTOR'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-5795075251409205831</id><published>2011-04-08T21:42:00.006+07:00</published><updated>2011-04-08T21:50:32.533+07:00</updated><title type='text'>IMBAUAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Pemerintah tampaknya tidak belajar dari pengalaman yang sudah-sudah. Hanya berbekal imbauan yang menyindir, pemerintah ingin pemilik mobil mewah menyetop kebiasaan menggunakan bahan bakar minyak (BBM) subsidi khususnya premium.&lt;br /&gt;Mulai 1 April 2011 lalu, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina dipenuhi spanduk. Salah satunya spanduk yang bertuliskan: Premium adalah BBM bersubsidi yang hanya untuk golongan tidak mampu. Jika ada pemilik mobil mewah membeli premium, mereka tetap dilayani. Tetapi, petugas pom bensin akan menyindir, "Tidak salah nih Pak/Bu!"&lt;br /&gt;Padahal, semua orang tahu jurus ini tidak ampuh-ampuh amat. Imbauan berupa spanduk itu sudah membentang di SPBU Pertamina sejak pemerintah berencana membatasi pemakaian BBM bersubsidi akhir tahun lalu. Hasilnya, tetap saja pemilik mobil mewah tanpa malu-malu membeli premium. Apalagi setelah harga Pertamax menembus level Rp 8.700 per liter.&lt;br /&gt;Begitu juga setelah pemerintah makin gencar mengeluarkan imbauan plus sindiran. Sami mawon. Lihat saja, pemilik mobil mewah tetap cuek bebek kayak orang bodoh mengantre beli premium di SPBU di belakang angkutan kota.&lt;br /&gt;Urat malu sebagian orang Indonesia memang sudah putus. Jadi, kalau sebatas sindiran apalagi cuma imbauan, sudah enggak mempan lagi. La, menerabas lampu merah yang jelas-jelas melanggar aturan saja, orang kita tidak takut, kok.&lt;br /&gt;Jadi, kalau pemerintah mau anggaran subsidi tidak jebol, langkah paling bijak adalah melarang mobil pribadi jenis tertentu menenggak premium. Sebab, penolakannya tidak bakal senyaring jika mengerek harga BBM bersubsidi.&lt;br /&gt;Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa pernah mengatakan, hanya dengan membatasi premium di wilayah Jabodetabek saja, pemerintah bisa menghemat anggaran subsidi BBM hingga Rp 2 triliun per tahun.&lt;br /&gt;Nah, sebagian anggaran ini harus dipakai untuk membiayai pengadaan transportasi umum yang murah, nyaman, dan aman. Ambil contoh, memperbanyak armada busway. Sehingga, orang tidak perlu lagi menunggu lama di halte dan berdesak-desakan di dalam bus.&lt;br /&gt;Dengan begitu, pemilik kendaraan pribadi tak punya alasan lagi untuk tidak beralih ke angkutan umum. Manfaat selanjutnya dengan migrasi tersebut, tentu saja, kemacetan yang selama ini membelenggu kawasan Ibukota bisa sedikit terurai.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 7 April 2011)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-5795075251409205831?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/5795075251409205831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=5795075251409205831' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/5795075251409205831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/5795075251409205831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2011/04/imbauan.html' title='IMBAUAN'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-5218176480262205552</id><published>2011-03-23T20:24:00.005+07:00</published><updated>2011-03-23T20:34:00.649+07:00</updated><title type='text'>KOPI KEBON JERO</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-XV39B3OYYTY/TYn1-BddZSI/AAAAAAAAAME/zOYz7apr_Nc/s1600/IMG_0302.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; FLOAT: left; HEIGHT: 150px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5587267258622502178" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/-XV39B3OYYTY/TYn1-BddZSI/AAAAAAAAAME/zOYz7apr_Nc/s200/IMG_0302.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-x9PRo1_O_Zk/TYn1bYTf_AI/AAAAAAAAAL8/Y_FvJEi2rbs/s1600/IMG_0292.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; FLOAT: right; HEIGHT: 150px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5587266663459322882" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/-x9PRo1_O_Zk/TYn1bYTf_AI/AAAAAAAAAL8/Y_FvJEi2rbs/s200/IMG_0292.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33cc00;"&gt;Bali tidak hanya terkenal sebagai daerah tujuan wisata dunia. Pulau Dewata ini juga tersohor sebagai penghasil kopi robusta terbaik di Bali. Perkebunan itu tersebar di Tabanan dan Buleleng. Kopi robusta dari perkebunan Banjar Kebon Jero berkualitas paling top ketimbang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33cc00;"&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;KEBON Jero dalam bahasa Bali berarti kebun tikus. Tapi, banjar yang terletak di Desa Munduk Temu, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan ini bukan pembudidaya binatang pengerat itu. Daerah tersebut adalah daerah penghasil kopi robusta terbaik di Pulau Dewata dengan kualitas ekspor. "Kami berani bilang begitu karena kualitas kopi kami juara satu tingkat provinsi ," kata I Made Sana, salah seorang pekebun kopi robusta di Banjar Kebon Jero. Made mengungkapkan, pada tahun 1990-an banyak petani kopi dari luar Bali yang datang ke kebon jero untuk belajar cara menanam kopi robusta. Termasuk mahasiswa yang praktek kerja lapangan. I Ketut Sukarya, pengurus Subak Abian Kebon Jero, bahkan berani mengklaim bahwa kopi robusta dari Banjar kebon jero merupakan yang terbaik di Indonesia. Areal perkebunan kopi ini berada di perbukitan Pupuan, Tabanan. Untuk mencapai kebon jero tidak terlalu sulit. Butuh waktu sekitar dua jam perjalanan darat dari Kota Tabanan ke arah Pelabuhan Gilimanuk. Sampai di pertigaan Antosari belok kanan ke arah Singaraja. Dari situ, pemandangan sawah yang berundak-undak akan memanjakan mata Anda. Ya, Tabanan juga merupakan salah satu lumbung padi di Bali. Sampai di pertigaan Pupuan, terus saja hingga pertigaan Desa Munduk Temu. Dari sini, jalan mulai berkelok-kelok dan naik turun yang kanan kirinya kebun kopi. Banjar kebon jero ada di ujung desa. Papan bertuliskan Desa Pekraman kebon jero sebagai tanda Anda memasuki banjar yang berada di ketinggian 600 hingga 700 di atas permukaan laut itu. Menurut Ketut, semua penduduk kebon jero yang berjumlah 225 kepala keluarga (KK) berprofesi sebagai pekebun kopi robusta. "Luas kebun kopi di banjar kami sekitar 400 hektare," ujar dia. Pekebun kopi robusta kebon jero adalah perintis penanaman kopi secara modern di Bali pada tahun 1970-an. Maksudnya modern, cara menanam kopinya sudah ditata. Contoh, tinggi maksimal tanaman kopi harus 1,5 meter. Lebih dari itu harus dipotong. Lalu, pekebun melakukan klon cabang tanaman kopi robusta asli kebon jero dengan bibit unggul. "Sebelumnya, tanaman kopi dibiarkan tumbuh tanpa dilakukan penataan," ungkap Ketut. Di masa jayanya, pada era 1990-an, setiap hektare kebonkopi robusta di kebon jero bisa menghasilkan 4 ton kopi kering dengan kadar air 12%. Warga setempat menyebutnya kopi beras. Kala itu, harga kopi beras bisa mencapai Rp 2 juta per satu kuintal atau Rp 20.000 per kilogram (kg) saat musim panen (1 kuintal=100 kg). Sekarang, menurut Made, harga kopi beras menurun menjadi sekitar Rp 14.000 per kg atau Rp 1,4 juta per kuintal. Selain harga menyusut, produksi juga ikut-ikutan merosot, maksimal 2 ton per hektare. Itupun hanya kebun-kebun tertentu. "Unsur hara dalam tanah sebagai penyubur alami tanaman mulai berkurang," keluh Made yang mengelola satu hektare kebun. Saat ini, pekebun kopi robusta di kebon jero ratarata hanya menghasilkan 1,2 ton kopi beras per hektare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim hujan yang panjang membuat tanaman kopi malas berbuah. Pekebun kopi robusta di Banjar Kebon Jero gigit jari lantaran panen tahun ini bakal merosot tajam. Tak heran, ada petani yang menanam tanaman lain di kebun mereka.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;SEPANJANG pekan kedua Maret lalu, saban hari, hujan mengguyur Banjar Kebon Jero. Sejak tahun kemarin, hujan rajin menyambangi desa Pekraman di Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan ini. Bahkan, saat musim kemarau sekalipun. Cuaca tidak bersahabat ini mulai menebar mimpi buruk bagi para pekebun kopi robusta di Kebon Jero. Buahbuah kopi yang mestinya sudah menggerombol di cabang-cabang tanaman kopi masih tampak jarang. Musim hujan yang terlalu panjang dan turun dengan deras sudah membuat bunga kopi membusuk lantaran tidak terjadi penyerbukan. Maklum, "Proses ini butuh sinar matahari," kata I Made Sana, salah satu pekebun kopi Kebon Jero. Buntutnya, Made mengungkapkan, produksi kopi bakal anjlok. Pembantu Pemangku kebon jero itu memperkirakan, panen kopi tahun ini bisa turun hingga 50% ketimbang tahun lalu. "Sekarang, para pekebun kopi menjerit," tegas dia. Celakanya, nasib tanaman coklat alias kakao yang menjadi sumber penghasilan tambahan sama saja. Malah lebih parah. Tanaman yang tak mengenal musim panen ini, tutur Made, sudah enam bulan terakhir tidak berbuah. Selain hujan yang turun terus menerus, Made menambahkan, panen coklat yang gagal total juga akibat serangan hama pengerek buah atawa kutu buah. Untungnya, I Nyoman Juwena, pekebun kopi lainnya, mengatakan, musim hujan yang panjang mendatangkan berkah baru. Burung punglor yang selama 15 tahun belakangan juga menjadi sumber pemasukan para pekebun makin banyak bersarang di kebun kopi. Burung yang memiliki kicauan indah ini punya harga jual tinggi. Bayi punglor laku Rp 250.000 per ekor. "Ada pekebun yang musim hujan ini dapat 25 anak punglor," ujar dia. Toh, I Ketut Sukarya, pengurus Subak Abian Kebon Jero, menuturkan, semangat sebagian pekebun mulai mengendur. Soalnya, kopi tak lagi menjanjikan. Dulu, harga satu kuintal atau 100 kilogram kopi minimal sama dengan empat kuintal beras. Kini, hanya setara dengan dua kuintal beras. "Pekebun dapat untung apa?" tanya Ketut. Apalagi, biaya pemupukan dan perawatan kebun kopi lainnya sekarang mencapai Rp 5 juta per hektare. Itu sebabnya, banyak petani yang tergoda menanam tanaman lain yang bernilai tinggi, seperti pohon mahoni dan jati, serta tanaman buah-buahan, semisal manggis dan salak. Pelbagai tanaman ini bahkan sudah merangsak ke bagian tengah kebun. Biasanya di pinggir kebun sekaligus sebagai pembatas dengan kebun milik pekebun lain. "Entah sampai kapan kopi bertahan, karena tanaman kopi butuh sinar 50%-70%," imbuh Ketut. Masalah lain: pemasaran hasil panen. Para pekebun terjerat jaring pengepul yang tentu harga jual kopi tidak terlalu tinggi-tinggi amat. Sebenarnya, Made bilang, pekebun pernah menggandeng eksportir dari Singaraja bahkan importir asal Prancis dengan harga jual yang lebih tinggi ketimbang pengepul. Ya, kopi-kopi kebon jero memiliki kualitas grade tiga dan diekspor ke sejumlah negara di benua Eropa. Tapi, kerjasama ini hanya bertahan sebentar. Pengepul yang tidak terima, kemudian bergerilya mendatangi satu per satu pekebun dengan menawarkan harga jual yang lebih tinggi. Pekebun pun luluh. Cuma, harga yang tinggi ini hanya berlaku saat itu. Setelahnya, harga kembali seperti dulu. "Pengepul berjaya lagi," kata Made.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;(S.S. Kurniawan, Harian KONTAN, 21-22 Maret 2011)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-5218176480262205552?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/5218176480262205552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=5218176480262205552' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/5218176480262205552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/5218176480262205552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2011/03/kopi-kebon-jero.html' title='KOPI KEBON JERO'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-XV39B3OYYTY/TYn1-BddZSI/AAAAAAAAAME/zOYz7apr_Nc/s72-c/IMG_0302.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-8141226171708179108</id><published>2011-03-18T20:21:00.002+07:00</published><updated>2011-03-23T20:24:18.557+07:00</updated><title type='text'>ARYA-ARVA</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-eI6jug38aZM/TYn0MAkfKXI/AAAAAAAAAL0/VmQSIg_iTp4/s1600/IMG_0147.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 240px; FLOAT: left; HEIGHT: 320px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5587265299878455666" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/-eI6jug38aZM/TYn0MAkfKXI/AAAAAAAAAL0/VmQSIg_iTp4/s320/IMG_0147.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-nEi-hDS3NdA/TYn0L1TZK_I/AAAAAAAAALs/4fUXHC7z94g/s1600/IMG_0146.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; FLOAT: left; HEIGHT: 240px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5587265296853969906" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/-nEi-hDS3NdA/TYn0L1TZK_I/AAAAAAAAALs/4fUXHC7z94g/s320/IMG_0146.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-fh4uGLVNppE/TYn0LR7bIpI/AAAAAAAAALk/Ek1FsSE9D_I/s1600/DSC01694.JPG"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; FLOAT: left; HEIGHT: 240px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5587265287358194322" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/-fh4uGLVNppE/TYn0LR7bIpI/AAAAAAAAALk/Ek1FsSE9D_I/s320/DSC01694.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-8141226171708179108?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/8141226171708179108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=8141226171708179108' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/8141226171708179108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/8141226171708179108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2011/03/arya-arva.html' title='ARYA-ARVA'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-eI6jug38aZM/TYn0MAkfKXI/AAAAAAAAAL0/VmQSIg_iTp4/s72-c/IMG_0147.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-8927619229833664733</id><published>2011-03-18T20:17:00.001+07:00</published><updated>2011-03-18T20:20:03.871+07:00</updated><title type='text'>60+</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Hujan deras yang mengguyur kawasan Jakarta, Rabu (16/3) lalu, dan menciptakan genangan air hingga setinggi setengah meter di beberapa titik, kembali melumpuhkan lalu lintas di sejumlah ruas jalan ibukota. Angin kencang yang menyertainya menumbangkan puluhan pohon.&lt;br /&gt;Siang menjelang sore itu, hujan hanya turun dua jam saja. Tapi, Kepala Pemberdayaan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Tarjuki bilang, curah hujan itu setara dengan curah hujan untuk kurun waktu satu bulan, yakni mencapai 108 milimeter.&lt;br /&gt;Ya, cuaca di muka Bumi ini memang semakin ekstrem. Dampak perubahan iklim akibat pemanasan global makin kentara. Dan, perubahan iklim merupakan salah satu ancaman kehidupan di planet kita yang paling signifikan.&lt;br /&gt;Salah satu cara untuk menghambat percepatan pemanasan global adalah dengan mengajak setiap individu melakukan perubahan gaya hidup. Contoh, WWF mengajak publik untuk melakukan perubahan gaya hidup yang sederhana dan murah, yakni hemat energi.&lt;br /&gt;Tahun ini, persisnya, 26 Maret 2011, pukul 20.30-21.30, WWF kembali mengajak individu, praktisi bisnis, pemerintah, dan sektor publik lainnya di seluruh dunia termasuk Indonesia untuk turut serta mematikan lampu, hanya selama 1 jam saja: Earth Hour 60+.&lt;br /&gt;60+ artinya, kita tidak hanya memadamkan lampu selama 60 menit, tapi juga menghemat energi setelahnya. Termasuk kegiatan ramah lingkungan lain, seperti bersepeda, menggunakan transportasi umum, dan menanam pohon. Setelah satu jam, jadikan gaya hidup!&lt;br /&gt;Makanya, Gubernur DKI Fauzi Bowo berencana tidak cuma menggelar kegiatan Earth Hour setahun sekali, tetapi beberapa kali. Contoh, pada Hari Bumi yang jatuh setiap tanggal 22 April dan Hari Lingkungan Hidup tiap 5 Juni. Jadi, menghemat energi sebagai way of life, bagian pola hidup ke depan.&lt;br /&gt;WWF menghitung, kalau 10% warga Jakarta berpartisipasi dalam Earth Hour, kita bisa menghemat konsumsi listrik sebesar 300 megawatt (MW). Itu berarti, setara dengan mematikan satu pembangkit listrik dan menghemat 267,3 ton CO2 atau gas rumah kaca.&lt;br /&gt;Jauh sebelum gerakan Earth Hour muncul pada 2007 lalu, masyarakat Bali sudah melakukannya dengan melaksanakan Catur Brata. Dalam hitung-hitungan PLN, saban Nyepi, warga Pulau Dewata menghemat konsumsi setrum 450 MW.&lt;br /&gt;Ayo, selamatkan Bumi!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 18 Maret 2011)&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-8927619229833664733?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/8927619229833664733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=8927619229833664733' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/8927619229833664733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/8927619229833664733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2011/03/60.html' title='60+'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-4038703062141206302</id><published>2011-03-02T21:19:00.001+07:00</published><updated>2011-03-18T20:20:48.281+07:00</updated><title type='text'>MENCLA-MENCLE</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Naga-naganya, pemerintah akan menunda untuk kedua kalinya pelaksanaan pembatasan bahan bakar minyak alias BBM bersubsidi, yang semestinya mulai bergulir secara terbatas di wilayah Jabodetabek lebih dulu pada 1 April 2010 nanti.&lt;br /&gt;Tapi, kali ini, alasan yang dipakai pemerintah tidak cuma ketidaksiapan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) saja. Harga minyak mentah dunia yang terbang bebas hingga menembus level psikologis US$ 100 per barel dan inflasi bahan pangan atau food inflation juga menjadi penyebab pemerintah kembali menunda pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi.&lt;br /&gt;Padahal, semua orang tahu, usai menunda pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi untuk pertama kalinya yang seharusnya pada Oktober 2010 lalu, pemerintah tegas-tegas menjamin tidak bakal ada penundaan lagi. Artinya, kebijakan yang melarang mobil pribadi menenggak premium dan solar akan berlaku mulai April 2011 nanti.&lt;br /&gt;Toh, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan, sikap baru ini bukan berarti pemerintah mencla-mencle. Ia punya alasan: pemerintah harus mencari solusi untuk masyarakat.&lt;br /&gt;Hanya saja, sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo di hadapan anggota DPR tetap menyampaikan bahwa kebijakan untuk memangkas anggaran subsidi BBM itu berlaku per 1 April mendatang; walau akhirnya, bekas Direktur Utama Bank Mandiri ini bilang, pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi bisa saja ditunda. Cuma, memang konsekuensinya: pemerintah harus menambah bujet subsidi BBM hingga Rp 6 triliun.&lt;br /&gt;Inilah akibatnya kalau kebijakan mahapenting tidak betul-betul dipersiapkan secara matang. Lihat saja, meski sudah jauh-jauh hari pemerintah menyatakan akan menerapkan pembatasan BBM bersubsidi, kajian belum juga kelar. Tim Pengkaji Pengaturan BBM Bersubsidi baru akan menyerahkan kajiannya akhir bulan ini. Itu juga kalau tidak ada aral melintang.&lt;br /&gt;Celakanya, masyarakat telanjur punya ekspektasi atas pembatasan BBM bersubsidi. Buntutnya, sudah ada harga barang dan jasa yang bergerak naik lebih dulu. Inflasi pun menanjak. Jadi, seharusnya, pemerintah tak perlu buru-buru mengumbar rencana yang belum matang, apalagi kebijakan itu sangat bergantung pada faktor eksternal.&lt;br /&gt;Semoga, kalau benar ditunda, ini menjadi penundaan terakhir, supaya anggaran subsidi BBM tidak terus-terusan salah sasaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 25 Februari 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-4038703062141206302?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/4038703062141206302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=4038703062141206302' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/4038703062141206302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/4038703062141206302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2011/03/mencla-mencle.html' title='MENCLA-MENCLE'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-3937889632091755616</id><published>2011-02-06T19:10:00.002+07:00</published><updated>2011-02-06T19:13:21.566+07:00</updated><title type='text'>PENYELAMAT</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Terbakarnya Kapal Motor Penyeberangan (KMF) Laut Teduh II di Selat Sunda menambah panjang daftar kecelakaan transportasi di Indonesia. Sedikitnya 28 orang tewas dalam kecelakaan yang terjadi Jumat (28) dini hari pekan lalu itu.&lt;br /&gt;Sejatinya, kabar terbakarnya kapal feri yang mengangkut sekitar 400 penumpang tersebut sampai ke tim penyelamat yang ada di darat. Tapi, mereka tak bisa berbuat banyak karena tidak memiliki peralatan yang bisa menjangkau ke lokasi dalam waktu cepat.&lt;br /&gt;Akhirnya, penyelamatan ratusan penumpang yang terjun ke laut bebas terutama hanya berpangku pada sesama kapal feri yang lewat saja. Untung, kecelakaan itu terjadi di Selat Sunda yang sibuk dengan lalu lalang kapal-kapal penyeberangan dari Merak ke Bakauheni dan sebaliknya selama 24 jam.&lt;br /&gt;Tapi, tentu ceritanya akan lain kalau kita punya tim penyelamat perairan dan peralatan sekelas Coast Guard, Amerika Serikat. Bisa jadi, korban yang tewas tidak sebanyak itu. Dan, KMF Laut Teduh II dibekali peralatan pemadam kebakaran yang memadai.&lt;br /&gt;Tapi, mesin pembunuh tak hanya ada di lautan. Tapi juga, di jalan- jalan di Indonesia. Dengan perilaku pengendara yang tidak disiplin dan ugal-ugalan, jalan-jalan di negara kita bisa menjadi mesin pembunuh yang sangat mematikan.&lt;br /&gt;Celakanya, pemerintah khususnya pemerintah daerah tidak semua yang menyiapkan ambulans gawat darurat lengkap dengan paramedis yang memiliki kemampuan penanganan pra-rumah sakit.&lt;br /&gt;Baru Pemerintah DKI Jakarta saja yang punya fasilitas emergensi ini. Tapi, jumlah unitnya masih terbatas sehingga tidak bisa melayani semua panggilan gawat darurat dari seluruh penjuru ibukota. Apalagi, belum banyak warga Jakarta yang tahu keberadaan ambulans tersebut.&lt;br /&gt;Dengan perilaku orang kita yang tidak disiplin dan cuek bebek dengan keselamatan diri sendiri maupun orang lain, tampaknya tak mudah mengurangi angka kecelakaan transportasi di Indonesia. Contoh, dugaan sementara sumber api yang menyebabkan KMF Laut Teduh gosong berasal dari salah satu bus yang tidak mematikan mesin sewaktu berada di perut kapal.&lt;br /&gt;Jadi, pemerintah pusat dan daerah harus mengambil langkah antisipatif dengan menyiapkan lembaga penyelamat yang handal dengan peralatan yang memadai. Dengan begitu, paling tidak bisa menekan jumlah korban tewas maupun yang luka-luka makin parah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 4 Februari 2011)&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-3937889632091755616?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/3937889632091755616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=3937889632091755616' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/3937889632091755616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/3937889632091755616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2011/02/penyelamat.html' title='PENYELAMAT'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-1675692758986593806</id><published>2011-01-16T21:51:00.001+07:00</published><updated>2011-01-16T21:52:37.663+07:00</updated><title type='text'>MENGURAI KEMACETAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Kemacetan di jalan-jalan kota Jakarta yang makin akut tak membuat banyak pemilik kendaraan bermotor pribadi menyerah, lalu beralih ke angkutan umum. Justru, mereka makin “kreatif”, meski tahu caranya salah. Berkendara melawan arus dan menerobos jalur busway, misalnya.&lt;br /&gt;Bagi pelanggar peraturan lalu lintas itu, mungkin risiko kena tilang polisi tak seberapa. Termasuk risiko kehilangan nyawa sekalipun karena nekad melaju di jalur berlawanan arah. Contoh, sebagian bikers, sebutan pengendara sepeda motor, yang lewat Jalan Raya Ciledug saat jam berangkat dan pulang kantor.&lt;br /&gt;Mungkin, bagi para bikers itu, waktu lebih berharga ketimbang nyawa mereka. Dengan melawan arus, memang banyak menghemat waktu dibanding harus bermacet-macet ria. Apalagi, di sebagian jalan di Ibukota seperti Jalan Raya Ciledug, kemacetan nyaris tak bergerak dan tak menyisakan ruang, sehingga sepeda motor pun sulit bermanuver.&lt;br /&gt;Pemerintah pusat dan daerah bukan tidak peduli. Belakangan ini, keduanya rajin menggelar rapat untuk mencari solusi memecahkan kemacetan di Jakarta yang kian menggila. Soalnya, hasil kajian Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) menunjukkan, saban tahun, kerugian akibat kemacetan lalu lintas di seantero wilayah Ibukota mencapai Rp 12,8 triliun.&lt;br /&gt;Kerugian buntut dari lalu lintas di Jakarta yang macet parah itu berasal dari biaya operasional kendaraan bermotor yang membengkak, masalah stres dan kesehatan, serta kerugian waktu. Sekarang ini, laju kendaraan bermotor di jalan-jalan Jakarta rata-rata 8,3 kilometer (km) per jam, jauh di bawah standar minimal yang layak, yaitu 20 km per jam.&lt;br /&gt;Pemerintah menghitung, kalau kemacetan di Jakarta dibiarkan, tak jauh dari 2012, lalu lintas di Ibukota bakal macet total alias dead lock. Sebab, jumlah kendaraan bermotor yang saat ini mencapai 11 juta unit, 8 juta di antaranya sepeda motor, tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan panjang jalan di Jakarta.&lt;br /&gt;Makanya, pemerintah menyiapkan 17 langkah dengan 83 rencana aksi untuk mengurai benang kusut lalu lintas di wilayah Jakarta. Ambil contoh, menerapkan jalan berbayar atawa electronic road pricing (ERP). Kemudian, mengerek denda bagi mobil yang parkir sembarangan, membatasi usia angkutan umum maksimal tujuh tahun, serta sterilisasi jalur dan menambah jumlah armada busway. Untuk dua yang terakhir, pemerintah tampaknya ingin memaksa pemilik kendaraan bermotor mengandangkan mobil dan motornya.&lt;br /&gt;Memang, dengan angkutan umum yang umurnya paling tua tujuh tahun, tentu penumpang akan lebih nyaman berada di dalamnya. Begitu juga kalau jumlah armada busway banyak dan jalurnya steril, tentu penumpang tidak perlu menunggu terlalu lama di halte dan waktu tempuh jadi lebih singkat.&lt;br /&gt;Tapi, mengatasi kemacetan Jakarta yang akut tidak bisa sepotong-sepotong. Semisal, hanya dengan membuat belasan jalur busway, sekalipun cara ini terbukti sukses mengurai kemacetan di Bogota, Ibukota Kolombia. Pasalnya, Jakarta beda dengan Bogota. Warga Jakarta banyak yang tidak disiplin berlalu lintas sehingga menambah semrawut kota.&lt;br /&gt;Ke-17 langkah yang disiapkan pemerintah harus jalan serentak sehingga bisa saling melengkapi dalam mengurai kemacetan lalu lintas Jakarta. Meski, memang, ada beberapa langkah yang butuh waktu bertahun-tahun, seperti pembangunan mass rapid transportation (MRT) dan enam ruas tol dalam kota. Satu lagi, semua instansi yang terlibat harus kompak, bukan malah sebaliknya saling menjatuhkan, angkat tangan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Mingguan KONTAN, Minggu Ketiga Januari 2011)&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-1675692758986593806?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/1675692758986593806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=1675692758986593806' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/1675692758986593806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/1675692758986593806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2011/01/mengurai-kemacetan.html' title='MENGURAI KEMACETAN'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-6172089161331507751</id><published>2011-01-16T21:47:00.001+07:00</published><updated>2011-01-16T21:50:25.556+07:00</updated><title type='text'>POWER BALANCE</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Tampaknya, produsen harus lebih berhati-hati dalam mempromosikan produk-produk unggulan mereka. Jangan sampai reputasi yang mereka bangun bertahun-tahun, hancur dalam sekejap karena membohongi publik lewat iklan-iklan yang bombastis, tidak sesuai dengan kenyataan.&lt;br /&gt;Gelang kesehatan Power Balance paling tidak bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi para produsen. Sebab, secara mengejutkan, produsen gelang kesehatan asal Amerika Serikat yang sangat populer sampai-sampai banyak tiruannya itu, Selasa (4/1) pekan lalu, membuat pengakuan melalui situsnya untuk wilayah Australia.&lt;br /&gt;Isinya: "Dalam iklan, kami menyatakan, gelang PowerBalance meningkatkan kekuatan, keseimbangan, dan fleksibilitas Anda. Kami mengakui bahwa tak ada bukti ilmiah kredibel yang mendukung klaim kami dalam iklan itu".&lt;br /&gt;Lebih lanjut, sang produsen gelang karet berhologram itu bilang, mereka telah berbuat menyesatkan dan melanggar Undang-Undang tentang Praktik Perdagangan 1974. Secara terbuka, Power Balance meminta maaf tanpa syarat apapun dan menawarkan pengembalian dana penuh.&lt;br /&gt;Pelajaran berikutnya datang dari India. Vaibhav Bedi menggugat Hindustan Unilever Limited, yang memasarkan Axe dengan tuduhan telah menipu. Soalnya, meski sudah memakai pelbagai produk Axe selama lebih dari tujuh tahun, ternyata tak satu pun wanita yang nyantol pada pria berusia 26 tahun itu.&lt;br /&gt;Padahal, dalam iklan, Axe memperlihatkan lelaki yang menggunakan produk-produknya langsung memikat banyak wanita. Semua produk Axe sudah dicoba Bedi. "Lalu mana Axe Effect-nya? Saya sudah menunggu selama lebih dari tujuh tahun, tidak ada satupun gadis yang mau," kata Bedi.&lt;br /&gt;Di televisi, kita sering melihat pariwara produk yang menjanjikan ini itu. Contoh, gigi atau kulit putih bercahaya dalam hitungan minggu. Kotoran membandel yang melekat pada baju hilang dalam sekejap. Sakit kepala langsung lenyap begitu menelan obat. Kenyataannya, banyak yang nol besar.&lt;br /&gt;Publik pun ditipu mentah-mentah. Tapi, tak banyak bahkan nyaris tak ada yang menggugat seperti Bedi. Atau, ada lembaga publik yang menekan produsen, seperti Komisi Konsumen dan Kompetisi Australia menekan Power Balance sehingga membuat pengakuan produknya tidak sehebat dalam iklan.&lt;br /&gt;Jadi, konsumen dan lembaga publik harus lebih kritis lagi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 10 Januari 2011)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-6172089161331507751?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/6172089161331507751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=6172089161331507751' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/6172089161331507751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/6172089161331507751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2011/01/power-balance.html' title='POWER BALANCE'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-2950550918630953397</id><published>2010-12-23T21:40:00.001+07:00</published><updated>2010-12-23T21:43:18.434+07:00</updated><title type='text'>BAILOUT</title><content type='html'>&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pemerintah Indonesia pantas mengikuti jejak Pemerintah Amerika Serikat (AS) soal bailout mem-bailout perusahaan yang sekarat dan berdampak sistemik. Tengok saja, langkah Pemerintah Negeri Abang Sam yang menyuntikkan dana segar hingga ratusan miliar dollar AS, antara lain ke Citigroup Inc dan American International Group (AIG) Inc yang nyaris kolaps akibat krisis keuangan.&lt;br /&gt;Pemerintah AS tidak sekadar bisa menyelamatkan Citigroup dan AIG dari lubang kehancuran dan mengembalikan uang rakyat berupa pajak, tapi juga mendekap keuntungan besar dari mem-bailout kedua raksasa tersebut.&lt;br /&gt;Pemerintah AS mendekap dana total sebanyak US$ 57 miliar dari penjualan saham, bunga pinjaman, dan dividen Citigroup. Padahal, mereka hanya menyuntikkan dana talangan ke perusahaan keuangan yang berbasis di New York tersebut selama periode 2008–2009 lalu sebesar US$ 45 miliar saja.&lt;br /&gt;Itu berarti, Pemerintah AS memperoleh keuntungan mencapai US$ 12 miliar. Dengan perincian, untung dari penjualan saham biasa US$ 6,85 miliar, bunga pinjaman dan dividen US$ 2,9 miliar, dan penjualan saham preferen US$ 2,2 miliar. Keuntungan itu makin berlipat karena Pemerintah AS masih memegang waran yang diterbitkan oleh Citigroup (KONTAN, 12 Desember 2010).&lt;br /&gt;Dari AIG, Pemerintah AS juga bersiap mendulang untung besar. Rencana Departemen Keuangan AS mengubah saham preferen di AIG senilai US$ 49 miliar, menjadi 1,66 miliar saham biasa pada 15 Maret 2011, menjadikan kepemilikan saham biasa Pemerintah AS melonjak jadi 92,1%. Saat ini, saham AIG di Bursa New York di kisaran US$ 42 per saham. Pemerintah AS bakal balik modal sekalipun melepas sahamnya di US$ 29 per saham (KONTAN, 10 Desember 2010).&lt;br /&gt;"Kami memiliki kesempatan untuk mengunci keuntungan yang substansial bagi pembayar pajak," kata Tim Massad, Pejabat Sementara Deputi Menteri Keuangan AS Bidang Stabilitas Keuangan.&lt;br /&gt;Ya, pembayar pajak. Baik pejabat maupun media di AS selalu menyebut dana bailout itu milik pembayar pajak, agar pemerintah dan perusahaan yang mendapat dana talangan tersebut serius menggembalikan uang milik rakyat AS.&lt;br /&gt;Semestinya, semangat yang sama ada pada diri pejabat kita. Semangat untuk mengembalikan penuh uang rakyat yang tertanam di Bank Century sebanyak Rp 6,7 triliun. Syukur-syukur bisa berlebih untuk biaya pembangunan infrastruktur. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 23 Desember 2010)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-2950550918630953397?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/2950550918630953397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=2950550918630953397' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/2950550918630953397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/2950550918630953397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2010/12/bailout.html' title='BAILOUT'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-1403286711772112915</id><published>2010-12-09T17:01:00.001+07:00</published><updated>2010-12-09T17:03:05.760+07:00</updated><title type='text'>BBM</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Kalau tidak ada aral melintang, Senin (6/12) pekan depan, pemerintah dan DPR akan memutuskan mekanisme distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi secara tertutup. Pemerintah sudah mengajukan opsi: melarang keras mobil pribadi produksi di atas tahun 2005 menenggak premium.&lt;br /&gt;Rencananya, kebijakan yang bertujuan agar subsidi BBM lebih tepat sasaran ini bakal bergulir mulai 1 Januari 2011 nanti. Ya, maklum saja, selama ini, tanpa tahu malu, para pemilik mobil mewah yang berkantong tebal masih mengisi premium yang disubsidi pemerintah.&lt;br /&gt;Sejauh ini, suara DPR terpecah. Sejumlah fraksi di Senayan mendukung opsi yang disodorkan pemerintah. Sebagian lainnya, lebih memilih larangan meminum BBM bersubsidi berlaku untuk semua kendaraan bermotor pelat hitam kecuali sepeda motor.&lt;br /&gt;Pilihan melarang semua mobil pelat hitam mengisi premium memang lebih tepat. Dengan begitu, pengawasannya akan lebih mudah. Petugas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) juga tidak perlu repot-repot memelototi setiap mobil pribadi yang ingin mengisi bensin. Tetapi, mereka cukup melihat pelat mobilnya saja.&lt;br /&gt;Jadi, pompa bensin tinggal menyediakan dispenser BBM bersubsidi khusus sepeda motor dan kendaraan bermotor pelat kuning saja. Tapi, harus ditulis besar-besar: Khusus Motor dan Pelat Kuning.&lt;br /&gt;Sebagai efek jera, mobil pelat hitam yang nekad mengisi premium harus dikasih sanksi tegas. Kalau perlu sanksinya hukuman penjara. Begitu juga, SPBU yang tetap melayani pengisian BBM bersubsidi untuk mobil pelat hitam.&lt;br /&gt;Tapi, pembatasan BBM bersubsidi juga harus serentak di semua daerah, supaya tidak menyulut kekacauan. Jangan sampai berlaku di wilayah tertentu dulu. Jakarta, misalnya. Kalau ini yang terjadi, pemilik mobil pelat hitam akan menyerbu SPBU di pinggiran Ibukota.&lt;br /&gt;Untuk itu, pelaksanaan kebijakan ini tidak usah terburu-buru, tapi juga tak terlalu lama. Pemerintah harus menyiapkan semua infrastruktur pendukung untuk memuluskan program pembatasan BBM bersubsidi tahun depan.&lt;br /&gt;Nah, lantaran Badan Pusat Statistik (BPS) sudah mewanti-wanti, pembatasan BBM bersubsidi akan memecut inflasi tahun depan berlari lebih kencang ketimbang tahun ini, sebagian anggaran subsidi BBM yang dihemat harus diarahkan untuk program-program yang bisa mempertahankan daya beli masyarakat lapisan bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 3 Desember 2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-1403286711772112915?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/1403286711772112915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=1403286711772112915' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/1403286711772112915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/1403286711772112915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2010/12/bbm.html' title='BBM'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-4942484138315676175</id><published>2010-12-09T17:00:00.001+07:00</published><updated>2010-12-09T17:03:29.754+07:00</updated><title type='text'>N2150</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;China terus membuktikan dirinya sebagai negara industri yang menguasai ilmu dan teknologi. Salah satu pembuktian negara berpenduduk satu miliar lebih jiwa tersebut dengan melahirkan pesawat bermesin jet.&lt;br /&gt;Melalui Commercial Aircraft Corp of China alias Comac, Negeri Tembok Raksasa itu menantang dominasi Amerika Serikat dengan bendera Boeing Company-nya dan Eropa dengan Airbus SAS-nya.&lt;br /&gt;Comac yang menciptakan C919 ingin meruntuhkan dominasi B737 dan A320, yang menguasai pasar pesawat dengan mesin jet berpenumpang tidak lebih dari 200 orang. Perusahaan yang mendapat dukungan penuh dari Pemerintah China ini mematok target sangat ambisius: menjual lebih dari 2.000 pesawat C919 dalam 20 tahun ke depan. Pesanan sebanyak 100 unit di antaranya sudah di tangan.&lt;br /&gt;Tidak heran, Analis Capital Securities Corp Bai Bingyang mengatakan, langkah ini merupakan terobosan besar bagi China yang pada akhirnya akan menjadi pemain di pasar pesawat global. "Duopoli Boeing dan Airbus akan berada di bawah ancaman," ujarnya.&lt;br /&gt;Indonesia? Masih jalan di tempat. Sekalipun punya industri pesawat terbang yang sudah berusia 36 tahun, yakni PT Dirgantara Indonesia (DI), negara kita belum bisa menciptakan pesawat bermesin jet.&lt;br /&gt;Dana menjadi kendala utama perusahaan yang dulu bernama IPTN tersebut mengembangkan pesawat bermesin jet. Padahal, diam-diam, PTDI sudah merancang N2150, jauh sebelum China mengembangkan C919 dan ARJ21, pesawat dengan mesin jet pertama mereka berpenumpang 90-105 orang. Dulu targetnya, N2150 yang bisa mengangkut sekitar 150 penumpang sudah bisa mengudara tahun ini.&lt;br /&gt;Lantaran tak punya duit lagi, pemerintah tidak lagi bisa mendukung habis-habisan proyek pengembangan pesawat PTDI seperti dulu. Bahkan, perusahaan pelat merah ini harus mencari mitra sendiri untuk melanjutkan proyek N250, pesawat baling-baling paling canggih di kelasnya yang sudah pernah uji terbang pada 1995. Alhasil, N2150 belum bisa ikut bertarung bersama C919 meruntuhkan dominasi burung besi B737 dan A320.&lt;br /&gt;Sejatinya, N2150 dapat menjadi proyek kebanggaan Indonesia di tengah maraknya kasus-kasus yang menampar keras dan mencoreng wajah negara kita. Misalnya, Gayus Tambunan yang berstatus tahanan dengan mudahnya keluar masuk penjara dengan cukup menyuap petugas jaga jutaan rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 15 November 2010) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-4942484138315676175?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/4942484138315676175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=4942484138315676175' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/4942484138315676175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/4942484138315676175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2010/12/n2150.html' title='N2150'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-285741318872084598</id><published>2010-12-09T16:58:00.001+07:00</published><updated>2010-12-09T17:03:52.288+07:00</updated><title type='text'>PENGHEMATAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Meski dihujat di sana-sini, seperti biasa, para wakil rakyat kita cuek bebek. Dengan dalih belajar etika perilaku anggota dewan, delapan anggota Badan Kehormatan DPR akhir pekan lalu bertolak ke Yunani. Tentu, kepergian mereka yang menghabiskan uang sebanyak Rp 2,2 miliar bukan atas biaya sendiri, melainkan memakan uang rakyat.&lt;br /&gt;Saya sangat tidak keberatan, para wakil rakyat kita yang duduk di kursi empuk--saking empuknya sampai-sampai mereka tertidur pulas saat sidang soal rakyat--di Senayan belajar soal etika. Sebab, memang itu yang mereka butuhkan lantaran perilaku mereka yang kekanak-kanakan. Tapi, haruskah belajar etika hingga ke negeri orang? Apalagi, sampai harus menghambur-hamburkan uang rakyat.&lt;br /&gt;Kegemaran wakil rakyat kita "plesir" ke negeri orang, sejatinya juga menjadi kesukaan pejabat kita di lingkungan pemerintahan. Coba saja tengok data Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), yang mengungkap pengeluaran negara untuk perjalanan dinas ke luar negeri tahun ini mencapai Rp 19,5 triliun. Itu baru pejabat di tingkat pusat, belum daerah.&lt;br /&gt;Dalam catatan Fitra, anggaran Istana Kepresidenan untuk pergi ke mancanegara menduduki peringkat tertinggi sebanyak Rp 179,03 miliar. Lalu, diikuti dengan DPR sebesar Rp 170,35 miliar. Kemudian, Kementerian Kesehatan menempati posisi ketiga dengan menelan biaya sebanyak Rp 145,3 miliar.&lt;br /&gt;Kalau anggaran perjalanan dinas tersebut bisa digunting separuhnya saja, pemerintah tidak perlu repot-repot memikirkan strategi memangkas konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, misalnya. Sebab, pemerintah bisa dengan mudah menutup kuota premium yang berlebih. Pokoknya, bakal banyak ruang buat pemerintah kalau dapat menghemat bujet perjalanan dinas.&lt;br /&gt;Program pengetatan ikat pinggang juga bisa menyasar pada kebiasaan para pejabat kita yang sedikit-sedikit rapat di hotel berbintang atawa gonta-ganti kendaraan dinas. Atau, membidik kebiasaan mereka yang gemar sekali membangun gedung baru untuk kantornya.&lt;br /&gt;Kalau semua itu dilakukan tahun depan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menghitung, di tingkat pusat saja, pemerintah bisa berhemat hingga Rp 60 triliun. Itu belum termasuk penghematan dari lembaga tinggi negara semacam DPR dan pemerintah daerah. Artinya, pemerintah tidak perlu teriak-teriak keras lagi: anggaran infrastruktur minim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 25 Oktober 2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-285741318872084598?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/285741318872084598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=285741318872084598' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/285741318872084598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/285741318872084598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2010/12/penghematan.html' title='PENGHEMATAN'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-8606119333672291395</id><published>2010-12-09T16:56:00.002+07:00</published><updated>2010-12-09T17:04:24.026+07:00</updated><title type='text'>NYARING</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Tampaknya, pemerintah mau bermain aman dengan tidak memilih kebijakan yang melawan arus. Walhasil, pemerintah membatalkan pelaksanaan pembatasan konsumsi premium dan mengerek harga elpiji dalam kemasan tabung 3 kg tahun ini.&lt;br /&gt;Padahal semua orang tahu, termasuk pemerintah, bahwa subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji selama ini salah sasaran. Tapi, pemerintah kelihatannya tidak mau terus-terusan kena hujat lantaran memaksakan kebijakan pengurangan subsidi yang tidak populer itu.&lt;br /&gt;Suara nyaring pemerintah beberapa waktu lalu: anggaran negara bakal jebol kalau konsumsi premium tidak dibatasi, sudah tidak terdengar lagi. Begitu juga dengan suara lantang: ledakan tabung gas bakal terus menghantui jika harga elpiji 3 kg tidak dinaikkan. Maklum, harga elpiji 3 kg yang jomplang jauh dengan elpiji 12 kg telah menyulut praktik pengoplosan isi tabung elpiji 3 kg ke tabung elpiji 12 kg, yang menjadi salah satu penyebab ledakan gas.&lt;br /&gt;Bak pahlawan yang baru memenangkan pertempuran, dengan bangga pemerintah menyampaikan keputusan pembatalan pembatasan konsumsi premium dan kenaikan harga elpiji 3 kg. Soalnya, program sosialisasi yang mengajak pemilik mobil mewah untuk tidak lagi menggunakan premium, ternyata berhasil menekan konsumsi BBM bersubsidi tersebut. Sosialisasi cara penggunaan elpiji yang aman dan benar, juga sukses mengurangi kasus ledakan tabung gas.&lt;br /&gt;Tapi, suara nyaring: anggaran negara bakal jebol kalau konsumsi premium tidak dibatasi tahun depan, kembali terdengar. Begitu juga dengan suara lantang: kocek pemerintah akan makin bobol bolak-balik jika tarif dasar listrik (TDL) tidak naik mulai awal 2011.&lt;br /&gt;Tahun depan, pemerintah mematok kuota konsumsi BBM bersubsidi termasuk premium sebanyak 36,77 juta kiloliter (kl). Pada 2011, pemerintah berencana menaikkan tarif setrum rata-rata sebesar 15%. Kalau tidak, pemerintah harus nombok sebanyak Rp 12,7 triliun.&lt;br /&gt;Sejatinya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan Komisi Energi (VII) DPR sudah sepakat, menambah kuota BBM bersubsidi sebesar 1,82 juta kiloliter dan tidak menaikkan TDL tahun depan. Tapi, pemerintah dengan tegas meminta keputusan itu dianulir.&lt;br /&gt;Apakah suara nyaring itu akan kembali melempem? Lalu, pemerintah akan tampil bak pahlawan lagi dengan mengatakan, batal ini, batal itu. Kita tunggu saja bersama-sama episode berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 6 Oktober 2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-8606119333672291395?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/8606119333672291395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=8606119333672291395' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/8606119333672291395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/8606119333672291395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2010/12/nyaring.html' title='NYARING'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-7624260117550032260</id><published>2010-12-09T16:55:00.001+07:00</published><updated>2010-12-09T17:04:55.294+07:00</updated><title type='text'>KEBIJAKAN SALAH SASARAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Saya hanya bisa geleng-geleng kepala, ketika istri saya yang bekerja sebagai paramedis ambulans gawat darurat bercerita mengenai orang kaya yang menggunakan kartu keluarga miskin atawa gakin untuk mendapatkan layanan ambulans dan rumahsakit gratis. Karena mendekap kartu gakin, ambulans tempat istri saya bekerja tidak kuasa menolak untuk memberikan layanan cuma-cuma. Begitu juga dengan rumahsakit tempat orang itu berobat.&lt;br /&gt;Memang, betul-betul enak menjadi orang kaya di negeri ini. Meski sudah hidup serba-berkecukupan, negara masih “menyusui” mereka dengan aneka subsidi. Yang paling kentara, adalah subsidi bahan bakar minyak alias BBM dan listrik. Padahal, saban tahun pemerintah harus berutang sana-sini hanya untuk membiayai subsidi yang salah sasaran tersebut. Herannya, para orang berduit di negara kita tidak tahu malu, tetap cuek.&lt;br /&gt;Tahun ini saja, pemerintah harus merogoh kocek total Rp 144 triliun cuma untuk subsidi BBM dan listrik, yang masih banyak dinikmati oleh orang-orang berkantong tebal. Tapi, di satu sisi, pemerintah selalu saja teriak-teriak di pelbagai kesempatan: APBN kita hanya cukup membiayai 20% pembangunan infrastruktur publik yang setahun paling tidak melahap duit hingga Rp 300 triliun.&lt;br /&gt;Sejatinya, pemerintah sudah tersadar bahwa subsidi BBM dan listrik selama ini telah melenceng dari sasaran utama, yakni masyarakat kelas menengah bawah. Tengok saja ?APBN-P 2010, pemerintah tegas-tegas menuliskan, ingin kebijakan subsidi lebih tepat sasaran. Misalnya, dengan menerapkan sistem distribusi BBM bersubsidi melalui pola tertutup secara bertahap mulai tahun ini.&lt;br /&gt;Dan, sebetulnya, tak ada lagi yang menghalangi langkah pemerintah untuk melaksanakan kebijakan tersebut. Sebab, Senayan, tempat para wakil rakyat berkantor, sudah memberi restu. Buktinya, kenaikan tarif dasar listrik (TDL) rata-rata sebesar 10%, yang tidak mengikutsertakan pelanggan golongan bawah, boleh dibilang mulus-mulus saja.&lt;br /&gt;Begitu juga dengan kebijakan distribusi BBM bersubsidi tertutup dengan membatasi konsumsi premium dan solar untuk mobil jenis tertentu, DPR pun memberi dukungan. Bahkan, ada fraksi yang terang-terang meminta pemerintah melarang semua mobil pelat hitam menenggak premium. Dengan begitu, pengawasannya tidak susah-susah amat.&lt;br /&gt;Tapi, dukungan yang sudah ada di tangan tersebut tak lantas membuat pemerintah terus menancap gas. Sekalipun, juga sudah ada komitmen dari PT Pertamina yang siap menjalankan kebijakan itu. Di tengah jalan, pemerintah tiba-tiba menunda rencana membatasi konsumsi BBM bersubsidi untuk jenis mobil tertentu mulai bulan depan.&lt;br /&gt;Sebelumnya, pemerintah pun menunda mengerek harga jual elpiji dalam tabung 3 kg tahun ini, yang juga salah sasaran.&lt;br /&gt;Jadi, dengan dukungan pelbagai pihak itu, tidak ada lagi kata tidak untuk menerapkan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi. Apalagi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, hanya dengan membatasi premium di wilayah Jabodetabek saja, pemerintah bisa menghemat anggaran subsidi BBM hingga Rp 2 triliun.&lt;br /&gt;Dengan duit Rp 2 triliun, pemerintah, antara lain bisa membangun pembangkit listrik dengan kapasitas sampai 200 megawatt. Atau, membangun jalan baru sepanjang 1.000 kilometer. Atau, membangun 200 gedung sekolah dasar yang sangat megah. Atau, membangun 1.000 puskesmas dua lantai.&lt;br /&gt;Bukan pilihan sulit bagi pemerintah memutuskan kebijakan yang prorakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Mingguan KONTAN, Minggu Ketiga September 2010) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-7624260117550032260?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/7624260117550032260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=7624260117550032260' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/7624260117550032260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/7624260117550032260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2010/12/kebijakan-salah-sasaran.html' title='KEBIJAKAN SALAH SASARAN'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-3434923685865233184</id><published>2010-12-09T16:53:00.001+07:00</published><updated>2010-12-10T00:28:06.412+07:00</updated><title type='text'>DISKRIMINASI</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Denyut arus mudik makin berdetak kencang. Kementerian Perhubungan memperkirakan, tahun ini, sebanyak 31,63 juta penduduk Indonesia akan mudik untuk berlebaran di kampung halamannya masing-masing. Jumlah itu melonjak 15% atau 4,13 juta orang ketimbang tahun lalu.&lt;br /&gt;Ledakan jumlah pemudik terbesar terjadi pada angkutan darat, khususnya sepeda motor. Jumlah pemudik kendaraan bermotor roda dua tahun ini diperkirakan bakal naik 470.00 orang dari tahun sebelumnya sebanyak 3,14 juta orang menjadi 3,61 juta orang.&lt;br /&gt;Tapi, pemudik sepeda motor mendapat perlakuan cukup "diskriminatif", dengan dalil untuk menekan angka kecelakaan dan mengurangi kemacetan saat arus mudik. Ambil contoh, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat akan mengalihkan pemudik sepeda motor ke jalur-jalur alternatif untuk mengurangi kemacetan di jalur utama. Bahkan, Polda Sumatera Utara melarang keras pemudik sepeda motor.&lt;br /&gt;Memang, angka kecelakaan pemudik sepeda motor dalam arus mudik sangat tinggi. Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Mabes Polri mencatat, dari 1.646 kasus kecelakaan selama arus mudik tahun lalu, sebanyak 76% di antaranya terjadi pada pemudik sepeda motor.&lt;br /&gt;Tapi, bukan berarti kemudian pemudik sepeda motor mendapat perlakuan "diskriminatif". Jutaan orang terpaksa pulang ke kampung halaman untuk berlebaran dengan mengendarai sepeda motor, lantaran murah meriah ketimbang menumpang angkutan umum yang harga tiketnya naik dua kali lipat dibandingkan hari biasa.&lt;br /&gt;Solusi yang ditawarkan pemerintah, misalnya, dengan menyediakan gerbong kereta api khusus sepeda motor belum cukup. Problemnya, Sudah jumlah gerbongnya terbatas, tarifnya juga mahal. Pemudik harus membayar Rp 200.000 untuk jarak terjauh. Namun, itu baru biaya angkut sepeda motor saja, belum termasuk pemiliknya.&lt;br /&gt;Dengan jumlah yang terus meningkat dari tahun ke tahun, seharusnya pemudik sepeda motor mendapat perlakuan khusus, bukan malah perlakuan yang "diskriminatif". Selagi ritual mudik masih mahal seperti sekarang ini, siapapun tidak bisa membendung mudik dengan sepeda motor yang lebih murah sekalipun sangat beresiko.&lt;br /&gt;Pemerintah tampaknya juga mulai harus memikirkan, bagaimana melahirkan budaya mudik yang murah, terutama untuk masyarakat kelas menengah bawah. Tidak harus gratis, yang penting murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 6 September 2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-3434923685865233184?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/3434923685865233184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=3434923685865233184' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/3434923685865233184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/3434923685865233184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2010/12/diskriminasi.html' title='DISKRIMINASI'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-4697827791306192181</id><published>2010-12-07T18:57:00.002+07:00</published><updated>2010-12-10T00:31:41.857+07:00</updated><title type='text'>MONTARA</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengikuti jejak Presiden Amerika Serikat Barrack Obama, yang menuntut ganti rugi kepada BP atas tumpahan minyak mentah dari anjungan lepas pantai Deepwater Horizon dan mencemari Teluk Meksiko.&lt;br /&gt;Anjungan yang terletak sekitar 80 kilometer dari bibir pantai Negara Bagian Louisiana itu meledak pada 20 April 2010 lalu. Ledakan tersebut tidak hanya menewaskan 11 pegawai oil rig milik BP, tapi juga mengakibatkan bocornya pipa anjungan. Akibatnya, minyak mentah mengalir ke laut lepas.&lt;br /&gt;Nah, sekarang pemerintah kita sedang getol memperjuangkan tuntutan ganti rugi kepada PTTEP Australasia Pty. Ltd. atas tumpahan minyak dari anjungan lepas pantai Montara di Laut Timor, yang sudah mencemari wilayah zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia. Ladang minyak tersebut meledak pada 21 Agustus 2009 lalu.&lt;br /&gt;Bahkan, pemerintah kita sampai membentuk tim khusus bernama Tim Penanganan Pencemaran Laut Timor, yang dikomandani Menteri Perhubungan Freddy Numberi. Tim ini yang menghitung nilai kerugian akibat pencemaran tumpahan emas hitam Montara itu.&lt;br /&gt;Hitungan sementara, menurut Freddy, nilai kerusakan langsung akibat tumpahan minyak Montara tak lebih dari Rp 300 miliar. Sedangkan, kerusakan tidak langsung dengan memasukkan unsur kerugian yang diderita masyarakat, baik secara sosial, ekonomi maupun ekologis, dalam jangka waktu tertentu, nilai ganti rugi immaterial-nya bisa di atas Rp 1 triliun.&lt;br /&gt;Tapi, menghadapi tumpahan lumpur panas yang sudah empat tahun menyembur dari sumur pengeboran milik Lapindo Brantas Inc., pemerintah kita tidak segetol menuntut ganti rugi ke PTTEP. Bahkan, pemerintah kita rela mengeluarkan duit hingga triliunan rupiah untuk menanggulangi lumpur itu.&lt;br /&gt;Contoh, tahun ini dan tahun depan, pemerintah harus merogoh kocek Rp 2,6 triliun untuk program penanggulangan lumpur, seperti pengaliran luapan lumpur dan pembangunan relokasi jalan arteri dan tol. Termasuk membayar ganti rugi untuk korban lumpur yang berada di luar peta terdampak seluas 61 hektare, yang semestinya menjadi tanggung jawab Lapindo.&lt;br /&gt;Tapi, tidak ada kata terlambat untuk kembali menuntut ganti rugi ke Lapindo atas tumpahan lumpur, yang sudah menenggelamkan sebagian wilayah Sidoarjo. Pemerintah juga harus getol menuntut seperti yang dilakukan ke PTTEP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 21 Agustus 2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-4697827791306192181?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/4697827791306192181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=4697827791306192181' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/4697827791306192181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/4697827791306192181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2010/12/montara.html' title='MONTARA'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-2505486976602028548</id><published>2010-12-07T18:55:00.002+07:00</published><updated>2010-12-10T00:33:28.245+07:00</updated><title type='text'>"BOM" TABUNG</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Tak berlebihan, kalau sejumlah pihak menyebut tabung elpiji ukuran tiga kilogram (3 kg) sebagai "bom" waktu yang kapan saja bisa meledak. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh saja sudah meminta semua kalangan harus mewaspadai terjadinya peningkatan ledakan tabung gas tahun ini.&lt;br /&gt;Penyebabnya, usia selang dan regulator yang dibagikan gratis oleh pemerintah satu paket dengan tabung elpiji plus kompor gas, sudah uzur alias melewati usia pakai yang sejatinya hanya satu tahun doang. Karena itu, Darwin mewanti-wanti masyarakat pengguna tabung elpiji 3 kg yang mendapat produk ini berikut aksesorinya sepanjang tahun 2007 hingga 2008 lalu.&lt;br /&gt;Rentetan ledakan tabung berkelir hijau terang tersebut yang terjadi belakangan ini kebanyakan berada di Jakarta dan Jawa Barat. Nah, kedua wilayah ini merupakan penerima paket tabung elpiji program konversi minyak tanah ke gas pada 2007 dan 2008.&lt;br /&gt;Tapi sebetulnya, pengguna tabung elpiji 3 kg di Sumatera Selatan, Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Bali juga wajib waspada. Mereka juga mendapatkan paket tabung elpiji cuma-cuma tersebut pada 2007 dan 2008.&lt;br /&gt;"Bom" waktu berupa tabung elpiji 3 kg yang siap meledak cukup banyak, lantaran ada 19,01 juta paket yang dibagikan pemerintah melalui PT Pertamina dalam kurun waktu tersebut. Rinciannya, 18,19 juta paket untuk rumah tangga dan 817.797 paket buat usaha mikro.&lt;br /&gt;Cuma anehnya, kenapa pemerintah baru kebakaran jenggot tahun ini menyusul ledakan tabung elpiji 3 kg yang makin marak. Padahal, Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mencatat, kasus ledakan tabung yang populer dengan sebutan tabung melon ini dari tahun ke tahun terus meningkat.&lt;br /&gt;Tahun lalu, terjadi 55 kasus ledakan tabung elpiji yang mengakibatkan enam orang tewas dan 81 orang luka-luka. Angka ini lebih besar ketimbang tahun sebelumnya yang hanya 40 kasus ledakan yang menyebabkan lima nyawa melayang dan 40 orang luka-luka.&lt;br /&gt;Tampaknya, pemerintah menunggu nyawa melayang gara-gara ledakan tabung elpiji banyak dulu baru bertindak. Tapi, terlepas dari itu semua, pemerintah harus menggelar sosialisasi besar-besaran kepada masyarakat, kalau perlu mendatangi satu per satu pengguna tabung elpiji 3 kg, untuk segera mengganti selang dan regulator mereka. Maklum, "bom" waktu yang berpotensi meledak ada 19,01 juta unit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 29 Juli 2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-2505486976602028548?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/2505486976602028548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=2505486976602028548' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/2505486976602028548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/2505486976602028548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2010/12/bom-tabung.html' title='&quot;BOM&quot; TABUNG'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-6185001117404701303</id><published>2010-12-07T18:07:00.001+07:00</published><updated>2010-12-10T00:34:46.580+07:00</updated><title type='text'>TDL</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Protes bertubi-tubi dari para pelaku usaha di berbagai sektor, akhirnya, memaksa pemerintah menghitung ulang formula kenaikan tarif dasar listrik (TDL), khususnya untuk golongan pelanggan industri dan bisnis. Enggak heran memang kalau pengusaha pada menjerit. Soalnya, sebagian di antara mereka harus menanggung kenaikan TDL hingga 80%.&lt;br /&gt;Pemerintah memang tak sepantasnya membebankan kenaikan TDL yang begitu tinggi kepada pelaku usaha. Sebab, dampak kenaikan tarif setrum tersebut berefek ganda. Biaya produksi akan meningkat, ujung-ujungnya produsen akan mengerek harga jual produknya. Kalau sudah begini, masyarakat banyak yang rugi. Buntutnya, pemerintah juga yang repot lantaran inflasi akan berlari semakin kencang.&lt;br /&gt;Badan Pusat Statistik (BPS) sudah mewanti-wanti pemerintah untuk mewaspadai, selain dampak langsung kenaikan TDL terhadap inflasi yang diprediksi mencapai 0,22%, juga dampak tidak langsungnya. Yakni, ya, itu tadi, pengusaha akan mendongkrak harga jual produknya sebagai buntut kenaikan TDL mulai 1 Juli 2010.&lt;br /&gt;Pemerintah semestinya mencontek kebijakan sejumlah negara yang justru mengenakan TDL yang tinggi bukan kepada industri, melainkan kelompok golongan lainnya, terutama rumahtangga. Kenapa? Supaya warganya bisa tetap membeli barang dan jasa dengan harga yang tidak mahal-mahal amat.&lt;br /&gt;Makanya, sangat disayangkan ketika DPR menolak opsi kenaikan TDL untuk pelanggan berdaya 450 hingga 900 volt-ampere (VA) yang diusulkan pemerintah, meski besarannya di bawah 5%. Padahal, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh bilang, dengan kenaikan yang tidak sampai 5% itu, tagihan listrik paling banter cuma naik Rp 5.000 sebulan.&lt;br /&gt;Nah, kalau TDL untuk pelanggan berdaya 450 VA-900 VA juga naik, tentu beban pelaku usaha bisa lebih ringan. Artinya, kenaikan TDL golongan industri tidak terlalu tinggi. Dengan begitu, kalaupun harga barang dan jasa mesti naik, lonjakannya tidak terlalu besar.&lt;br /&gt;Memang, pelanggan kecil tidak perlu merogoh kocek lebih dalam buat membayar tagihan listrik kalau TDL tidak naik. Tapi, mereka harus merogoh kantong lebih dalam lagi untuk membeli barang dan jasa. Kondisi ini makin diperparah, karena kenaikan TDL berbarengan dengan tahun ajaran baru sekolah, lalu bulan puasa dan Lebaran. Penderitaan makin lengkap lantaran harga barang dan jasa melejit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 15 Juli 2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-6185001117404701303?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/6185001117404701303/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=6185001117404701303' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/6185001117404701303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/6185001117404701303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2010/12/tdl.html' title='TDL'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-2873562719276315991</id><published>2010-12-07T18:05:00.002+07:00</published><updated>2010-12-10T00:36:35.315+07:00</updated><title type='text'>RAPOR DPR</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Musim bagi-bagi rapor sudah tiba. Bulan ini seluruh siswa, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) menerima rapor atas hasil jerih payahnya belajar selama satu semester terakhir.&lt;br /&gt;Semestinya, musim bagi-bagi rapor juga berlaku bagi para wakil rakyat kita yang bermarkas di Senayan. Ini sangat penting untuk mengukur kinerja mereka dalam menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Dengan begitu, masyarakat bisa mengetahui persis kerja para wakil yang mereka pilih itu macam apa.&lt;br /&gt;Soalnya, selama ini, tidak ada yang memberi rapor buat DPR atas kerja mereka selama ini. Padahal, kinerja anggota dewan yang katanya terhormat itu, misalnya, dalam menjalankan fungsi legislasi boleh dibilang buruk. Bagaimana tidak? Sampai Juni 2010 mereka cuma sanggup menyelesaikan empat rancangan undang-undang (RUU).&lt;br /&gt;Parahnya, empat beleid itu bukanlah RUU yang masuk dalam Program Prioritas Legislasi Nasional (Prolegnas) 2010. Keempatnya merupakan RUU yang memang harus dikerjakan karena kebutuhan seperti menyusun anggaran. Target calon beleid yang harus diselesaikan tahun ini sebanyak 70 RUU.&lt;br /&gt;Nah, hingga saat ini baru sembilan RUU yang masuk dalam pembicaraan tingkat pertama. Artinya, sembilan RUU itu telah dibahas bersama oleh DPR dan pemerintah. Sisanya, sebanyak 61 RUU masih dalam tahap penyusunan draf atau proses harmonisasi. Bahkan ada RUU yang belum ada drafnya.&lt;br /&gt;Ini bukan pertama kali kinerja DPR yang jeblok dalam menjalankan fungsi legislasi. DPR periode sebelumnya sama saja. Selama masa tugas 2004 hingga 2009, mereka tidak bisa memenuhi target legislasi untuk menghasilkan 284 produk undang-undang. Hanya 200 UU yang selesai mereka garap.&lt;br /&gt;Kalau melihat kinerja yang memble tersebut, mau tidak mau DPR harus mendapat rapor merah. Tentunya, harus ada sanksi atas rapor yang kebakaran itu. Toh, pelajar yang mata pelajaran tertentu mendapat nilai merah dalam rapornya saja tidak naik kelas.&lt;br /&gt;Kewajiban DPR tidak hanya sebatas memberikan pertanggungjawaban secara moral maupun politis kepada pemilih dan daerah pemilihannya saja atas kinerja mereka. Kalau perlu ada sanksi yang berlaku bagi mereka, jika kinerja jeblok. Sekarang, tinggal siapa yang pantas memberikan rapor itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 23 Juni 2010)&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-2873562719276315991?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/2873562719276315991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=2873562719276315991' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/2873562719276315991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/2873562719276315991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2010/12/rapor-dpr.html' title='RAPOR DPR'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-5429360120850280713</id><published>2010-12-07T18:03:00.001+07:00</published><updated>2010-12-10T00:37:48.342+07:00</updated><title type='text'>MORATORIUM</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Hutan alam, termasuk lahan gambut, bisa bernafas lega paling tidak selama dua setengah tahun ke depan. Soalnya, pemerintah mulai bulan ini menyetop sementara alias moratorium izin baru alih fungsi atawa konversi kawasan hutan alam seluas 112,57 juta hektare untuk semua sektor industri, mulai perkebunan, pertambangan sampai kehutanan.&lt;br /&gt;Itu berarti, semua mahluk hidup, baik hewan maupun tumbuhan, yang menghuni rimba tersebut bisa hidup tenang. Mereka tak lagi terusik oleh tangan-tangan manusia yang merambah hutan. Sehingga, penghuni rimba, semacam harimau dan gajah, tidak perlu lagi berkonflik dengan manusia lantaran harus ke luar hutan, akibat habitatnya yang makin menciut.&lt;br /&gt;Sebaliknya, pelaku usaha di sektor perkebunan, pertambangan, dan kehutanan gelisah bukan kepalang. Tak pelak lagi, kebijakan moratorium tersebut bakal mengganjal ekspansi bisnis mereka. Greenonomics Indonesia mencatat, perusahaan kebun kelapa sawit saja sudah berancang-ancang mengembangkan lahan menjadi 8,4 juta hektare dalam tiga tahun ke depan.&lt;br /&gt;Efek berikutnya, menurut Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), tenaga kerja yang terserap di sektor perkebunan sawit makin sedikit. Padahal, mereka mengklaim, selama ini, sektor industri kelapa sawit bisa memacu pertumbuhan ekonomi dan menekan angka pengangguran.&lt;br /&gt;Ya, pemerintah memang mesti membayar mahal keputusan moratorium tersebut, meski mendapat hibah yang sangat besar dari Norwegia sebanyak US$ 1 miliar atau sekitar Rp 9,2 triliun. Tapi, duit gratis itu semata hanya bisa dipakai untuk dana pelestarian hutan. Tidak bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur, misalnya.&lt;br /&gt;Sebetulnya, tidak adil buat negara kita. Di satu sisi, negara maju jor-joran melepas emisi karbon dengan membiarkan industri mereka melakukan ekspansi besar-besaran. Di sisi lain, negara kita harus menekan emisi karbon sambil membatasi industri melebarkan sayap bisnisnya, walaupun Indonesia mendapat bayaran dari negara maju.&lt;br /&gt;Kalaupun terpaksa mempraktekkan jual beli karbon itu, semestinya pemerintah juga harus punya posisi tawar yang kuat. Dana hibah yang dikantongi juga harus bisa digunakan untuk kepentingan pembangunan yang bisa mensejahterahkan rakyat secara lebih riil. Contohnya, untuk membiayai infrastruktur publik dan program yang memangkas angka pengangguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 4 Juni 2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-5429360120850280713?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/5429360120850280713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=5429360120850280713' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/5429360120850280713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/5429360120850280713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2010/12/moratorium.html' title='MORATORIUM'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-4537232373906696941</id><published>2010-12-05T21:35:00.002+07:00</published><updated>2010-12-10T00:40:31.594+07:00</updated><title type='text'>BAYANG-BAYANG SRIMULYANI</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Penunjukan Agus Martowardojo sebagai Menteri Keuangan sebetulnya cukup mengejutkan. Meski namanya disebut-sebut masuk bursa calon pengganti Sri Mulyani Indrawati, bekas Direktur Utama Bank Mandiri ini sejatinya tidak banyak dijagokan banyak pihak, termasuk oleh para partai politik (parpol) pendukung koalisi pemerintahan.&lt;br /&gt;Maklum, Agus Marto, begitu Agus Wartowardojo biasa disapa, pernah ditolak mentah-mentah oleh wakil rakyat yang bermarkas di Senayan sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI). Itu sebabnya, parpol pendukung koalisi pemerintahan lebih menjagokan Pejabat Sementara Gubernur BI Darmin Nasution dan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Anggito Abimanyu.&lt;br /&gt;Selain keduanya tidak diragukan lagi dalam urusan makroekonomi, Darmin dan Anggito relatif tidak bermasalah dengan DPR. Sosok pengganti Sri Mulyani memang tidak hanya mesti jago mengurusi makroekonomi dan tetek bengeknya saja. Tapi juga, harus orang yang sanggup membangun hubungan yang harmonis dengan DPR sebagai pemegang hak bujet. Intinya, Menteri Keuangan yang baru mesti bisa diterima semua fraksi.&lt;br /&gt;Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), misalnya, yang blakblakan mensyaratkan Menteri Keuangan yang baru harus mampu membangun hubungan yang harmonis dengan DPR. Sebab, kriteria ini tidak ada dalam diri seorang Sri Mulyani. Makanya, parpol pendukung koalisi ini bilang, mundurnya Sri Mulyani semacam exit gate atau resolusi konflik atas dishasmonisasi hubungan DPR dengan otoritas fiskal.&lt;br /&gt;Toh, pilihan akhirnya jatuh pada Agus Marto. Meski pria kelahiran Amsterdam, 24 Januari 1956, ini lebih banyak berkutat pada urusan mikro dan, ya itu tadi, pernah ditolak DPR, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tetap mantap memilih Agus Marto menjadi Menteri Keuangan. Alasan Presiden SBY, mantan Direktur Utama Bank Permata ini memiliki kapasitas dan integritas yang baik.&lt;br /&gt;DPR pun ternyata tidak lagi mempermasalahkan bahkan memaklumi sosok Agus Marto yang pernah mereka tolak menjadi calon orang nomor satu di Kebon Sirih, kantor BI. Mereka kini memerima dengan tangan terbuka. Sebab, dewan menilai sosok Agus Marto bisa membuat hubungan DPR dengan pemerintah yang sempat memanas gara-gara kasus Bank Century dapat agak lebih dingin.&lt;br /&gt;Tapi, mengutip pernyataan pengamat politik CSIS J. Kristiadi, publik telanjur mengenang Sri Mulyani sebagai pejabat yang memiliki integritas, berprinsip, dan sulit diajak berkompromi. Karakter tersebut mau tak mau harus ditiru Menteri Keuangan yang baru.&lt;br /&gt;Ekstremnya, Agus Marto harus menjadi bayang-bayang pendahulunya, Sri Mulyani. Apa pun yang dikerjakan Agus Marto, publik bakal selalu membandingkannya dengan Sri Mulyani. Apalagi, sebagian masyarakat sudah telanjur mengecap mantan direktur eksekutif IMF itu sebagai Menteri Keuangan yang ideal. Dunia pun mengakui kemampuan dan kapasitas Sri Mulyani.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, Agus Marto harus bisa menjawab tuntutan publik, yakni meneruskan reformasi birokrasi yang sudah dilakukan Sri Mulyani di tubuh Kementerian Keuangan, terutama Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak dan Ditjen Bea Cukai. Ini jelas bukan tugas yang gampang. Seorang Sri Mulyani pun mengakui itu merupakan pekerjaan yang berat. Apalagi, belum-belum ada pihak yang menyangsikan reformasi birokrasi akan terus berjalan sepeninggal Sri Mulyani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Mingguan KONTAN, Minggu ke-4 Mei 2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-4537232373906696941?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/4537232373906696941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=4537232373906696941' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/4537232373906696941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/4537232373906696941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2010/12/bayang-bayang-srimulyani.html' title='BAYANG-BAYANG SRIMULYANI'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-80822267946540371</id><published>2010-12-05T21:33:00.001+07:00</published><updated>2010-12-10T00:42:38.247+07:00</updated><title type='text'>SUBSIDI</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Tambahan beban bagi sebagian rakyat Indonesia itu masih mungkin ditambah kenaikan harga gas Elpiji tabung ukuran 12 kilogram hingga Rp 31.000, jika usulan PT Pertamina mendapat lampu hijau.&lt;br /&gt;Pahit, memang, tapi pemerintah memang harus berani mengambil tindakan tegas melepaskan sebagian rakyat kita -terutama kelas menengah atas yang selama ini terbelenggu, lebih tepatnya lagi: terlena- oleh berbagai subsidi pemerintah. Sudah tidak elok lagi kalau terus-terusan kita lihat mobil-mobil mewah dengan cuek mengisi BBM bersubsidi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), padahal di belakangnya ikut mengantre kendaraan umum semacam mikrolet.&lt;br /&gt;Memang, dalam jangka panjang pemerintah perlu merancang ulang (redesain) skema subsidi dari kebijakan subsidi harga menjadi subsidi yang tepat sasaran (targeted subsidy). Dengan begitu, penyaluran subsidi bisa lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, tepat sasaran, dapat diperkirakan dengan tepat, serta keuangan negara dapat menjadi lebih stabil.&lt;br /&gt;Selama ini kebijakan subsidi harga telah menyebabkan terjadinya distorsi dalam perekonomian dan APBN menjadi rentan terhadap goncangan dari luar. Contoh, pada 2008 lalu, ketika harga minyak mentah dunia mencapai level tertinggi sepanjang sejarah, yakni di US$ 147 per barel, APBN kita menjadi berdarah-darah.&lt;br /&gt;Tapi, seharusnya redesain subsidi bukan hanya tertuju kepada subsidi BBM dan listrik, melainkan juga pupuk dan subsidi-subsidi lain. Soalnya, subsidi pupuk, ambil contoh, juga sering salah sasaran. Perbedaan harga antara produk bersubsidi dengan non-subsidi dapat menyebabkan timbulnya penyimpangan penyaluran. Perusahaan pertanian atau perkebunan besar juga ikut menikmati pupuk bersubsidi. Jadi, enggak salah langkah pemerintah memberlakukan sistem distribusi tertutup pada pupuk bersubsidi, dengan mengarahkan langsung ke para petani.&lt;br /&gt;Dengan redesain subsidi, kelak hanya rakyat yang betul-betul berhak yang bisa dan boleh menikmati subsidi dari pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 12 Mei 2010) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-80822267946540371?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/80822267946540371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=80822267946540371' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/80822267946540371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/80822267946540371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2010/12/subsidi.html' title='SUBSIDI'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-615980004868571885</id><published>2010-12-05T21:31:00.001+07:00</published><updated>2010-12-10T00:44:06.517+07:00</updated><title type='text'>LIFTING</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Sekali lagi, pemerintah menunjukkan koordinasi yang tidak kompak antarlembaga. Pemerintah tidak satu suara soal target produksi alias lifting minyak mentah Indonesia tahun ini.&lt;br /&gt;Dan, suara-suara yang berbeda itu justru muncul setelah pemerintah dan Komisi Keuangan (XI) DPR sama-sama menyepakati target lifting yang dipatok dalam Rancangan APBN Perubahan (RAPBN-P) 2010, yang kemudian akan dibahas bareng dengan Badan Anggaran DPR, sebanyak 965.000 barel per hari (bph). Artinya, sama persis dengan yang diusulkan pemerintah.&lt;br /&gt;Adalah Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) yang menyuarakan perbedaan soal target lifting minyak tersebut. Lembaga yang mengawasi kegiatan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) atawa perusahaan migas ini pesimistis, target lifting sebesar 965.000 bph bisa tercapai. Paling banter, kata mereka, lifting hanya 917.000 bph.&lt;br /&gt;Kepala BP Migas R. Priyono bilang, pihaknya sudah menyampaikan soal kemampuan KKKS yang cuma sanggup menyedot emas hitam dari dari perut bumi Indonesia sebesar 917.000 bph itu dalam rapat antarlembaga pemerintah yang menggodok RAPBN-P 2010.&lt;br /&gt;Tapi, Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Evita Legowo dengan tegas menyatakan, angka 917.000 bph tersebut tidak pernah muncul sekalipun dalam rapat. Menurut dia, semua sepakat lifting minyak bisa mencapai 965.000 bph.&lt;br /&gt;Dari sini saja, jelas sekali terlihat koordinasi antarlembaga pemerintah tidak kompak satu dengan yang lainnya. Padahal urusan target lifting minyak tak main-main dampaknya. Meleset 10.000 bph saja, negara berpotensi tekor untuk menutup lubang defisit antara Rp 3 triliun hingga 3,34 triliun.&lt;br /&gt;Itu berarti, kalau hitungan BP Migas menjadi kenyataan, defisit bujet tahun ini berpotensi bertambah lebih dari Rp 15 triliun. Padahal cadangan fiskal tahun ini cuma dianggarkan Rp 3 triliun saja.&lt;br /&gt;Nah, pemerintah dan Badan Anggaran DPR harus betul-betul membahas lagi soal lifting minyak sewaktu menggodok RAPBN-P 2010. Tentunya, dengan memperhitungkan fakta-fakta yang sudah diungkapkan oleh BP Migas.&lt;br /&gt;Toh, lebih baik tidak memasang target yang muluk-muluk, kalau ternyata ujung-ujungnya tidak tercapai juga. Apalagi, tahun lalu target lifting yang cuma 960.000 bph juga tidak tercapai, lantaran realisasinya hanya 944.000 bph.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 23 April 2010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-615980004868571885?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/615980004868571885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=615980004868571885' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/615980004868571885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/615980004868571885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2010/12/lifting.html' title='LIFTING'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-729829972469945953</id><published>2010-12-05T20:01:00.001+07:00</published><updated>2010-12-10T00:45:39.020+07:00</updated><title type='text'>GAYUS DAN SPT</title><content type='html'>Wajah Direktur Jenderal Pajak Mochamad Tjiptardjo tampak sumingrah, Kamis (1/4) pekan lalu. Bagaimana tidak? Di tengah gempuran kasus Gayus Tambunan yang sudah mencoreng muka dan ajakan boikot membayar pajak, jutaan wajib pajak tetap menyetorkan surat pemberitahuan (SPT) tahunan pajak penghasilan orang pribadi (PPh 21).&lt;br /&gt;Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak mencatat, hingga 31 Maret 2010 lalu atau batas akhir penyerahan, ada 5,91 juta wajib pajak yang menyampaikan SPT PPh 21, baik melalui kantor pelayanan pajak maupun drop box yang tersebar di pusat-pusat keramaian. Angka ini lebih tinggi 29,75% ketimbang periode yang sama tahun lalu yang cuma sebanyak 4,55 juta orang yang menyerahkan SPT tepat waktu.&lt;br /&gt;Tjiptardjo mengklaim, peningkatan itu ikut menandakan kasus Gayus dan gerakan boikot membayar pajak tidak meredupkan kepercayaan masyarakat terhadap Ditjen Pajak. Kenaikan jumlah wajib pajak yang menyerahkan SPT tepat waktu tersebut juga membuktikan keberhasilan program sosialisasi yang dilakukan Ditjen Pajak.&lt;br /&gt;Tapi sejatinya, peningkatan itu tidak ada apa-apanya dibanding jumlah total orang pribadi yang mengantongi nomor pokok wajib pajak alias NPWP. Setidaknya tahun lalu pemegang NPWP mencapai 13,6 juta orang. Itu berarti, wajib pajak yang tidak telat menyerahkan SPT PPh 21 tidak sampai 50%, persisnya hanya sekitar 43% saja.&lt;br /&gt;Dengan begitu, sosialisasi Ditjen Pajak mengajak orang patuh, paling tidak patuh menyetorkan SPT PPh 21 tepat waktu, tidak berhasil-berhasil amat. Jangan-jangan, lembaga yang tahun ini memikul beban penerimaan pajak sebesar Rp 652,02 triliun dan sebanyak Rp 356,01 triliun berasal dari PPh itu juga tidak berhasil-berhasil amat membuat orang patuh membayar pajak.&lt;br /&gt;Tanda-tanda orang mulai ogah membayar pajak mulai kelihatan dari munculnya sejumlah gerakan boikot lewat situs jejaring sosial Facebook. Tengok saja, Gerakan 1.000.000 Rakyat Boikot Bayar Pajak dan Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Boikot Bayar Pajak untuk Keadilan.&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Pajak boleh saja mengklaim kasus Gayus dan gerakan boikot membayar pajak tidak meredupkan kepercayaan masyarakat terhadap Ditjen Pajak. Tapi kenyataannya, jumlah wajib pajak yang menyerahkan SPT tepat waktu masih minim. Jadi, jangan anggap remeh kasus Gayus dan gerakan boikot membayar pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 5 April 2010)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-729829972469945953?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/729829972469945953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=729829972469945953' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/729829972469945953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/729829972469945953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2010/12/gayus-dan-spt.html' title='GAYUS DAN SPT'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-1367139721439166205</id><published>2010-12-05T19:53:00.003+07:00</published><updated>2010-12-10T00:46:58.707+07:00</updated><title type='text'>EARTH HOUR</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Earth Hour 2010. Ubah dunia dalam satu jam, matikan lampu pada Sabtu, 27 Maret 2010, pukul 20.30 sampai 21.30 waktu setempat. Tahun ini, WWF kembali mengajak individu, praktisi bisnis, pemerintah, dan sektor publik lainnya di seluruh dunia termasuk Indonesia untuk turut serta mematikan lampu, hanya satu jam saja.&lt;br /&gt;Kampanye yang sudah berlangsung sejak 2007 lalu itu bertujuan membangun keterlibatan masyarakat luas. Yakni, melakukan aksi kecil yang dapat membawa suatu perubahan besar: mengurangi gas rumah kaca. Soalnya, perubahan iklim merupakan salah satu ancaman kehidupan di muka bumi yang paling nyata dan signifikan.&lt;br /&gt;Nah, salah satu cara untuk mengurangi percepatan pemanasan global adalah dengan mengurangi pemakaian listrik. Sebab, listrik yang dipakai manusia kebanyakan berasal dari pembangkit setrum berbahan bakar fosil, seperti minyak bumi dan batubara.&lt;br /&gt;Parahnya, pembangkit-pembangkit listrik tersebut mengeluarkan CO2 atau gas rumah kaca, yang telah mengakibatkan kenaikan dramatis temperatur rata-rata planet kita. Sehingga ini menyebabkan antara lain air permukaan laut naik dan musim kemarau panjang.&lt;br /&gt;Matikan lampu selama satu jam merupakan aksi kecil yang membawa perubahan besar. WWF menghitung, kalau 10% warga Jakarta berpartisipasi dalam Earth Hour, kita bisa menghemat konsumsi listrik sebesar 300 megawatt (MW). Itu berarti, setara dengan mematikan satu pembangkit listrik dan menghemat 267,3 ton CO2.&lt;br /&gt;Gubernur DKI Jakarta, yang juga Duta Earth Hour Indonesia, sudah berkomitmen memadamkan lampu di lima ikon kota, yaitu Bundaran HI, Monas, Gedung Balai Kota, Patung Pemuda dan Air Mancur Patung Arjuna Wiwaha. Sedang Walikota Yogyakarta bersedia mematikan lampu di Tugu, yang merupakan ikon kota gudeg itu.&lt;br /&gt;Ya, pemerintah, baik pusat maupun daerah, memang harus memberi contoh dan tak sebatas mengimbau saja. Sebab, aksi Earth Hour tidak hanya salah satu cara untuk mengurangi percepatan pemanasan global saja, tapi juga upaya menghemat pemakaian listrik.&lt;br /&gt;Sebetulnya tidak susah-susah amat melakoni aksi Earth Hour. Lantaran, kita sudah terbiasa dengan listrik yang byarpet akibat negara kita yang sedang krisis listrik. Namun, sekalipun nanti kondisi setrum di tanah air sudah membaik, toh tak ada ruginya meneruskan gerakan Earth Hour.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;(S.S. Kurniawan, Tajuk Harian KONTAN, 22 Maret 2010)&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-1367139721439166205?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/1367139721439166205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=1367139721439166205' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/1367139721439166205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/1367139721439166205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2010/12/earth-hour.html' title='EARTH HOUR'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-8467940055593310181</id><published>2009-11-08T20:00:00.003+07:00</published><updated>2009-11-13T16:34:55.377+07:00</updated><title type='text'>CITY HARBOUR</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/Sv0oGjldhmI/AAAAAAAAAK0/djDPDUYiJGI/s1600-h/Australia10.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403519221011154530" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 113px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/Sv0oGjldhmI/AAAAAAAAAK0/djDPDUYiJGI/s400/Australia10.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/Sv0oGDSXGKI/AAAAAAAAAKs/xJf40JooNmw/s1600-h/Australia8.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403519212341106850" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 113px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/Sv0oGDSXGKI/AAAAAAAAAKs/xJf40JooNmw/s400/Australia8.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/Sv0oFygoXnI/AAAAAAAAAKk/QozTf9Pe-wU/s1600-h/Australia4.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403519207837556338" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 113px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/Sv0oFygoXnI/AAAAAAAAAKk/QozTf9Pe-wU/s400/Australia4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;City Harbour, Sidney, Jumat (23/10). Jarum jam sudah menunjuk angka tujuh malam. Tapi, langit di atas kota terbesar di Australia itu masih terang benderang. Beberapa burung camar yang terbang rendah asik hilir mudik di sekitar dermaga, yang sudah hiruk pikuk oleh ribuan orang yang ingin menghabiskan malam di City Harbour.&lt;br /&gt;Dermaga yang letaknya hanya sepelemparan baru dari jantung Kota Sidney tersebut memang menjadi tempat nongkrong favorit warga Negeri Kanguru termasuk turis. Ada yang sekadar berjalan menyusuri City Harbour. Ada juga yang bercengkerma di kafe dan restoran yang berjajar si sepanjang dermaga.&lt;br /&gt;Tapi, ada satu lagi daya tarik dari City Harbour. Yakni, kapal pesiar yang disulap menjadi restoran terapung yang berjalan. Ada sekitar 10 kapal yang lego jangkar malam itu. Salah satunya, Princess Cruise yang akan membawa saya dan puluhan penumpang lainnya makan malam menyusuri Teluk Sidney.&lt;br /&gt;Dengan merogoh kocek sekitar A$70 atau sekitar Rp 615.000, saya bisa bersantap malam sambil menikmati Sidney yang bermandikan cahaya lampu. Termasuk Opera House yang namanya sudah tersohor ke seantero dunia.&lt;br /&gt;Kapal yang berlayar selama kurang lebih tiga jam dengan kecepatan 5 knot juga lewat di bawah Jembatan Sidney Harbour Bridge yang juga menjadi salah satu ikon kota berjulukan Kota Dermaga itu. Nah, saat Princess Cruise kembali lewat di bawah Jembatan Sidney Harbour, pesta kembang api dimulai. Hampir sepuluh menit bunga-bunga api itu menari-nari di atas langit Sidney dibarengi letusan. Indah.&lt;br /&gt;Rute Princess Cruise juga melalui Pangkalan Angkatan Laut Australia. Empat kapal perang sedang bersandar malam ini.&lt;br /&gt;Setelah hampir tiga jam mengarungi teluk Sidney, kapal yang saya tumpangi bersiap berlabuh kembali di City Harbour. Nyaris berbarengan dengan keberangkatan kapal pesiar raksasa yang akan bertolak ke Singapura lewat Kepulauan Fiji.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;malam di kebayoran &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-8467940055593310181?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/8467940055593310181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=8467940055593310181' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/8467940055593310181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/8467940055593310181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2009/11/city-harbour.html' title='CITY HARBOUR'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/Sv0oGjldhmI/AAAAAAAAAK0/djDPDUYiJGI/s72-c/Australia10.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-312014684168699081</id><published>2009-07-20T21:11:00.005+07:00</published><updated>2009-07-20T21:27:36.252+07:00</updated><title type='text'>ALAM GUNUNGKIDUL</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SmR9hniMvrI/AAAAAAAAAJ8/cGhphZnhJGg/s1600-h/BALI+177.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360547472979312306" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SmR9hniMvrI/AAAAAAAAAJ8/cGhphZnhJGg/s200/BALI+177.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SmR9hKiCYaI/AAAAAAAAAJ0/-HMMi2c5ZQI/s1600-h/Gua+Maria3.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360547465194004898" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SmR9hKiCYaI/AAAAAAAAAJ0/-HMMi2c5ZQI/s200/Gua+Maria3.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SmR9g38HNcI/AAAAAAAAAJs/6J9td7HaCok/s1600-h/BALI+163.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360547460203099586" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SmR9g38HNcI/AAAAAAAAAJs/6J9td7HaCok/s200/BALI+163.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SmR9ggufU5I/AAAAAAAAAJk/uM2MxiAQdyU/s1600-h/BALI+151.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360547453971944338" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SmR9ggufU5I/AAAAAAAAAJk/uM2MxiAQdyU/s200/BALI+151.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;Hampir sepekan di Gunungkidul, mulai akhir bulan lalu hingga awal bulan ini, bersama keluarga betul-betul mengobati kerinduan akan alam. Menjelajah hampir setiap sudut kabupaten yang terletak di selatan Yogyakarta ini.&lt;br /&gt;Pertama-tama menyambangi daerah paling subur di Gunungkidul yang terletak di Gelaran, Karangmojo. Tanaman padi tumbuh subur sepanjang tahun di daerah ini lantaran memiliki sungai bawah tanah yang airnya tidak pernah habis. Selain bertani, sebagian warga Gelaran juga melakukan budidaya air tawar.&lt;br /&gt;Tak jauh dari sungai bawah tanah terdapat bukit, yang dulu menjadi tempat istirahat Panglima Besar Jenderal Sudirman sewaktu melakukan perang gerilya melawan Belanda.&lt;br /&gt;Berikutnya, mendaki Bukit Benggol yang menyembul di daerah Karanganom, Karangmojo. Hanya butuh 10 menit untuk sampai ke puncak bukit. Dari puncak, kita bisa melihat jelas perbukitan hijau yang terletak di utara Gunungkidul, yang sekaligus menjadi batas alam dengan kabupaten lainnya di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Kalau cuaca sedang cerah, Gunung Merapi juga tampak jelas dengan asap putih yang membumbung tinggi.&lt;br /&gt;Setelah itu, ziarah ke Goa Maria Tritis. Goa yang berada di Giring, Paliyan pertama dikenal umat Katolik sekitar tahun 1974 lewat Romo Hardjo Sudarmo SJ. Dulu Goa yang bernama Tritis Singkil ini terkenal sebagai tempat yang angker. Di sana ada jalan salib yang rutenya mengitari dua bukit.&lt;br /&gt;Perjalanan selanjutnya ke Pantai Baron yang terletak di Kemadang, Tanjungsari. Tempat wisata ini paling populer dibanding pantai lainnya yang ada di Gunungkidul. Bibir pantai di sisi timur yang diapit dua perbukitan ini juga menjadi pertemuan dengan sungai bawah tanah.&lt;br /&gt;Penjelajahan kemudian berlanjut ke Situs Sokoliman di Sokoliman, Karangmojo. Di sini ditemukan peninggalan prasejarah dari masa Megalitik, antara lain berupa menhir dan peti kubur batu. Tahun 1934 Jl Moens dan Van der Hoop mengadakan penelitian di situs yang oleh warga sekitar disebut Kuburan Budho, dan menemukan bekal kubur yang berbentuk manik-manik, alat-alat besi, fragmen gerabah dan benda-benda perunggu.&lt;br /&gt;Setelah itu, menuju perkebunan kayu putih yang letaknya tak jauh dari Situs Sokoliman. Di tengah perkebunan ini membelah sungai dengan dasar batuan karst atau kapur. Meski kemarau menghantam Gunungkidul, air di sungai ini tidak pernah kering hanya menyusut saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#000000;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#33ff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#ffffff;"&gt;Mengobati Kerinduan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#000000;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#33ff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#33ff33;"&gt;malam di kebayoran lama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#33ff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#33ff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#33ff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#33ff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#33ff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#33ff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#33ff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#33ff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#33ff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-312014684168699081?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/312014684168699081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=312014684168699081' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/312014684168699081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/312014684168699081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2009/07/alam-gunungkidul.html' title='ALAM GUNUNGKIDUL'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SmR9hniMvrI/AAAAAAAAAJ8/cGhphZnhJGg/s72-c/BALI+177.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-7231188358061121738</id><published>2009-04-22T22:39:00.002+07:00</published><updated>2009-04-22T22:47:01.304+07:00</updated><title type='text'>BERSIH GUNUNG</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/Se8709kK3tI/AAAAAAAAAJc/1ZEE-uDdv0Y/s1600-h/gunung+agung.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327542665268092626" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 234px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/Se8709kK3tI/AAAAAAAAAJc/1ZEE-uDdv0Y/s320/gunung+agung.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;Banyak cara untuk memperingati Hari Bumi yang jatuh hari ini. Contoh paling gampang: tidak membuang sampah sembarang di mana pun Anda berada termasuk saat mendaki gunung.&lt;br /&gt;Mungkin hanya pengelola Taman Nasional Gede Pangrango yang menerapkan aturan ketat soal sampah. Pendaki wajib membawa turun sampah yang mereka hasilkan. Bungkus mie atau kaleng sarden, misalnya.&lt;br /&gt;Pengelola taman nasional atau gunung lainnya kebanyakan hanya mengeluarkan imbauan saja. Semuanya dikembalikan kepada kesadaran para pendaki akan kebersihan lingkungan di sekitar gunung.&lt;br /&gt;Tapi, sepanjang saya mendaki sejumlah gunung di Pulau Jawa dan Bali tak banyak pendaki yang membawa turun sampah-sampah yang mereka. Termasuk di Gunung Gede Pangrango. Kalaupun ada paling ala kadarnya saja.&lt;br /&gt;Hasilnya, sampah plastik berserakan di sana-sini, mulai dari bungkus permen, makanan ringan sampai mie. Terutama di kawasan-kawasan yang menjadi tempat bermalam para pendaki.&lt;br /&gt;Hanya, sewaktu mendaki Gunung Agung yang terletak di Pulau Bali saya dan sejumlah teman, yang tergabung dalam Mahapati Adventure Team, tidak menjumpai banyak sampah plastik berceceran. Yang banyak justru sampah bekas sajen.&lt;br /&gt;Itu sebabnya, kami berinisiatif memungut sampah-sampah plastik yang kami jumpai selama perjalanan turun. Istilahnya, Operasi Bersih Gunung. Hasilnya, kami mengumpulkan sampah-sampah itu ke dalam enam kantong plastik besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;Yang jelas, kami bangga bisa membantu membersihkan Gunung Agung terutama jalur pendakian Pura Besakih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Selamat Hari Bumi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#33ff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#33ff33;"&gt;malam di kebayoran lama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-7231188358061121738?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/7231188358061121738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=7231188358061121738' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/7231188358061121738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/7231188358061121738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2009/04/bersih-gunung.html' title='BERSIH GUNUNG'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/Se8709kK3tI/AAAAAAAAAJc/1ZEE-uDdv0Y/s72-c/gunung+agung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-1236750379573640349</id><published>2009-04-07T15:41:00.005+07:00</published><updated>2009-04-22T22:47:57.494+07:00</updated><title type='text'>FOKKER 27</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SdsSo8QMBUI/AAAAAAAAAJU/h0awoYL3gDM/s1600-h/Merpati.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;Kabut duka kembali menyelimuti dunia penerbangan Indonesia. Senin (6/4) lalu, pesawat Fokker 27 milik Skuadron II TNI AU jatuh dan meledak di Bandara Hussein Sastranegara, Bandung. Seluruh awak dan penumpang yang berjumlah 24 orang tewas.&lt;br /&gt;Saya juga pernah punya pengalaman menumpang Fokker 27 kepunyaan maskapai Merpati sewaktu bertolak dari Mataram menuju Denpasar pada 2003 lalu. Waktu itu habis meliput peresmian Bandara Sekokang dan mengunjungi tambang emas Newmont di Pulau Sumba, sekitar empat jam perjalanan darat dari Mataram.&lt;br /&gt;Ini kali pertama saya naik pesawat propeller atawa baling-baling. Awalnya, agak khawatir juga. Tapi begitu mengudara merasakan sensasi tersendiri. Soalnya, Fokker 27 terbang tidak terlalu tinggi. Sehingga pemandangan di bawah terlihat jelas, termasuk sewaktu melintas di atas Selat Lombok.&lt;br /&gt;Tapi, saya juga punya pengalaman menumpang pesawat militer. Tahun lalu sehabis bertugas mengikuti kunjungan kerja Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Sulawesi, saya kembali ke Jakarta dari Makassar naik pesawat Boeing 737-200 milik TNI Angkatan Udara. Pesawat angkut ini didesain khusus membawa rombongan VIP.&lt;br /&gt;Meski tergolong pesawat tua dan Departemen Perhubungan sudah melarang dipakai untuk penerbangan komersial, interior dalam Boeing 737-200 milik Skuadron II Lanud Halim Perdana Kusuma tersebut cukup mewah. Kursi penumpang berbalut kulit dan jarak dengan tempat duduk di depannya tidak sempit.&lt;br /&gt;Hebatnya lagi, pesawat TNI AU itu juga ada pramugarinya plus layanan makan layaknya maskapai penerbangan komersial. Dan, saya mengacungkan jempol kepada pilot yang mendaratkan pesawat dengan mulus nyaris tanpa hentakan di landasan Bandara Halim Perdanakusuma malam itu.&lt;/span&gt; &lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;siang di kebayoran lama &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-1236750379573640349?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/1236750379573640349/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=1236750379573640349' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/1236750379573640349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/1236750379573640349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2009/04/kabut-duka-kembali-menyelimuti-dunia.html' title='FOKKER 27'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-8166184523712359001</id><published>2009-03-13T21:33:00.002+07:00</published><updated>2009-03-13T21:36:26.185+07:00</updated><title type='text'>PURNAMA TANGERANG</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SbpvOoFFIbI/AAAAAAAAAJE/lahucAEyndk/s1600-h/purnama.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312681007504499122" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 124px; CURSOR: hand; HEIGHT: 88px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SbpvOoFFIbI/AAAAAAAAAJE/lahucAEyndk/s400/purnama.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;Menjelang Rabu (11/3) pagi, purnama yang menggantung di langit barat Tangerang masih bertugas. Maklum, gelap masih menyelimuti kota yang bertetangga dengan Jakarta itu.&lt;br /&gt;Saya sudah terjaga sejak Subuh tadi. Ada pekerjaan rutin: mengantar istri sampai pangkalan bus di daerah Petukangan, Jakarta Selatan, yang akan membawa dia ke kantornya di kawasan Sunter, Jakarta Utara.&lt;br /&gt;Itu sebabnya, saya masih menyaksikan purnama menyelesaikan tugasnya hari itu. Lebih tepatnya hanya menghiasi langit Tangerang malam itu. Maklum, cahaya yang dibagi tidak banyak berarti lantaran kota tempat saya tinggal ini sudah dipenuhi lautan cahaya lampu.&lt;br /&gt;Purnama baru terasa berbeda kalau kita sedang menjalani pendakian gunung di malam hari. Cahayanya betul-betul membantu. Dia bak petromaks raksasa yang menerangi jalur pendakian dan sekitarnya. Penerangan senter tak dibutuhkan lagi.&lt;br /&gt;Saya hanya sekali mendaki ditemani purnama. Itu pun dia sedang tidak sempurna. Tapi, cahayanya yang menyapu Lawu malam itu, membuat gunung yang membelah Jawa Tengah dan Jawa Timur itu seperti saat subuh menjelang pagi. Jalur pendakian dan sekitarnya terlihat agak jelas.&lt;br /&gt;Memandang purnama dari punggung Lawu terasa teduh. Damai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;malam di kebayoran lama&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-8166184523712359001?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/8166184523712359001/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=8166184523712359001' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/8166184523712359001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/8166184523712359001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2009/03/menjelang-rabu-113-pagi-purnama-yang.html' title='PURNAMA TANGERANG'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SbpvOoFFIbI/AAAAAAAAAJE/lahucAEyndk/s72-c/purnama.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-5044973787606128350</id><published>2009-03-12T22:34:00.006+07:00</published><updated>2009-03-12T22:53:51.228+07:00</updated><title type='text'>ANYER 10 MARET</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SbkvsSEWREI/AAAAAAAAAI8/0pjFAhwztMM/s1600-h/Anyer.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312329673271034946" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 206px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SbkvsSEWREI/AAAAAAAAAI8/0pjFAhwztMM/s320/Anyer.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;Melewati hari-hari di bulan ketiga tahun ini, jadi ingat sama lagunya Slank: &lt;em&gt;Anyer 10 Maret&lt;/em&gt;. Apalagi, gue suka banget sama pantai, selain gunung tentunya. Pokoknya, yang berbau alam bebas. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;Bulan lalu lalu habis ke Tanjung Lesung yang bertetangga dengan Anyer sama anak istri. Lokasinya, sekitar tiga jam perjalanan darat lewat Pandeglang. Di sana ada resort yang bagus banget. Jadi, ceritanya pengusaha asal Australia yang patungan dengan orang kaya Indonesia mau bikin Bali kedua di Tanjung Lesung. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;Oh ya, ini syair &lt;em&gt;Anyer 10 Maret&lt;/em&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;&lt;br /&gt;Malam ini Kembali sadari aku sendiri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;Gelap ini kembali sadari engkau telah pergi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;Malam ini kata hati harus terpenuhi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;Gelap ini kata hati ingin kau kembali&lt;br /&gt;Hembus dinginnya angin lautan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;Tak hilang ditelan bergelas-gelas arak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;Yang kutenggakkan…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;Malam ini ku bernyanyi lepas isi hati&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;Gelap ini ku ucap berjuta kata maki&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;Malam ini bersama bulan aku menari&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;Gelap ini di tepi pantai aku menangis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;Tanpa dirimu dekat dimataku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;Aku bagai ikan tanpa air&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;Tanpa dirimu ada disisiku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;Aku bagai hiu tanpa taring&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;Tanpa dirimu dekap dipelukku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;Aku bagai pantai tanpa lautan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;Kembalilah kasih…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;malam di kebayoran lama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-5044973787606128350?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/5044973787606128350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=5044973787606128350' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/5044973787606128350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/5044973787606128350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2009/03/anyer-10-maret.html' title='ANYER 10 MARET'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SbkvsSEWREI/AAAAAAAAAI8/0pjFAhwztMM/s72-c/Anyer.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-3992997889301731185</id><published>2009-03-09T21:48:00.005+07:00</published><updated>2009-03-12T22:50:56.016+07:00</updated><title type='text'>GEDE PANGRANGO (29)</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SbkvMWf0IiI/AAAAAAAAAIs/tPrFSS_tdBs/s1600-h/GedePangrango.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312329124704166434" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 220px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SbkvMWf0IiI/AAAAAAAAAIs/tPrFSS_tdBs/s400/GedePangrango.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;6 Februari lalu, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango genap berusia 29 tahun. Gede Pangrango yang menggandeng Kabupaten Bogor, Cianjur, dan Sukabumi merupakan salah satu dari lima taman nasional yang pertama kali diumumkan di Indonesia pada 1980 silam.&lt;br /&gt;C.G.C. Reinwardt adalah orang yang pertama yang mendaki Gunung Gede Pangrango. Dia adalah peneliti asal Belanda. Maklum taman nasional ini kaya akan keragaman tumbuhan dan satwa. Contoh, ada 251 jenis burung yang menghuni Gunung Gede Pangrango dari total 450 jenis burung yang terdapat di Pulau Jawa.&lt;br /&gt;Taman Nasional Gunung Gede Pangrango juga ditetapkan UNESCO sebagai Cagar Biosfir pada 1997 silam. Dan, sebagai Sister Park dengan Taman Negara di Malaysia pada 1995 lalu.&lt;br /&gt;Bagi saya, Gede Pangrango punya arti khusus. Soalnya, gunung ini merupakan gunung pertama yang saya daki pada Agustus 1998 lalu. Dan, sampai sekarang menjadi gunung terakhir yang saya daki pada 2005 lalu. Juga, gunung yang paling sering saya daki karena saya sudah mendaki Gede Pangrango sebanyak empat kali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;malam di kebayoran lama&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-3992997889301731185?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/3992997889301731185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=3992997889301731185' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/3992997889301731185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/3992997889301731185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2009/03/gede-pangrango-29.html' title='GEDE PANGRANGO (29)'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SbkvMWf0IiI/AAAAAAAAAIs/tPrFSS_tdBs/s72-c/GedePangrango.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-7995310200611586238</id><published>2009-02-16T21:29:00.005+07:00</published><updated>2009-02-16T21:41:56.534+07:00</updated><title type='text'>ARYA (2)</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SZl6vDc04UI/AAAAAAAAAIE/ao__Zn4N6b0/s1600-h/BALI+047.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303404985004122434" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SZl6vDc04UI/AAAAAAAAAIE/ao__Zn4N6b0/s200/BALI+047.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SZl6umxGf7I/AAAAAAAAAH8/Z_SISIx6IZo/s1600-h/BALI+012.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303404977304534962" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SZl6umxGf7I/AAAAAAAAAH8/Z_SISIx6IZo/s200/BALI+012.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffcccc;"&gt;Hari ini, AKHILES RADITYA ARYA PRADIPTA KURNIAWAN genap berumur dua tahun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffcccc;"&gt;Doa ayah dan bunda: semoga Arya tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, dan bisa membanggakan semua orang kelak. amin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffcccc;"&gt;Selamat Ulang Tahun sayang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffcccc;"&gt;malam di kunciran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-7995310200611586238?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/7995310200611586238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=7995310200611586238' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/7995310200611586238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/7995310200611586238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2009/02/arya-2.html' title='ARYA (2)'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SZl6vDc04UI/AAAAAAAAAIE/ao__Zn4N6b0/s72-c/BALI+047.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-1391494157798948361</id><published>2009-02-15T17:15:00.005+07:00</published><updated>2009-02-15T19:43:27.961+07:00</updated><title type='text'>TANJAKAN CINTA</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SZfr3fhKZ3I/AAAAAAAAAHk/H-Vz4mR0Q1M/s1600-h/tanjakan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302966424837973874" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 127px; CURSOR: hand; HEIGHT: 95px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SZfr3fhKZ3I/AAAAAAAAAHk/H-Vz4mR0Q1M/s320/tanjakan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffcccc;"&gt;Kalau lagi Valentine begini jadi ingat sama Tanjakan Cinta yang menjadi bagian rute pendakian ke Puncak Mahameru. Tanjakan yang landai tapi panjang tersebut mendapat julukan Tanjakan Cinta lantaran mitos yang beredar di kalangan pendaki.&lt;br /&gt;Katanya, kalau bisa melewati tanjakan yang letaknya ada di Ranu Kumbolo (Ranu artinya danau, sedang Kumbolo adalah Sapi) tanpa henti dan menoleh ke belakang, maka keinginan cintanya bakal terkabul. Mitos ini lahir dari kisah dua sejoli yang sudah tunangan yang mendaki Gunung Semeru.&lt;br /&gt;Konon, waktu itu, si cowok melewati tanjakan tersebut lebih dulu. Sementara calon istrinya kepayahan naik tanjakan itu, cowok tadi cuma melihat dari atas sambil foto-foto. Naas, pendaki cewek ini tiba-tiba pingsan dan jatuh terguling ke bawah, kemudian tewas.&lt;br /&gt;Saya sendiri tak berhasil melewati Tanjakan Cinta tanpa henti saat mendaki Semeru di Oktober 1999 lalu. Baru separo jalan sudah ngos-ngosan dan terpaksa berhenti untuk mengambil nafas.&lt;br /&gt;Ya, dengan ransel segede gaban di punggung, naik Tanjakan Cinta bukan perkara gampang. Apalagi, pagi itu baru saja start untuk melanjutkan pendakian ke Puncak Mahameru setinggi 3.676 meter setelah sempat bermalam di Ranu Kumbolo.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffcccc;"&gt;TO LOVE and TO BE LOVED&lt;br /&gt;Selamat Hari Kasih Sayang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffcccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffcccc;"&gt;sore di kunciran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-1391494157798948361?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/1391494157798948361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=1391494157798948361' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/1391494157798948361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/1391494157798948361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2009/02/tanjakan-cinta.html' title='TANJAKAN CINTA'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SZfr3fhKZ3I/AAAAAAAAAHk/H-Vz4mR0Q1M/s72-c/tanjakan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-7551770362406858360</id><published>2008-12-31T13:16:00.003+07:00</published><updated>2008-12-31T13:20:27.612+07:00</updated><title type='text'>TAON BAROE</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Tinggal beberapa jam lagi tahun bakal berganti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff66;"&gt;Selamat Tinggal 2008!&lt;br /&gt;Selamat Datang 2009!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Empat tahun lalu, saya memilih menghabiskan malam pergantian tahun dengan mendaki Gunung Gede Pangrango setelah tahun sebelumnya hanya merayakan di kaki gunung yang punya dua puncak tersebut, yakni Gede dan Pangrango.&lt;br /&gt;Saat itu, saya mendaki bersama adik dan paman lewat jalur Gunung Putri, Cipanas. Start dari Pos Gunung Putri sore hari di 30 Desember 2003. Dan, tiba di alun-alun barat Surya Kencana menjelang tengah malam. Kami pun bermalam di sana sambil menunggu pergantian tahun.&lt;br /&gt;Sejak pagi hari di 31 Desember 2003 hujan terus-terusan mengguyur alun-alun Surya Kencana yang dipadati ratusan pendaki. Baru malamnya, hanya beberapa jam menjelang pergantian tahun hujan betul-betul berhenti dan saya tengah tertidur lelap.&lt;br /&gt;Sampai akhirnya, suara ledakan kembang api dan petasan membangunkan saya tepat pukul 12 malam. Tak menyaka bakal ada pesta kembang api di Gunung Gede Pangrango. Ternyata, beberapa rombongan pendaki membawa kembang api dan petasan.&lt;br /&gt;Malam pergantian tahun di Gunung Gede Pangrango pun menjadi meriah. Sekaligus, mengusir hawa dingin yang terus saja menusuk tulang. Sambil terucap dalam hati serangkaian doa syukur dan harapan boleh melangkah lagi di Tahun Baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;siang di kebayoran lama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-7551770362406858360?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/7551770362406858360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=7551770362406858360' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/7551770362406858360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/7551770362406858360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2008/12/taon-baroe.html' title='TAON BAROE'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-4630256942200292221</id><published>2008-12-08T17:14:00.008+07:00</published><updated>2008-12-11T15:48:51.337+07:00</updated><title type='text'>MIMPI RINJANI</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/ST4lq4m5sAI/AAAAAAAAAHY/d4vBZlWuk7M/s1600-h/BALI+115.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277697232005083138" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/ST4lq4m5sAI/AAAAAAAAAHY/d4vBZlWuk7M/s320/BALI+115.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/ST4lqfcxX-I/AAAAAAAAAHQ/nx6JA-wQyag/s1600-h/BALI+001.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277697225251708898" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/ST4lqfcxX-I/AAAAAAAAAHQ/nx6JA-wQyag/s320/BALI+001.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/STz05ntI3qI/AAAAAAAAAGw/-1_Bv0a2nCY/s1600-h/BALI+119.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Makin hari Arya makin menggemaskan saja. Oh ya, Arya itu putera pertama saya. Ya, boleh dibilang masih anak semata wayang. Tapi, bukan berarti saya dan istri tidak mau tambah lagi alias memberi adik buat Arya, lo.&lt;br /&gt;Contoh Arya yang menggemaskan itu terjadi hari ini. Begitu tahu saya akan memenuhi janji membelikannya es krim, sontak dia berteriak horeee sambil bertepuk tangan girang. Saya tak menyangka, Arya yang usianya belum genap dua tahun bisa bersikap seperti itu.&lt;br /&gt;Sebelumnya, saat menyaksikan televisi yang menayangkan gambar pom bensin, kontan dia bilang: “mau (p)unya (pom b) ensin bial (r maksudnya) kaya”. Entah dapat dari mana kata-kata dan pemikiran itu. Saya dan istri hanya bisa tertawa geli.&lt;br /&gt;Kami juga bingung lantaran Arya sangat suka melihat pom bensin. Apalagi, kalau kami mampir ke sana. Setelah itu dia akan mengatakan: “da..da.. (sambil melambaikan tangan mungilnya), (b)esok lagi”.&lt;br /&gt;Kalau saya dan Arya diberi umur panjang dan rezeki, saya berencana untuk mewujudkan cita-cita yang belum kesampaian untuk mendaki Gunung Rinjani bersamanya. Ya, paling tidak kalau dia sudah duduk di bangku SMA.&lt;br /&gt;Rencananya, sih, saya akan menyewa porter sekaligus pemandu. Jadi, tidak perlu repot-repot menggendong ransel yang segede-gede gaban itu. Cukup bawa tas kecil saja yang isinya air minum, makanan ringan, kamera foto dan video. Semoga! Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;sore di kunciran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-4630256942200292221?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/4630256942200292221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=4630256942200292221' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/4630256942200292221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/4630256942200292221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2008/12/makin-hari-arya-makin-menggemaskan-saja.html' title='MIMPI RINJANI'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/ST4lq4m5sAI/AAAAAAAAAHY/d4vBZlWuk7M/s72-c/BALI+115.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-6652911321126701676</id><published>2008-12-03T23:12:00.000+07:00</published><updated>2008-12-03T23:14:49.041+07:00</updated><title type='text'>PENCARI RUMPUT</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;Sebentar lagi Lebaran Haji. Persisnya, 8 Desember nanti. Jakarta dan sekitarnya kedatangan ribuan mungkin puluhan ribu “penghuni” baru yang bakal menetap untuk sementara waktu. Mereka adalah sapi, kerbau, kambing, dan domba yang akan menjadi kurban pada Hari raya Idul Adha.&lt;br /&gt;Ini membetot memori saya sewaktu mendaki Gunung Merbabu. Bukan soal hewan ternak yang bakal menjadi kurban. Tapi, pencari rumput buat sapi perah yang banyak dipelihara warga yang tinggal di kaki Merbabu, khususnya daerah Selo, Jawa Tengah.&lt;br /&gt;Saban melakukan pendakian ke gunung dengan tinggi 3.142 meter tersebut, saya selalu ketemu dengan para pencari rumput tersebut. Biasanya, mereka mencari rumput di padang savanna Merbabu yang berada di ketinggian lebih dari  2.700 meter. Sekitar satu atau dua jam lagi menuju Kenteng Songo, puncak tertinggi di Merbabu.&lt;br /&gt;Biasanya, para pencari rumput itu memulai perjalanan ke padang savanna pagi-pagi buta. Mereka hanya butuh waktu dua jam ke sana. Sedang saya bisa enam sampai delapan jam. Para pencari rumput itu hanya berbekal satu botol minuman dan beberapa butir permen saja untuk melepas dahaga.&lt;br /&gt;Sebelum tengah hari mereka sudah sampai di kaki Merbabu yang diambil dari kata Meru yang artinya Gunung dan Babu yang berarti Wanita. Sekeranjang besar penuh rumput yang beratnya bisa di atas 20 kilo yang ditaruh di atas kepala mereka bawa turun. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;Saya kagum dengan mereka. Betul-betul perkasa dan hebat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#33ff33;"&gt;malam di kebayoran lama&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-6652911321126701676?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/6652911321126701676/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=6652911321126701676' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/6652911321126701676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/6652911321126701676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2008/12/pencari-rumput.html' title='PENCARI RUMPUT'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-6750335267873146928</id><published>2008-12-02T18:47:00.001+07:00</published><updated>2008-12-02T18:50:52.828+07:00</updated><title type='text'>MUSIM HUJAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33cc00;"&gt;Hujan mulai sering menyapa Jakarta dan sekitarnya. Kadang dibarengi angin kencang dan petir yang menyambar. Sehabis itu tamu lainnya yang bernama banjir giliran datang mengetuk. Yang menyenangkan kota ini dan tetangganya jadi lebih adem memang.&lt;br /&gt;Tapi, naik gunung di musim penghujan jelas menjadi beban tambahan. Pendakian jadi terasa berat. Tapi, saat mendaki Gunung Merbabu di Oktober 1998, saya bersama tiga rekan lainnya mesti mengawali pendakian di tengah guyuran hujan lebat.&lt;br /&gt;Kami terpaksa, setelah menunggu sampai tengah malam di desa terakhir hujan tak kunjung mereda. Justru makin lebat. Pilihannya: mendaki atau tidak sama sekali. Maklum, Minggu malam kami sudah harus ada di Jogja lantaran salah satu teman ada kuliah pagi yang tidak bisa ditinggal.&lt;br /&gt;Brrr… dingin banget. Ponco yang saya pakai tak bisa melindungi semua bagian tubuh. Sebagian baju dan celana pun basah kuyup. Pendakian makin berat karena jalur yang kami lewati sangat licin akibat siraman air hujan. Ngos-ngosan kalau pas jalannya menanjak.&lt;br /&gt;Empat jam mendaki saya menyerah. Tak kuat lagi meski hujan sudah betul-betul berhenti. Saya meminta teman untuk bermalam dan mencari tempat yang cocok untuk mendirikan tenda. Malam itu kami bermalam di punggung Merbabu, empat jam lagi menuju puncak.&lt;br /&gt;Merbabu bukan yang pertama dan terakhir. Beberapa kali saya mendaki di tengah guyuran air hujan. Ketika mendaki Gunung Semeru di Oktober 1999, misalnya. Tangan saya sampai mati rasa waktu itu saking dinginnya. Setelah melahap sebatang coklat, tubuh sedikit menghangat.&lt;br /&gt;Memang, ada baiknya mendaki gunung tidak saat musim penghujan. Apalagi, di bulan Januari dan Februari walau saya pernah melakoninya sewaktu mendaki Merbabu untuk ketiga kalinya. Tapi, tidak bisa sampai di puncak lantaran badai menyerang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33cc00;"&gt;malam di kebayoran lama&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-6750335267873146928?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/6750335267873146928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=6750335267873146928' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/6750335267873146928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/6750335267873146928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2008/12/musim-hujan.html' title='MUSIM HUJAN'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-6786535673422106929</id><published>2008-11-24T17:21:00.001+07:00</published><updated>2008-11-24T17:23:44.768+07:00</updated><title type='text'>PANTANGAN MENDAKI</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33cc00;"&gt;Di sejumlah bioskop di Tanah Air sekarang lagi diputar film lokal berjudul: Pencarian Terakhir. Ceritanya, tentang pencarian pendaki yang hilang sewaktu sedang mendaki Gunung Sarangan. Film ini diangkat dari kisah nyata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33cc00;"&gt;Ya, pendaki yang hilang memang selalu mewarnai jagad pendakian Indonesia. Ada yang ketemu dalam keaadaan hidup. Tak jarang pula dalam keadaan tewas. Bahkan, yang tidak ketemu sampai sekarang pun juga ada.&lt;br /&gt;Selalu ada cerita yang mengiringi pendaki yang hilang. Biasanya, mereka melanggar kode etik dan aturan main. Contoh, tak kabur alias sombong atau berbicara dengan kata-kata tidak senonoh selama pendakian.&lt;br /&gt;Semua gunung punya pantangan tersebut. Tapi, ada beberapa gunung yang punya larangan lainnya. Gunung Lawu, misalnya. Pendaki tidak boleh memakai atribut apapun yang berwarna hijau dan beberapa motif batik.&lt;br /&gt;Satu lagi. Kalau petugas jaga melarang ada pendakian, biasanya karena alasan cuaca, sebaiknya ditaati. Boleh percaya atau tidak. Tapi, ada baiknya dan alangkah bijaknya mematuhi semua pantangan tersebut. Toh, tidak ada ruginya.&lt;br /&gt;Selamat Mendaki!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33cc00;"&gt;sore di kebayoran lama&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-6786535673422106929?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/6786535673422106929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=6786535673422106929' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/6786535673422106929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/6786535673422106929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2008/11/pantangan-mendaki.html' title='PANTANGAN MENDAKI'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-242116711452524092</id><published>2008-10-28T19:12:00.003+07:00</published><updated>2008-11-24T17:26:04.333+07:00</updated><title type='text'>SINYAL BAGUS</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#999999;"&gt;Kalau lihat iklan di tivi sekarang, lagi gencar pariwara sinyal bagusss XL. Sampai-sampai posisi lagi di gunung sekali pun sinyal tetap ada. Jadi, silahturahmi nyambung terusss, tidak putusss.&lt;br /&gt;Tapi, jauh sebelum XL promo sinyal bagusnya tahun ini. Saya sudah bisa melakukan panggilan melalui hape ketika mendaki Gunung Lawu di 2002 dan Gede di 2003. Memang, operatornya bukan XL tapi dari tetangga sebelah sekaligus pesaing utama.&lt;br /&gt;Cuma, tidak semua tempat bisa menangkap sinyal, lo. Hanya kawasan di punggung bukit—begitu biasanya kami menyebutnya--saja yang bisa. Itu pun dengan catatan pemandangan di hadapannya adalah sebuah kota.&lt;br /&gt;Sinyal, paling tidak buat saya, menjadi penting saat mendaki gunung. Utamanya sinyal radio. Maklum, radio menjadi satu-satunya hiburan dan menjadi teman tidur saat bermalam di gunung. Yang tidak kalah penting, membantu mengusir rasa takut, apalagi kalau teman sependakian sudah pada tidur semua.&lt;br /&gt;Cuma, pernah kejadian saat bermalam di rumah pondokan di Ranu (Telaga) Kumbolo ketika mendaki Gunung Semeru sudah tidak ada radio yang siaran. Sebab, sudah jam satu malam. Tapi sialnya, belum juga bisa tidur. Kayaknya, gara-gara menegak obat flu dan penghilang pegal-pegal sekaligus sebelum mau tidur.&lt;br /&gt;Sebetulnya, yang tidur di pondokan ada 11 orang termasuk saya. Hanya, tetap aja rasa takut datang menyergap. La, udah pada ngorok semua. Yang bikin tambah serem, sorenya seorang teman bercerita soal keangkeran Ranu Kumbolo.&lt;br /&gt;Kadang soal sinyal radio ini juga bikin takjub. Contoh, saat bermalam di Puncak Hargo Dumilah, yang menjadi tanah tertinggi di Gunung Lawu (3.265 m), radio kecil saya menangkap siaran stasiun Radio Geronimo yang berlokasi di Jogja.&lt;br /&gt;Tapi, pernah juga bikin bulu kuduk merinding. Waktu bermalam di Gunung Agung kami sayup-sayup mendengar suara musik. Padahal, kata bapak polisi di Pos Besakih, kami satu-satunya rombongan yang mendaki gunung tertinggi di Pulau Bali itu.&lt;br /&gt;Ternyata, siangnya baru kami tahu ada rombongan lain yang lebih dulu mendaki Gunung Agung. Kami bertemu mereka di tengah perjalanan menuju puncak. Dan, suara musik tersebut berasal dari radio mereka yang tetap menyala ketika mereka turun gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam di kunciran&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-242116711452524092?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/242116711452524092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=242116711452524092' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/242116711452524092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/242116711452524092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2008/10/kalau-lihat-iklan-di-tivi-sekarang-lagi.html' title='SINYAL BAGUS'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-1269027763508803956</id><published>2008-10-17T20:40:00.006+07:00</published><updated>2008-12-09T14:44:57.891+07:00</updated><title type='text'>TANTE dan MAHAPATI</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/ST4hs97zdrI/AAAAAAAAAHI/CmnmS2Mksbg/s1600-h/Gede2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277692869748160178" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 96px; CURSOR: hand; HEIGHT: 67px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/ST4hs97zdrI/AAAAAAAAAHI/CmnmS2Mksbg/s400/Gede2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/ST4g-753BhI/AAAAAAAAAG4/h_sCYDMT_F4/s1600-h/Gede.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277692078929151506" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 96px; CURSOR: hand; HEIGHT: 62px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/ST4g-753BhI/AAAAAAAAAG4/h_sCYDMT_F4/s400/Gede.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;Pekan lalu, seorang teman yang dulu sama-sama bekerja sebagai reporter di Tempo News Room (TNR) mengirim surat elektronik lewat milis TNR-16. Isinya, foto-foto nostalgia awak kantor berita milik Kelompok Tempo Media. Beberapa di antaranya foto-foto kegitatan sebagian reporter TNR saat mendaki Gunung Gede pada Mei 2002 lalu.&lt;br /&gt;Dari situlah kemudian lahir TANTE. Singkatan dari Tempo Adventure Team. Sengaja memilih kata tante lantaran genit dan lucu, meski sempat mendapat penolakan dari beberapa rekan. Sejak itu, aktivitas alam lain, seperti arum jeram, hiking dan berkemah, giat kami gelar. Contoh, arum jeram di Sungai Citarik, hiking ke Kawah Ratu, berkemah di kaki Gunung Salak dan Gunung Gede. Lalu, berpetualang ke Badui dan Pulau Onrust.&lt;br /&gt;Lantaran banyak anggota yang keluar dari TNR, sudah dua tahun belakangan kegiatan TANTE ke alam bebas terhenti.&lt;br /&gt;Agak ke belakang, sewaktu kuliah di Jogja, saya dan beberapa teman kost membentuk kelompok pecinta alam MAHAPATI. Kalau yang ini singkatan dari Mahasiswa Patah Hati. Ceritanya, ketika itu saya dan seorang teman kost yang memang punya hobi naik gunung baru saja putus cinta. Supaya tidak sedih berlarut-larut, kami memutuskan mendaki Gunung Merbabu. Kalau nggak salah, sih, di bulan April 2000.&lt;br /&gt;Di sana lah ide Mahapati lahir. Kami pun memakai gambar kepala seorang mahapati kerjaaan yang terinspirasi dari kartun Panji Koming bikinan Dwi Koen yang terbit saban Ahad di Kompas sebagai logo. Kemudian, membikin kaos yang kami pakai perdana ketika mendaki Gunung Agung.&lt;br /&gt;Nasib MAHAPATI sama saja dengan TANTE. Begitu anggotanya lulus kuliah dan semuanya bekerja di luar Jogja, kegiatan MAHAPATI terhenti. Apalagi, anak-anak kost yang baru tidak ada yang punya hobi naik gunung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;Berharap suatu saat saya bisa lagi bernostalgia dengan TANTE dan MAHAPATI menjelajah alam bebas. Tidak sekadar nostalgia dengan melihat foto-foto jadul. Semoga!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;malam di kunciran&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-1269027763508803956?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/1269027763508803956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=1269027763508803956' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/1269027763508803956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/1269027763508803956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2008/10/tante-dan-mahapati.html' title='TANTE dan MAHAPATI'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/ST4hs97zdrI/AAAAAAAAAHI/CmnmS2Mksbg/s72-c/Gede2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-3586012500206567112</id><published>2008-09-22T19:15:00.001+07:00</published><updated>2008-09-22T19:18:36.626+07:00</updated><title type='text'>MUSIM KERING</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Musim kemarau yang tahun ini bakal molor hingga akhir November nanti mulai berulah. Sumber-sumber air yang ada di dalam perut bumi mulai menyusut. Buntutnya, sudah dua hari belakangan mesin pompa yang ada di rumah saya sudah tak sanggup lagi menyedot air, meski kedalaman sumur mencapai 30 meter. Maklum, bukan dari jenis jet pump.&lt;br /&gt;Kerepotan pun melanda keluarga saya. Untuk urusan mandi, mencuci dan sebagainya saya mesti menumpang ke rumah sepupu. Untung jaraknya tak seberapa, cuma dua blok saja. Tak mau terus-terusan ribet, akhirnya, saya memutuskan untuk mengungsi sementara ke rumah orang tua di Pasar Rebo, Jakarta Timur.&lt;br /&gt;Ternyata, hujan deras yang dibarengi petir menggelegar yang dua pekan lalu mengguyur wilayah Kunciran, tempat tinggal saya, hanya merupakan selingan saja pada musim kemarau akibat anomali cuaca. Badan Meteorologi dan Geofiska (BMG) bilang musim hujan baru akan datang menyapa pada awal Desember mendatang. Padahal teorinya, musim kemarau sudah mesti pergi paling lambat akhir bulan ini.&lt;br /&gt;Musim kemarau yang membuat sumber-sumber air kering tak bersisa juga pernah membuat repot saya dan sejumlah teman yang pada September 2000 lalu mendaki Gunung Lawu lewat jalur Cemoro Kandang, Jawa Tengah. Soalnya, kami berharap banyak pada sebuah mata air, sendang begitu warga setempat menyebut, yang lokasinya tak jauh dari Pos III. Letaknya, persis di pinggir jalur pendakian.&lt;br /&gt;Kami terpaksa menelan pil pahit. Begitu sampai di sendang itu tak ada air tersisa. Ini di luar dugaan. Tak menyangka mata air yang dikeramatkan tersebut bakalan kering. Padahal, dari bawah kami tidak banyak membawa air. Tidak ada jalan lain, kami harus menghemat betul pemakaian air supaya cukup untuk perjalanan pulang.&lt;br /&gt;Saya pun hanya bisa gigit jari. Padahal, sebelumnya sudah membayangkan bakalan meneguk segar dan dinginnya air dari sendang yang mirip kubangan dengan ukuran mini itu. Sumbernya dari balik semak belukar yang ada di belakangnya, mengalir perlahan mengikuti alur bukit. Pada pendakian sebelumnya di November 1999, saya sempat menenggak air dari sendang ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;malam di kebayoran lama&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-3586012500206567112?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/3586012500206567112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=3586012500206567112' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/3586012500206567112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/3586012500206567112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2008/09/musim-kering.html' title='MUSIM KERING'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-8627836583418553003</id><published>2008-09-13T00:30:00.004+07:00</published><updated>2008-09-13T00:38:50.503+07:00</updated><title type='text'>THAILAND MENDIDIH</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMqojp_Tv0I/AAAAAAAAAEk/hcdaeI2x1K0/s1600-h/Surayud.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245190046546640706" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMqojp_Tv0I/AAAAAAAAAEk/hcdaeI2x1K0/s200/Surayud.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMqoPTFvOGI/AAAAAAAAAEc/hYFrHy26d1M/s1600-h/Surayud2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245189696802207842" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMqoPTFvOGI/AAAAAAAAAEc/hYFrHy26d1M/s200/Surayud2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Kondisi politik Thailand yang saat ini sedang mendidih menarik memori saya kembali ke dua tahun yang lalu. Kala itu, situasi politik di Negeri Gajah Putih juga sedang memanas. Militer di bawah pimpinan bekas Panglima Angkatan Bersenjata Jenderal Sonthi Boonyaratglin mendongkel kekuasaan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra hingga menyeret Thailand ke dalam krisis politik.&lt;br /&gt;Thaksin yang sedang berada di London digulingkan lewat kudeta tidak berdarah pada Selasa malam di 19 September 2006. Saya yang waktu itu masih menjadi wartawan TEMPO (sekarang wartawan KONTAN) mengikuti betul perkembangan yang terjadi sebelum dan pascaperebutan kekuasaan tersebut. Bukan kebetulan semata. Soalnya, ketika itu saya mengawangi desk internasional.&lt;br /&gt;Thailand bisa dibilang negeri kudeta. Raja Bhumibol Adulyadej adalah orang yang paling kenyang untuk urusan rebut-merebut kekuasaan ini. Bagaimana tidak? Sejak dia naik takhta pada 1946 silam, sudah terjadi 18 kali kudeta militer. Justru yang terbanyak militer mengkudeta rezim militer.&lt;br /&gt;Panggung politik Thailand juga tak lepas dari campur tangan Raja yang naik takhta sejak usia 19 tahun--menggantikan sang kakak yang mati secara misterius di kamarnya--itu. Peran Bhumibol ini yang membuat sebagian rakyat Thailand merasa adem begitu perebutan kekuasaan secara paksa terjadi lagi. “Semuanya baik-baik saja karena kami punya seorang raja,” kata mereka.&lt;br /&gt;&amp;shy;Ini yang buat Thailand beda. Monarki di seluruh dunia mesti berjuang keras memelihara atau bahkan mendapatkan cinta dan kesetiaan rakyatnya. Bagi warga Thailand, Raja Bhumibol ada di hati mereka. Kepemimpinannya yang telah 62 tahun menjadikan Bhumibol raja terlama di dunia saat ini. Tapi dia tetap rendah hati. "Pepatah bahwa raja tidak mungkin berbuat salah, itu adalah penghinaan. Itu berarti raja bukan manusia. Saya bisa berbuat salah," ujar Bhumibol.&lt;br /&gt;Kudeta militer yang terjadi dua tahun lalu itu yang kemudian membawa saya terbang ke Thailand. Tapi sebetulnya, perjalanan ini sudah sangat terlambat. Perebutan kekuasaan dari tangan Thaksin yang sangat popular di akar rumput—sama persis dengan rezim Soeharto—sudah terjadi dua pekan sebelumnya. Maklum, liputan ini atas undangan Otoritas Pariwisata Thailand, yang kepingin menunjukan negaranya aman-aman saja walau kudeta militer mengguncang.&lt;br /&gt;Dan, betul saja. Tidak ada lagi jejak-jejak kudeta. Tank-tank militer yang tadinya unjuk gigi di pusat Kota Bangkok sudah kembali ke barak. Begitu juga tentara dengan senjata lengkap yang semula berjaga di segala penjuru ibukota. Kehidupan kembali normal di Thailand. Pun dunia pariwisatanya.&lt;br /&gt;Junta militer di bawah pimpinan Jenderal Sonthi yang Islam itu lantas menunjuk Surayud Chulanont, bekas Kepala Staf Angkatan Darat, sebagai Perdana Menteri Thailand yang baru. Penujukan Surayud yang pernah menjadi penasihat raja tersebut juga atas restu Raja Bhumibol.&lt;br /&gt;Beruntung saya bisa bertemu langsung dengan Surayud dalam sebuah wawancara khusus di sela-sela kunjungan kerjanya ke Indonesia pada pertengahan Oktober 2006. Ini kali pertama saya melakukan wawancara khusus dengan seorang kepala pemerintahan. Yang kedua, dengan Perdana Menteri Timor Leste Jose Manuel Ramos Horta yang sekarang menjadi Presiden.&lt;br /&gt;Surayud yang sederhana, orang yang tepat janji. “Begitu pemerintahan baru terbentuk, saya akan bilang, "Selamat tinggal (politik)". Sebab, saya tidak ingin terlibat dalam politik lagi,” katanya dalam wawancara dengan TEMPO. Dan, dia membuktikan janjinya itu setahun kemudian, selepas pemilihan umum yang dimenangkan Partai Kekuatan Rakyat yang merupakan jelmaan Thai Rak Thai, partai bentukan Thaksin yang dibubarkan pemerintahan Surayud.&lt;br /&gt;Samak Sundaravej kemudian duduk di kursi Perdana Menteri yang ditinggalkan Surayud. Belum genap setahun memerintah Thailand, dia sudah digoyang. Aliansi Rakyat untuk Demokrasi—kelompok yang dulu juga mendesak Thaksin lengser—menuntut Samak mundur lantaran berniat mengubah konstitusi lewat referendum.&lt;br /&gt;Beda dengan dua tahun yang lalu, militer bersumpah tidak bakal mengkudeta Samak. Tapi, akhirnya Samak jatuh juga. Gara-garanya, sepele: menjadi pembawa acara masak-memasak di televisi, program yang dulu dia pernah pandu sebelum menjadi orang nomor satu di pemerintahan di negara yang dulu bernama Siam ini. Mahkamah Konstitusi Thailand memerintahkan Samak meletakkan jabatannya setelah terbukti bersalah melanggar konstitusi.&lt;br /&gt;Begitulah Thailand, negara yang pernah membawa kenangan manis buat saya. Yang bakal selalu membetot memori saya kalau kondisi politik di negara yang terkenal paling demokratis tersebut sedang mendidih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;dinihari di kebayoran lama&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-8627836583418553003?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/8627836583418553003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=8627836583418553003' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/8627836583418553003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/8627836583418553003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2008/09/thailand-mendidih.html' title='THAILAND MENDIDIH'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMqojp_Tv0I/AAAAAAAAAEk/hcdaeI2x1K0/s72-c/Surayud.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-3378701789537742487</id><published>2008-09-02T13:49:00.001+07:00</published><updated>2008-09-02T13:49:54.610+07:00</updated><title type='text'>TOPI RIMBA</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33cc00;"&gt;Hari ini betul-betul apes. Gue harus kehilangan topi rimba yang selalu menemani pendakian ke gunung-gunung di Jawa dan Bali. Bahkan, penutup kepala berwarna hijau itu ikut juga dalam perjalanan gue ke Sulawesi Selatan awal bulan lalu ketika meliput kunjungan kerja dan wawancara khusus dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla.&lt;br /&gt;Ini semua cuma gara-gara keteledoran gue. Pas mau turun dari metro mini di Pasar Kebayoran Lama, entah kenapa gue lupa dengan topi rimba itu. Selama di dalam angkutan umum itu, gue sengaja melepas topi itu dari kepala lantaran gerah luar biasa. Topi tersebut gue taruh di atas tas yang ada di pangkuan. Mungkin karena buru-buru mau turun, gue jadi lupa.&lt;br /&gt;Topi rimba itu pertama kali gue pakai waktu mendaki Gunung Sumbing yang terletak di Jawa Tengah pada pertengahan 1999 lalu. Ini kali ketiga gue mendaki gunung setelah Gede di pertengahan 1998 dan Merbabu di awal 1999. Jadi, umur pelindung kepala dari gigitan sinar matahari ketika mendaki di siang hari tersebut sudah sembilan tahun.&lt;br /&gt;Yang bikin topi rimba merek EIGER ini istimewa, di bagian depan melekat label sepatu merek Adidas Enforcer. Alas kaki itu juga selalu menemani pendakian gue sebelum jebol ketika usai mendaki Semeru, tanah tertinggi di Jawa, pada Oktober 1999 lalu. Sepatunya aku tinggal di pos Ranu Kumbolo atau Danau Kumbolo yang terkenal dengan Tanjakan Cinta-nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33cc00;"&gt;siang di kebayoran lama&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-3378701789537742487?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/3378701789537742487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=3378701789537742487' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/3378701789537742487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/3378701789537742487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2008/09/topi-rimba.html' title='TOPI RIMBA'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-6786627853292666928</id><published>2008-08-22T21:51:00.002+07:00</published><updated>2008-08-22T21:55:43.775+07:00</updated><title type='text'>SATU DASAWARSA</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;Besok, tepat 10 tahun saya menjejakkan kaki untuk yang pertama kalinya di puncak Gunung Gede yang memiliki tinggi 2.958 meter. Keberhasilan itu yang kemudian memecut saya untuk mendaki gunung-gunung lainnya.&lt;br /&gt;Ya, Gede memang menjadi titik awal. Bukan tanpa alasan saya memilih gunung yang terletak di Jawa Barat tersebut sebagai pendakian perdana. Ini berawal dari rasa tidak percaya diri saya melakoni kegiatan &lt;em&gt;hiking&lt;/em&gt;: takut tidak kuat.&lt;br /&gt;Maklum saja, mendaki gunung itu kan pekerjaan yang berat. Mesti melewati medan yang menanjak sambil menggendong ransel segede gaban yang pastinya berat banget. Jarak yang ditempuh minimal belasan kilometer. Siapa yang tahan?&lt;br /&gt;Nah, kebetulan adik saya tercinta yang waktu itu masih duduk di bangku STM menjadi volunteer Gede Pangrango Operation (GPO), yang bertugas di jalur pendakian Gunung Putri, Cipanas. Jadilah, saya memulai pendakian perdana pada 23 Agustus 1998 lalu.&lt;br /&gt;Toh, kalau tidak kuat sehingga tak bisa mencapai puncak, &lt;em&gt;no problem&lt;/em&gt;. Adik saya pasti mengerti sehingga tidak perlu melanjutkan perjalanan hingga puncak. Beda kalau dengan teman, wah, bisa bikin mereka kecewa berat.&lt;br /&gt;Pendakian ke Gede itu bisa dibilang pendakian keluarga. Soalnya, selain saya dan adik, ada kakak, calon kakak ipar, dua sepupu dan dua paman. Total jenderal, ada delapan orang. Dan, hanya dua orang yang pernah mendaki gunung: adik dan salah satu sepupu saya.&lt;br /&gt;Menjelang sore kami mulai pendakian melewati jalur Cibodas. Awalnya, berat banget. Sampai ngos-ngosan dibuatnya. Tapi, pendakian berjalan lancar hingga kami sampai di Kandang Badak--titik yang membelah jalur ke Puncak Gede dan Pangrango--mendekati tengah malam. Dan, menginjakkan kaki di puncak Gede menjelang subuh.&lt;br /&gt;Nggak menyangka, saya bisa menjejakkan kaki di puncak Gede dalam semalam. Sukses ini yang lantas mendorong saya untuk mendaki Gunung Merbabu beberapa bulan kemudian. Bahkan, selang waktu yang lama saya mendaki Gunung Sumbing dan Lawu.&lt;br /&gt;Dan, menyusul gunung-gunung lainnya, termasuk Gunung Semeru yang merupakan atap tertinggi di Pulau Jawa, dan Gunung Agung, yang adalah tanah paling tinggi di Pulau Bali. Semuanya ada 10 gunung, meski tidak seluruhnya sampai di puncak, seperti Sindoro dan Salak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;malam di kebayoran lama&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-6786627853292666928?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/6786627853292666928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=6786627853292666928' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/6786627853292666928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/6786627853292666928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2008/08/satu-dasawarsa_22.html' title='SATU DASAWARSA'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-7354407859503550174</id><published>2008-07-29T14:52:00.005+07:00</published><updated>2008-07-29T15:32:12.706+07:00</updated><title type='text'>PITRA YADNYA (2)</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/SI7OYen8OtI/AAAAAAAAACw/HOuQbkSsh0I/s1600-h/BALI+069.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/SI7OY008aiI/AAAAAAAAAC4/juzeFZOAns0/s1600-h/BALI+088.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228343143316613666" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/SI7OY008aiI/AAAAAAAAAC4/juzeFZOAns0/s200/BALI+088.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/SI7OZChZUCI/AAAAAAAAADA/b_YBEpDNgiY/s1600-h/BALI+109.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/SI7OZjMLOwI/AAAAAAAAADI/HI2luuFBah8/s1600-h/BALI+112.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228343155762084610" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/SI7OZjMLOwI/AAAAAAAAADI/HI2luuFBah8/s200/BALI+112.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;TANGIS I Nyoman Anarta pecah. Tak kuat menahan sedih yang luar biasa, dia pun terduduk lemas di hadapan sesenden alias periuk yang menyimpan "jasad" anak keduanya I Kadek Puadi Giri (20) yang tewas tahun lalu akibat kasus tabrak lari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Senin (14/7) malam pekan lalu, merupakan hari terakhir buat Nyoman memberikan penghormatan kepada anak lelakinya itu. Begitu juga bagi keluarga dan kerabat. Sebab, esok harinya Kadek dan 23 warga Banjar Kebon Jero, Tabanan lainnya yang sudah meninggal bakal diaben.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Karena itu, bale banjar yang menjadi tempat bersemayam ke-24 jasad tersebut penuh sesak oleh orang-orang yang ingin memberikan penghormatan terakhir. Termasuk, sanak famili yang datang dari luar Pulau Bali. Soalnya, upacara ngaben mempunyai arti yang sangat penting.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Sebut saja, Ni Ketut Sukarni. Ibu tiga anak ini terbang dari Baras, Sulawesi Selatan untuk menghadiri upacara ngaben adik iparnya, Ni Made Miarti yang menghadap Sang Hyang Widi Wasa tahun lalu. "Ini bakti terakhir kepada adik saya," kata Ketut Sukarni yang transmigrasi ke Baras pada 1980-an silam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Itu sebabnya, tak kurang dari 1.000 orang yang terdiri dari warga Kebon Jero dan keluarga almarhum ikut dalam Pitra Yadnya Massal yang digelar 15 Juli lalu. Dalam kepercayaan Hindu Bali penting sekali memilih hari untuk upacara. "Karena pengaruh hari menentukan baik buruknya upacara," jelas I Made Sana, Pembantu Pemangku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Proses pembakaran mayat ini diawali dengan memindahkan "jasad" yang disimpan dalam tumpang salu ke peringkesan. Kain putih sepanjang 20 meter membentang dengan di kanan kirinya sudah berjajar rapih orang yang siap mengestafet "jenazah" ke peringkesan yang memiliki tinggi empat meter.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Made Sana bilang, makin tinggi peringkesan maka makin tinggi tingkatan upacara ngaben. Dan tentu saja, makin banyak mengeluarkan ongkos. "Untuk upacara ngaben kali ini kami memakai prosesi Utama Ning Madya atau tingkatan keenam dari sembilan tingkatan," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Peringkesan lalu digotong sekitar 50 orang menuju kuburan desa, tempat prosesi pembakaran mayat, yang jaraknya sekitar 1,5 kilometer. Sesekali tempat membawa "jasad" itu digoyang-goyangkan mengikuti irama musik khas Bali yang dimainkan belasan warga Kebon Jero.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Begitu sampai di kuburan, "jasad" kemudian dipindahkan ke dua patung sapi berwarna hitam yang menjadi sarana pembakaran. Satu untuk "jenazah" perempuan, satu lagi buat lelaki. Ikut juga diaben benda-benda yang diminta almarhum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Biasanya, tiga atau empat bulan sebelum upacara ngaben masing-masing keluarga almarhum melakukan ritual nurunin. Memanggil roh atau atma orang yang mau diaben lewat orang pintar. "Kami menanyakan benda-benda apa saja yang diminta untuk dibakar," kata Made Sana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Setelah proses pembakaran selesai, keluarga akan mengambil abu jenazah yang akan dihanyutkan ke sungai yang membelah hutan lindung Pupuan yang jaraknya setengah jam berjalan kaki. Abu lainnya dilarung di Pantai Soka yang menjadi objek wisata andalan Kabupaten Tabanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Tak semua abu dilarung. Ada juga yang disimpan di sanggah atau pura keluarga. Prosesi ini dilakukan keesokan harinya setelah abu yang disimpan dalam sesenden dibawa ke lima pura Banjar Kebon Jero. Setelah itu, "Orang yang sudah diaben bergelar Hyang Betara untuk pria dan Hyang Betari untuk wanita. Satu tingkat di bawah Dewa," ungkap Made. (Selesai)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-7354407859503550174?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/7354407859503550174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=7354407859503550174' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/7354407859503550174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/7354407859503550174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2008/07/pitra-yadnya-2.html' title='PITRA YADNYA (2)'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/SI7OY008aiI/AAAAAAAAAC4/juzeFZOAns0/s72-c/BALI+088.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-4649152506203423154</id><published>2008-07-29T14:45:00.004+07:00</published><updated>2008-07-29T15:22:39.194+07:00</updated><title type='text'>PITRA YADNYA (1)</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/SI7SxOc_UkI/AAAAAAAAADQ/XBzZ6CUvfII/s1600-h/BALI+040.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228347960558834242" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/SI7SxOc_UkI/AAAAAAAAADQ/XBzZ6CUvfII/s200/BALI+040.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/SI7SxqQeKXI/AAAAAAAAADY/VfXg1YcgtaE/s1600-h/BALI+053.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228347968022522226" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/SI7SxqQeKXI/AAAAAAAAADY/VfXg1YcgtaE/s200/BALI+053.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/SI7SxyXHf1I/AAAAAAAAADg/5G_AZO9xUGY/s1600-h/BALI+070.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228347970197880658" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/SI7SxyXHf1I/AAAAAAAAADg/5G_AZO9xUGY/s200/BALI+070.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;PURNAMA yang nyaris sempurna menggantung di langit Tabanan yang dingin. Sabtu malam dua pekan lalu, keriuhan membalut Bale Banjar Kebon Jero. Ratusan warga memadati balai desa yang berdiri kokoh di kawasan perbukitan Pupuan, Bali yang menggigil tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Ya, hari (12/7) itu, prosesi inti upacara ngaben massal di Banjar Kebon Jero, sekitar satu setengah jam perjalanan darat dari Kota Tabanan, dimulai, sebelum mencapai puncaknya pada 15 Juli. Tapi sejatinya, serentetan upacara pembakaran 24 "jasad" warga desa ini sudah dilakukan sejak sepekan sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Pengangkatan "jasad" dari liang kubur atawa ngringkes menjadi awal dari prosesi inti Pitra Yadnya. Maklum, ke-24 orang yang bakal diaben tersebut sudah lama meninggal. Tapi, "Menurut adat banjar kami yang diambil hanya tanahnya saja, tulang belulangnya tidak," kata I Made Sana, pembantu Pemangku Banjar Kebon Jero.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Setelah itu, ke-24 "jasad" warga Kebon Jero yang sudah meninggal dalam lima tahun terakhir dan dibungkus kain putih tersebut di semayamkan di bale banjar. Warga menyebutnya tumpang salu. Ada juga bagian tanah yang disimpan dalam periuk atau sesenden.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Itu sebabnya, ratusan warga Kebon Jero dan keluarga almarhum malam itu mengalir ke bale banjar. Tujuannya, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mereka-mereka yang sudah lebih dulu menghadap ke Sang Hyang Widi Wasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Made Sana bilang, upacara ngaben massal di desanya dilaksanakan saban lima tahun sekali atau menjelang upacara besar di Pura Kayangan. "Sebaiknya memang harus diaben langsung begitu meninggal, tapi bisa ditunda dengan alasan biaya," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Memang, proses mengantarkan roh atau atma menuju nirwana membutuhkan duit yang tidak sedikit. Contoh, untuk ngaben massal di Kebon Jero saja melahap uang tak kurang dari Rp 80 juta. Itu belum termasuk nilai ragam sumbangan, seperti beras, gula, dan sesajen, yang berasal dari warga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Dan, mencari duit sebanyak itu jelas bukan perkara gampang bagi penduduk Kebon Jero yang mayoritas berprofesi sebagai pekebun kopi dan cokelat. Karena itu, Ni Wayan Pasti baru sekarang mengabenkan adik iparnya yang meninggal tahun lalu. "Dengan ngaben massal kami lebih ringan, hanya mengeluarkan biaya Rp 5 juta saja," ungkapnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Kepercayaan Hindu Bali, orang yang belum diaben, rohnya masih berada di alam buah alias tengah. Mereka masih dalam perjalanan menuju surga. Nah, "Upacara ngaben merupakan sarana mempercepat badan kasar yang terdiri dari unsur tanah, air, api, angin dan angkasa menyatu dengan alam nirwana," jelas Made Sana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Sebelum dibakar, ada upacara lagi yang mesti dilakoni sehari setelah ngringkes yakni mebersih. Ini adalah proses memandikan "jasad" yang dilakukan di sungai. Ke-24 jasad tersebut diarak dengan berjalan kaki menuju kali, sekitar satu kilometer dari bale banjar. (Bersambung)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-4649152506203423154?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/4649152506203423154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=4649152506203423154' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/4649152506203423154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/4649152506203423154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2008/07/pitra-yadnya-1.html' title='PITRA YADNYA (1)'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/SI7SxOc_UkI/AAAAAAAAADQ/XBzZ6CUvfII/s72-c/BALI+040.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-299214691491231435</id><published>2008-07-29T14:41:00.001+07:00</published><updated>2008-07-29T14:43:56.571+07:00</updated><title type='text'>KERINDUAN ITU</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Kerinduan itu akhirnya terbayar lunas. Lama tidak melakoni hobi mendaki gunung, secara tidak sengaja kegiatan itu terlaksana sewaktu mengikuti prosesi Upacara Ngaben Massal di Banjar Kebon Jero, Tabanan, Bali dua pekan yang lalu.&lt;br /&gt;Ceritanya begini, usai upacara pembakaran mayat yang digelar pada 15 Juli lalu, salah satunya “jasad” adalah almarhum ibu mertua, dilakukan prosesi melarung sebagian abu jenazah ke sungai yang membelah kawasan hutan lindung Tabanan.&lt;br /&gt;Jarak antara lokasi upacara ngaben dengan kali sekitar setengah jam berjalan kaki. Jalurnya menurun, lumayan terjal, melewati perkebunan kopi dan coklat yang buahnya ranum, siap panen. Perjalanan agak sedikit ribet lantaran saya menggunakan pakaian adat Bali.&lt;br /&gt;Tapi, yang pasti sangat menyenangkan. Dan, kerinduan itu akhirnya terbayar lunas. Oh ya, prosesi upacara ngaben massal bisa dibaca dalam posting berikutnya yang sudah dimuat di Harian KONTAN, tempat saya bekerja, pada Jumat (25/7) dan Sabtu (26/7) di Rubrik Daerah Halaman 16.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;siang di kebayoran lama&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-299214691491231435?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/299214691491231435/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=299214691491231435' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/299214691491231435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/299214691491231435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2008/07/kerinduan-itu.html' title='KERINDUAN ITU'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-8512760801285778357</id><published>2008-07-09T14:05:00.003+07:00</published><updated>2008-07-09T14:26:20.048+07:00</updated><title type='text'>RING OF FIRE</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/SHRkiIeyHOI/AAAAAAAAACQ/DeqN-c7S958/s1600-h/Merapi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220908405584174306" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/SHRkiIeyHOI/AAAAAAAAACQ/DeqN-c7S958/s200/Merapi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Akhir pekan ini, saya dan keluarga bakal terbang ke Bali. Perayaan Ngaben almarhum ibu yang puncaknya bakal digelar 15 Juli mendatang menanti.&lt;br /&gt;Seperti biasa saya memilih penerbangan pagi. Bukan tanpa alasan. Yang pertama, supaya sampai di kampung halaman istri sebelum malam menyergap. Maklum, masih perlu tiga jam lagi dari Bandara Ngurah Rai untuk bisa sampai di Dusun Kebon Jero, Tabanan.&lt;br /&gt;Yang kedua, ini yang paling saya suka: menyaksikan deretan gunung yang berjejer dari ujung barat Pulau Jawa hingga timur dari atas pesawat. Mulai dari Gunung Slamet, Sumbing, Sindoro, Merapi, Merbabu, Lawu hingga Bromo dan Semeru. Cuma dengan satu syarat: cuaca mesti dalam keadaan cerah.&lt;br /&gt;Nah, biasanya pilot akan memberi woro-woro kalau pesawat sedang terbang di atas Gunung Bromo dan Semeru.&lt;br /&gt;Pulau Jawa memang banyak dihuni gunung berapi, mulai dari yang paling aktif di dunia seperti Merapi, yang sedang tertidur layaknya Sindoro sampai yang sudah betul-betul mati. Begitu juga dengan pulau-pulau lainnya banyak tumbuh gunung api.&lt;br /&gt;Nggak heran kalau Indonesia dikenal juga dengan sebutan &lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Sabuk Gunung Api atawa Ring of Fire&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;siang di kebayoran lama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-8512760801285778357?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/8512760801285778357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=8512760801285778357' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/8512760801285778357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/8512760801285778357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2008/07/ring-of-fire.html' title='RING OF FIRE'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/SHRkiIeyHOI/AAAAAAAAACQ/DeqN-c7S958/s72-c/Merapi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-5155507728298690694</id><published>2008-06-30T18:21:00.002+07:00</published><updated>2008-06-30T18:26:24.943+07:00</updated><title type='text'>EVAKUASI SALAK</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#999999;"&gt;Evakuasi. Kata ini belakangan akrab di telinga menyusul jatuhnya pesawat Casa 212 milik TNI Angkatan Udara di lereng Gunung Salak, Bogor, Kamis (26/6) pekan lalu.&lt;br /&gt;Nah, ngomong-ngomong soal evakuasi ingatan saya lari ke 2005 lalu. Waktu itu, saya dan sejumlah teman dari TEMPO Adventure Team alias Tante berkemah di kaki Gunung Salak, persisnya, daerah Cidahu, Sukabumi.&lt;br /&gt;Siang menjelang sore, saya dan dua rekan asyik ngopi di warung yang letaknya tak jauh dari tenda yang kami dirikan. Dua orang pria, yang satu umurnya sekitar 40-an dan satu lagi masih remaja, juga sedang menikmati segelas kopi. Belakangan, kami tahu mereka ada guru dan murid yang sekolah tempat keduanya mengajar dan belajar sedang mengadakan kegiatan berkemah di Cidahu.&lt;br /&gt;Tapi, mereka kelihatan gelisah. Pandangan keduanya sering mengarah ke jalur pendakian menuju Kawah Ratu.&lt;br /&gt;Usut punya usut, rupanya mereka sedang menanti cemas sembilan murid dan rekannya yang belum juga kembali dari Kawah Ratu. Si bapak guru itu bilang, anak didiknya pergi diam-diam tanpa sepengetahuan guru pendamping sejak pagi hari.&lt;br /&gt;Akhirnya, kami memutuskan menyusul ke Kawah Ratu. Setelah menyiapkan bekal seadanya, seperti air, roti dan senter kami pun memulai perjalanan.&lt;br /&gt;Belum sampai di tempat tujuan, kami ketemu sebagain dari murid SMP asal Jakarta itu. Dua di antaranya dalam kondisi kecapean berat.Ini lantaran mereka tidak membawa bekal yang cukup sewaktu menuju ke kawah ratu. Sebungkus roti dan sebotol aqua yang kami bawa berpindah tangan ke mereka.&lt;br /&gt;Dari anak-anak baru gede itu kami mendapat informasi salah satu rekannya pingsan dan sedang dalam proses evakuasi. Rupanya, sejumlah anak IPB yang kebetulan melakukan kegiatan di Cidahu sudah berangkat lebih dulu. Kami lantas mempercepat jalan menuju Kawah Ratu.&lt;br /&gt;Tak lama berlalu, kami bertemu dengan rombongan yang sedang menggotong tandu. Isinya, seorang perempuan yang tergolek lemah sambil menggigil hebat. Wajah-wajah pembawa tandu tampak sangat kelelahan. Kami pun memutuskan menggantikan posisi mereka. Medan yang menurun dan licin lantaran baru saja diguyur hujan mempersulit langkah kami. Tak jarang kami terjatuh gara-gara terpleset. Apalagi, saat itu kami semua hanya memakai sandal. Gara-gara mengganggu, kami akhirnya mencopot alas kaki itu dan memilih nyeker. Syukur kami tiba di Cidahu sebelum malam menyergap.&lt;br /&gt;Puih…., proses evakuasi yang betul-betul berat dan melelahkan. Ketika membersihkan kaki di sungai kecil yang airnya sangat dingin, saya merasakan perih yang luar biasa. Ternyata, kuku kaki jempol saya robek hingga bagian tengah. Perih dan rasa nyut-nyut terus berlanjut hingga malam hari. Sampai-sampai untuk sekadar memejamkan mata pun tak bisa.&lt;br /&gt;Tapi, saya senang bisa membantu proses evakuasi itu. Senang bisa membantu sesama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#999999;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#999999;"&gt;sore di kunciran&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-5155507728298690694?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/5155507728298690694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=5155507728298690694' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/5155507728298690694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/5155507728298690694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2008/06/evakuasi-salak.html' title='EVAKUASI SALAK'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-6930698783063417048</id><published>2008-06-19T15:00:00.003+07:00</published><updated>2008-06-19T15:42:59.349+07:00</updated><title type='text'>PUNCAK TOGA</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;Akhir pekan lalu, menjadi hari yang paling dinanti-nanti dengan rasa dag-dig-dug oleh ratusan ribu pelajar kelas tiga SMA. Ya, hari itu kelulusan mereka usai menempuh ujian nasional diumumkan. Begitu tahu lulus, banyak cara yang dilakukan untuk mengekspresikan kegembiraan. Ada yang doa massal di pura seperti yang dilakukan pelajar Bali. Lalu, ada yang konvoi keliling kota dengan menumpang motor. Tapi yang paling populer adalah aksi coret baju yang memang sudah menjadi tradisi.&lt;br /&gt;Sebagai orang yang punya hobi naik gunung, saya punya cara yang beda dan unik sebagai wujud syukur setelah berhasil menyabet gelar sarjana komunikasi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta delapan tahun lalu. Sebetulnya, ini juga menjadi tradisi bagi sebagian pendaki: memakai toga di puncak gunung. Dan, saya memilih puncak Merbabu yang bernama Kenteng Songo. Gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut (dpl) memang menjadi favorit saya. Ini kali ketiga saya mendaki gunung tersebut&lt;br /&gt;Perjalanan saya menuju puncak gunung yang hidup berdampingan dengan Merapi tersebut di awal 2001 yang masih diguyur hujan ditemani adik dan dua teman. Cuaca cerah menemani pendakian kami dari Selo yang menjadi salah satu kaki Merbabu. Menjelang tengah malam kami tiba di padang rumput alias savana Merbabu. Dan, kami bermalam di sana.&lt;br /&gt;Cuaca yang tadinya cerah mendadak berubah mendekati subuh. Hujan turun dengan lebatnya disertai angin kencang. Bulir-bulir air pun menyusup masuk ke dalam tenda. Kantong tidur yang melindungi kami dari sergapan udara dingin akhirnya basah. Hujan baru reda ketika pagi sudah lewat tinggal menyisakan angin kencang dan kabut tebal yang menyerbu savana Merbabu.&lt;br /&gt;Akhirnya, kami memutuskan untuk tidak melanjutkan pendakian ke Kenteng Songo, meski rasa kecewa lantaran rencana memakai toga di puncak Merbabu batal. Tapi, kami boleh dibilang beruntung. Soalnya, seorang pendaki tewas karena nekad menerobos badai dan kabut tebal guna mencapai puncak Merbabu. Berita ini saya dapat seminggu setelah pendakian yang gagal tersebut.&lt;br /&gt;Kabar duka juga melesat dari Gunung Slamet. Sejumlah mahasiswa UGM tewas di gunung paling tinggi di Jawa Tengah tersebut. Menyusul kemudian berita duka dari Gunung Lawu. Dua pecinta alam juga meregang nyawa di sana. Dua pendaki lainnya tewas di gunung yang ada di Sulawesi. Tahun ini memang menjadi tahun duka bagi dunia pendakian Indonesia. Lebih dari 10 pendaki tewas dalam waktu yang bersamaan. Penyebabnya, cuaca buruk. Memang betul kata orang tua: &lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Alam Bukan Untuk Dilawan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#33ccff;"&gt;siang di kebayoran lama&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-6930698783063417048?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/6930698783063417048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=6930698783063417048' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/6930698783063417048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/6930698783063417048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2008/06/puncak-toga.html' title='PUNCAK TOGA'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-3846520045135281783</id><published>2008-06-05T19:19:00.011+07:00</published><updated>2008-07-01T16:41:22.577+07:00</updated><title type='text'>BERI AMBULANS JALAN!</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/SGn6-MhouvI/AAAAAAAAACI/shJk86EMf9I/s1600-h/ambulans.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5217977589706570482" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/SGn6-MhouvI/AAAAAAAAACI/shJk86EMf9I/s200/ambulans.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/SEfa43iVb-I/AAAAAAAAABo/jmIH8a_f918/s1600-h/AGD.jpg"&gt;&lt;span style="color:#cccccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Apa yang saya khawatirkan akhirnya kejadian juga. Ahad (1/6) dinihari lalu, mobil Honda Jazz yang ditumpangi seorang penyanyi muda menghajar Ambulans Gawat Darurat Dinas Kesehatan DKI Jakarta di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;Sabtu (24/5) dua pekan lalu, surat pembaca saya berjudul Beri Ambulans Jalan! dimuat di Harian KONTAN. Surat pembaca ini sebetulnya merupakan bagian dari kekhawatiran saya atas keselamatan istri tercinta sewaktu bertugas membawa korban gawat darurat. Oh ya, dia bekerja di Ambulans Gawat Darurat Dinas Kesehatan DKI Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Pernah suatu kali, di suatu siang, dia cerita ambulans-nya diseruduk motor dari samping ketika membawa pasien yang butuh penanganan segera di rumah. Sirene sudah meraung-raung dan lampu mobil depan menyala, bahkan polisi sudah meminta mobil dan motor berhenti untuk memberi kesempatan ambulans lewat. Tapi, kenyataannya masih juga ada orang yang nekad.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Di kemudian hari, dia cerita lagi ambulans-nya nyaris saja ditubruk mobil yang melaju kencang di jalur busway. Itu sebabnya, saya mengirim surat pembaca dengan maksud memberi tahukan ke warga Jakarta tentang keberadaan Ambulans Gawat Darurat termasuk kinerja mereka sewaktu membawa pasien atau korban.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#99ffff;"&gt;&lt;span style="color:#33ffff;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Tapi, akhirnya yang saya takutkan akhirnya terjadi. Memang, tidak menimpa istri saya, melainkan rekan kerjanya. Karena itu, saya meminta sekali kepada warga Jakarta untuk mengerti dan memahami tugas Ambulans Gawat Darurat. Begitu banyak nyawa yang sudah mereka selamatkan, tapi tak banyak orang yang tahu.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Jadi, Beri Ambulans Gawat Darurat Jalan!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;malam di kebayoran lama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-3846520045135281783?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/3846520045135281783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=3846520045135281783' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/3846520045135281783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/3846520045135281783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2008/06/beri-ambulans-jalan.html' title='BERI AMBULANS JALAN!'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/SGn6-MhouvI/AAAAAAAAACI/shJk86EMf9I/s72-c/ambulans.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-720913536387542577</id><published>2008-05-20T21:33:00.005+07:00</published><updated>2008-05-20T21:56:01.440+07:00</updated><title type='text'>OPERASI TRIKORA</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/SDLmeZHCc_I/AAAAAAAAABg/ASpEwNwCfNs/s1600-h/Trikora.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202473929377215474" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/SDLmeZHCc_I/AAAAAAAAABg/ASpEwNwCfNs/s200/Trikora.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hari INI tepat seabad peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Dan, tepat 57 tahun usia ibunda tercinta yang melahirkan saya. Selamat Ulang Tahun, Mam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Beberapa waktu lalu iseng masuk ke situs &lt;em&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;id.wikipedia.org&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Ketemu artikel berjudul: &lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Operasi Trikora&lt;/span&gt;. Ternyata, operasi militer yang juga dikenal dengan Pembebasan Irian Barat ini menjadikan Indonesia negara yang memiliki angkatan udara terkuat di belahan bumi selatan, khususnya Asia Tenggara waktu itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Perang melawan Belanda yang berlangsung hampir setahun, persisnya sejak 19 Desember 1961 sampai 15 Agustus 1962, tersebut memaksa Presiden Soekarno memborong mesin perang dari Rusia dan Polandia seharga US$ 2,5 miliar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ini daftarnya, 41 Helikopter MI-4, 9 Helikopter MI-6, 30 pesawat latih Jet MIG-15 UTI, 49 pesawat baru sergap MIG-17, 10 pesawat buru sergap MIG-19 dan 2 pesawat buru sergap supersonic MIG-21. Dari jenis pengebom, ada 22 pesawat pembom ringan IL-28, 14 pesawat pembom jarak jauh TU-16B, dan 12 pesawat TL-16 KS yang dilengkapi dengan persenjataan peluru kendali Air to Surface jenis AS-1 Kennel. Lalu, jenis pengangkut: 26 pesawat IL-14 dan AQvia-14, serta 6 pesawat AN12B Antonov.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Indonesia juga membeli 12 kapal selam kelas Whiskwy, puluhan korvet dan 1 kapal penjelajah kelas Sverdlov.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Semua itu belum termasuk peralatan tempur sisa-sisa penjajahan Belanda dan Jepang yang jumlahnya ratusan. Hebat bukan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;malam di kebayoran lama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-720913536387542577?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/720913536387542577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=720913536387542577' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/720913536387542577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/720913536387542577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2008/05/operasi-trikora.html' title='OPERASI TRIKORA'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/SDLmeZHCc_I/AAAAAAAAABg/ASpEwNwCfNs/s72-c/Trikora.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-6524305329837552932</id><published>2008-05-15T15:19:00.005+07:00</published><updated>2008-07-21T16:44:55.032+07:00</updated><title type='text'>AGUNG YADNYA</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/SIRaTitJ3lI/AAAAAAAAACY/AprSd9-nGlE/s1600-h/BALI+031.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225400759436828242" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/SIRaTitJ3lI/AAAAAAAAACY/AprSd9-nGlE/s200/BALI+031.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Lima hari lepas dari rutinitas sebagai wartawan di Jakarta. Lantas, berganti dengan kesibukan persiapan dan proses rangkaian Upacara Agung Yadnya: Melaspas, Mepandes dan Nurunin di Tabanan, Bali pada 8-12 Mei lalu.&lt;br /&gt;Lima hari lepas dari sumpeknya Kota Jakarta. Lantas, berganti suasana asri pedesaan dengan perkebunan coklat, kopi dan cengkih yang ada di perbukitan Tabanan, Bali yang sejuk. Sembari menikmati panen duren monthong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;sore di kebayoran lama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-6524305329837552932?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/6524305329837552932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=6524305329837552932' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/6524305329837552932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/6524305329837552932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2008/05/agung-yadnya.html' title='AGUNG YADNYA'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/SIRaTitJ3lI/AAAAAAAAACY/AprSd9-nGlE/s72-c/BALI+031.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-6931273847826697593</id><published>2008-04-30T14:52:00.002+07:00</published><updated>2008-05-15T15:46:47.848+07:00</updated><title type='text'>WEDDING ANNIVERSARY (2)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;Dua tahun lalu&lt;br /&gt;Dua anak manusia: pria dan wanita&lt;br /&gt;Dua latar budaya: Jawa dan Bali&lt;br /&gt;Dua agama: Katolik dan Hindu&lt;br /&gt;Dua profesi: wartawan dan paramedis&lt;br /&gt;Mengikat janji suci&lt;br /&gt;Mereka tidak lagi dua melainkan satu&lt;br /&gt;Dalam Upacara Pelepasan di Pura Keluarga, Tabanan, Bali pada 26 April 2006 dan&lt;br /&gt;Dalam Sakramen Perkawinan di Gereja Santo Aloysius Gonzaga, Jakarta pada 30 April 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;Stepanus Sudarto Kurniawan dengan Brigitta Putu Yuliastini&lt;br /&gt;Happy Our 2nd Wedding Anniversary&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;siang di kunciran &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-6931273847826697593?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/6931273847826697593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=6931273847826697593' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/6931273847826697593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/6931273847826697593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2008/04/wedding-anniversary-2.html' title='WEDDING ANNIVERSARY (2)'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-3771703444606111183</id><published>2008-04-14T17:20:00.002+07:00</published><updated>2008-04-14T17:27:19.628+07:00</updated><title type='text'>KABUT KUNCIRAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Subuh baru saja lewat. Tapi, gelap masih menyergap kawasan Kunciran, Tangerang, Kamis (10/4) lalu. Tak biasanya, sekawanan kabut menyerang wilayah yang menempel dengan Jakarta tersebut. Lumayan tebal sehingga mengurangi jarak pandang saya yang pagi itu sudah mesti beraktivitas keluar rumah. Saya mesti mengantar istri yang akan bertugas menjadi tim kesehatan dalam sebuah acara yang dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla.&lt;br /&gt;Memang tak biasa. Sebab, kalau pun karya surga tersebut menghampir Kunciran biasanya tak setebal itu. Juga tak biasa, lantaran kabut sepekat itu umumnya menyerbu kawasan pegunungan. Tapi, jujur senang banget kabut setebal itu datang ke daerah tempat tinggal saya. Apalagi, sudah lama tidak melihat kabut stebal itu setelah lama tidak bermain-main dengan alam. Entah itu untuk melakoni hobi mendaki gunung atau sekadar berkemah di kaki gunung.&lt;br /&gt;Saya betul-betul rindu. Dan sedikit terobati dengan kehadiran kabut di Kunciran saat pagi belum sempurna itu, meski saya tidak tahu persis kapan dia datang karena tidak mengetuk pintu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;pagi di kunciran&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-3771703444606111183?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/3771703444606111183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=3771703444606111183' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/3771703444606111183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/3771703444606111183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2008/04/kabut-kunciran.html' title='KABUT KUNCIRAN'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-2374882779210297822</id><published>2008-03-18T17:40:00.002+07:00</published><updated>2008-03-18T17:46:57.211+07:00</updated><title type='text'>SEVEN SUMMIT</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/R9-c_ia9eZI/AAAAAAAAABQ/xxiiOl91FKo/s1600-h/Carstensz.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5179030711884937618" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/R9-c_ia9eZI/AAAAAAAAABQ/xxiiOl91FKo/s200/Carstensz.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;Torehan sejarah dalam jagad pendakian gunung siap digores Indonesia lewat Franky Kowaas. “Ekspedisi Indonesia Mendaki Tujuh Puncak Tertinggi di Tujuh Benua” bakal mengantarkan Indonesia menjadi negara ke 34 yang berhasil menaklukkan atap-atap dunia tersebut. Adapun Franky akan menjadi pendaki ke 109 yang sukses menjejakkan kaki di Seven Summit itu.&lt;br /&gt;Ketujuh puncak yang menjulang ke angkasa tersebut, yakni Everest (Nepal), Aconcagua (Argentina), McKinley/Denali (Alaska), Kilimanjaro (Tanzania), Elbrus (Rusia), Vinson Massif (Ellsworth Range), dan Carstensz Pyramid (Indonesia). Rencananya ekspedisi tersebut akan dimulai Maret 2008 dan berakhir September 2009. Puncak pertama yang akan coba ditaklukan Franky yaitu Kilimanjaro.&lt;br /&gt;Delapan tahun lalu, saya bersama teman-teman dari Mahapati Adventure Team pernah melakukan Ekspedisi Agung – Rinjani. Puncak Gunung Agung setinggi 3.142 meter yang menjilat langit Bali merupakan tanah tertinggi di Pulau Dewata. Sedangkan Puncak Rinjani dengan ketinggian 3.726 meter adalah atap tertinggi di Pulau Lombok. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;Sayang, saya batal meneruskan ekspedisi ke Rinjani usai mencium Puncak Gunung Agung lantaran diminta kembali ke Jogja untuk urusan keluarga. Penyesalan batal mendaki Rinjani yang terkenal dengan Segara Anakan yang di tengah-tengahnya menyembul anak Rinjani masih terbawa sampai sekarang. Saya mencoba mengulang ekspedisi itu lima tahun lalu, tapi lagi-lagi batal. Entah kapan saya bisa mencapai tanah tertinggi di Pulau Lombok tersebut. Tinggal ini impian dalam jagad pendakian saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#33ccff;"&gt;sore di kebayoran lama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-2374882779210297822?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/2374882779210297822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=2374882779210297822' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/2374882779210297822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/2374882779210297822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2008/03/seven-summit.html' title='SEVEN SUMMIT'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/R9-c_ia9eZI/AAAAAAAAABQ/xxiiOl91FKo/s72-c/Carstensz.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-4874446853886438948</id><published>2008-02-14T18:58:00.004+07:00</published><updated>2008-02-26T17:11:32.952+07:00</updated><title type='text'>SATU BINTANG</title><content type='html'>&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Satu dari yang saya suka ketika mendaki gunung adalah bisa melihat langit yang bertabur kerlap-kerlip jutaan bintang. Tapi, tak jarang angkasa tanpa pesan sama sekali. Hanya satu bintang di langit kelam. Kemudian menghilang begitu buliran hujan mulai menghujam bumi. Itu yang terjadi sewaktu mendaki Gede, Merbabu, Sumbing, Semeru dan Lawu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Meminjam syair Rida Sita Dewi: Satu Bintang di Langit Kelam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Angkasa tanpa pesan merengkuh semakin dalam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Berselimut debu waktu kumenanti cemas&lt;br /&gt;Kau datang dengan sederhana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Satu bintang dilangit kelam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sinarmu rimba pesona dan kutahu tlah tersesat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kukejar kau takkan bertepi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Menggapaimu takkan bersambut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sendiri membendung rasa ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sementara kau membeku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Khayalku terbuai jauh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pelita kecilmu mengalir pelan dan aku terbenam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Redup kilaumu tak mengarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jadilah diriku selatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Namun tak kau sadari hingga kini dan nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;SELAMAT HARI RAYA KASIH SAYANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;malam di kebayoran lama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-4874446853886438948?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/4874446853886438948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=4874446853886438948' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/4874446853886438948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/4874446853886438948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2008/02/satu-bintang.html' title='SATU BINTANG'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-144521299316484170</id><published>2008-02-03T17:08:00.002+07:00</published><updated>2008-02-26T17:16:15.703+07:00</updated><title type='text'>ARYA (1)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ff99ff;"&gt;16 Februari nanti, persisnya 13 hari lagi, pangeran kecilku, buah cintaku dengan Brigitta Putu Yuliastini, bakal genap setahun umurnya.&lt;br /&gt;Nama lengkapnya lumayan panjang: Akhiles Raditya Arya Pradipta Kurniawan&lt;br /&gt;Arya merupakan pemberian Kakek dan Neneknya (alm) di Bali. Katanya, biar ada nama Bali-nya.&lt;br /&gt;Adapun Raditya dan Pradipta berasal dari saya dan istri yang artinya Matahari yang Memberi Sinar Kebaikan. Tentu dengan harapan, Arya, begitu biasa kami memanggilnya, bisa menjadi matahari yang membagi sinar kebaikan bagi sesama. Amin.&lt;br /&gt;Nah, kalau Akhiles adalah nama baptis. Beliau adalah martir asal Afrika. Memilih Santo Akhiles, selain lantaran apa yang telah Dia perbuat, juga tak banyak orang yang memakai sebagai nama baptis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ff99ff;"&gt;SELAMAT ULANG TAHUN ARYA. Doa ayah dan bunda selalu menyertai. amin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#ff99ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#ff99ff;"&gt;sore di kunciran&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-144521299316484170?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/144521299316484170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=144521299316484170' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/144521299316484170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/144521299316484170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2008/02/arya-1.html' title='ARYA (1)'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-781837605165422035</id><published>2008-01-11T17:22:00.001+07:00</published><updated>2008-02-14T19:13:43.233+07:00</updated><title type='text'>RIP HILLARY</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/R4dEdRB5API/AAAAAAAAABA/WwjYNfLsYm8/s1600-h/Everest2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5154163568127049970" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/R4dEdRB5API/AAAAAAAAABA/WwjYNfLsYm8/s200/Everest2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;29 Mei 1953. Dua anak manusia: Edmund Hillary asal Selandia Baru dan Tenzing Norgay dari Nepal, menoreh sejarah baru. Mereka menjadi orang pertama yang menaklukkan Puncak Everest, tanah paling tinggi di dunia.&lt;br /&gt;Tapi, kabar duka melesat dari Wellington. Hillary, hari ini, tutup usia di Auckland Hospital akibat serangan jantung. Dia akhirnya menyusul Norgay, yang lebih dulu pergi pada 1986 silam, pada usia 88 tahun.&lt;br /&gt;Saya ingat betul dua pekan yang lalu baru saja menonton kembali perjuangan Hillary dan Norgay menjejakkan kaki di Everest lewat VCD berjudul Everest-50 Years on the Mountain (Surviving Everest) bikinan National Geographic, yang saya beli empat tahun yang lalu.&lt;br /&gt;Hillary yang mendapat gelar kebangsawanan Inggris: Sir, sukses menaklukkan Sagarmatha yang dalam bahasa Nepal berarti Dewi Langit bersama Norgay lewat Ekspedisi Everest Inggris yang dikomandani Kolonel John Hunt.&lt;br /&gt;Saya membayangkan bisa mengikuti jejak Hillary dan Norgay. Yang pasti menjadi semua impian semua pendaki. Terlalu muluk memang, tapi kalau cuma sekedar bermimpi saja boleh kan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Selamat Jalan Hillary.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;sore di kebayoran lama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-781837605165422035?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/781837605165422035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=781837605165422035' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/781837605165422035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/781837605165422035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2008/01/rip-hillary.html' title='RIP HILLARY'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/R4dEdRB5API/AAAAAAAAABA/WwjYNfLsYm8/s72-c/Everest2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-1123076832995502588</id><published>2008-01-09T19:52:00.000+07:00</published><updated>2008-01-11T15:17:43.037+07:00</updated><title type='text'>SATU SURO</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Tak ada pesta kembang api walau malam ini tahun berganti. Apalagi lengkingan suara terompet yang saling bersautan. Sama seperti ketika melewati malam-malam yang lain. Tidak ada kemeriahan menyambut tahun baru yang dalam kalender Islam jatuh besok. Atau, dalam penanggalan Jawa populer dengan sebutan Malam Satu Suro.&lt;br /&gt;Eit, tapi coba tengok ke Gunung Lawu. Keramaian ada di gunung yang mengiris Jawa Tengah dan Jawa Timur itu. Ribuan orang, mulai yang masih bocah sampai lanjut usia, pria dan wanita tumpah ruah di gunung yang dikeramatkan tersebut.&lt;br /&gt;Jalur Cemoro Sewu yang terletak di Kabupaten Magetan, Jawa Timur menjadi rute favorit lantaran lebih pendek ketimbang Cemoro Kandang yang ada di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Keduanya hanya dipisahkan jarak sekitar 200 meter saja.&lt;br /&gt;Enam tahun yang lalu, saya ikut dalam kemeriahan Malam Satu Suro di Gunung Lawu. Saya mendaki bersama tiga rekan lewat Cemoro Sewu. Dua pendakian sebelumnya selalu naik dan turun dari Cemoro Kandang, tapi bukan saat Malam Satu Suro.&lt;br /&gt;Usai hujan mengguyur kaki Lawu, sekitar jam sepuluh malam kami memulai pendakian. Begitu juga dengan ratusan pendaki atau peziarah lainnya. Peziarah? Ya, sebab saat Malam Suro memang kebanyakan yang naik Lawu ada orang-orang yang mau mengalap berkah.&lt;br /&gt;Banyak tempat yang dikeramatkan di Lawu terutama Argo Dalem yang dipercaya sebagai tempat mukso atau menghilangnya Prabu Brawijaya V. Trus ada Sendang Drajat, sumber mata air yang disebut-sebut sebagai tempat mandi Raja Majapahit itu.&lt;br /&gt;Tapi, pendakian kali ini betul-betul crowded. Yang naik dan turun sama banyaknya. Lantaran jalurnya yang sempit kami harus bergantian. Memberi kesempatan buat yang turun dulu baru melangkah. Jadi agak melelahkan karena mesti banyak berhenti.&lt;br /&gt;Uniknya, di setiap pos yang dilalui banyak orang yang membuka lapak buat berdagang makanan. Bahkan, di puncak Lawu yang dikenal dengan Argo Dumilah yang berada di ketinggian 3.654 meter sekalipun. Jadi, sebetulnya kalau mau mendaki saat Malam Satu Suro cukup lenggang kangkung saja. Tak perlu menggendong ransel yang gede-gede.&lt;br /&gt;Kelelahan pun langsung menyergap saya. Maklum malam sebelumnya tidak bisa tertidur lelap di dalam kereta yang membawa saya dari Jakarta menuju Jogja. Istirahat sebentar, saya dan tiga teman yang sudah menunggu di Kota Gudeg itu langsung bertolak ke Lawu.&lt;br /&gt;Tapi, tak ada sejengkal tanah pun buat kami buat mendirikan tenda. Semua pos yang memiliki tanah lapang sudah dikuasai lapak para pedagang. Nggak heran, banyak pendaki yang juga kelelahan memilih tidur di pinggir jalur pendakian. Begitu juga akhirnya dengan kami.&lt;br /&gt;Sebetulnya, bukan Lawu saja yang ramai saat Malam Satu Suro. Gunung Merapi dan Gunung Sindoro juga. Tapi, tidak seramai di Lawu. Apalagi sampai ada pedagang yang rela memanggul dagangannya hingga puncak. Maklum, saya juga pernah mendaki Merapi saat Malam Satu Suro yang waktu itu bikin bulu kuduk bergidik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;malam di kebayoran lama&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-1123076832995502588?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/1123076832995502588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=1123076832995502588' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/1123076832995502588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/1123076832995502588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2008/01/satu-suro.html' title='SATU SURO'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-2982266118553626088</id><published>2008-01-07T20:36:00.000+07:00</published><updated>2008-01-09T15:37:53.833+07:00</updated><title type='text'>TANDA ALAM</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;Kabar duka kembali menyelimuti dunia pendakian gunung Indonesia. Tiga pendaki asal Bandung hilang di Gunung Agung sejak mereka berusaha menaklukkan tanah tertinggi di Pulau Bali tersebut pada 26 Desember 2007 lalu. Satu di antaranya ditemukan dalam keadaan tewas, dua lainnya belum diketahui rimbanya.&lt;br /&gt;Usut punya usut, mereka sempat dilarang mendaki lantaran cuaca yang tidak bersahabat sedang membalut gunung yang punya ketinggian 3.142 meter itu dan pernah saya capai puncaknya pada Juli 2000 lalu.&lt;br /&gt;Entah kebetulan semata atau bukan, kejadian yang sama selalu menghiasi kisah pendaki yang berakhir tragis di gunung. Ambil contoh, tewasnya dua pendaki yang merupakan sepasang kekasih di Gunung Semeru beberapa tahun silam. Pasangan muda-mudi ini nekad mendaki, meski petugas sudah tegas-tegas melarangnya karena cuaca sedang buruk.&lt;br /&gt;Saya pernah punya pengalaman yang tak mirip-mirip banget, sebetulnya. Pada 2000 lalu, saya lupa kapan persisnya, bersama lima teman melakukan pendakian Gunung Merbabu. Ada yang tak setuju dengan pendakian saya yang kedua ke gunung yang hidup berdampingan dengan Gunung Merapi tersebut.&lt;br /&gt;Perasaan tak enak sebenarnya menyergap saya. Tapi, &lt;em&gt;show must go on&lt;/em&gt;, sebab larangan itu datang beberapa jam sebelum kami bertolak dari Jogja. Itu sebabnya, saya berpesan ke rekan-rekan pendakian: tolong jaga saya.&lt;br /&gt;Tanda-tanda bakal terjadi sesuatu makin jelas kami ketinggalan mobil terakhir yang akan membawa kami ke Selo, Boyolali—salah satu jalur favorite menuju puncak Merbabu yang dikenal dengan Kenteng Songo (3.142 m). Lantaran, kemalaman. Untung ada sopir truk yang bersedia mengantar kami ke sana.&lt;br /&gt;Kami mulai mendaki mendekati tengah malam. Tak masalah karena jalur pendakian sangat jelas dan saya pernah mendaki gunung itu dua tahun sebelumnya. Bahkan, salah satu teman sudah berkali-kali.&lt;br /&gt;Tapi, jalan yang bercabang membuat kami binggung. Keputusan salah kami ambil yang ternyata setelah berjalan 30 menit baru tersadar kami tersesat. Perasaan takut yang luar biasa langsung menyerang saya. Apalagi, seorang teman nekad mencari tahu apakah jalur ini bisa terus dilalui. Saya hanya berpesan: cepat kembali dan tiap lima menit meniup pluit agar kami tahu kamu baik-baik saja.&lt;br /&gt;Saya lalu berdoa dalam hati: Tuhan lindungilah kami. Sekitar 15 menit kemudian teman saya kembali, dia bilang jalur makin tidak jelas di depan. Akhirnya, kami memutuskan kembali melewati rute yang sama. Kelelahan dan rasa kantuk mulai menyerang. Karena itu, begitu tiba di Pos I, kami memilih bermalam di sana.&lt;br /&gt;Di sini, saya melihat sesuatu yang ganjil. Sekitar pukul tiga, saya melihat tiga orang lewat depan tenda. Saya tak punya perasaan apa-apa, sebab saya pikir mereka pendaki. Tapi, alangkah kagetnya karena lima teman sama sekali tidak melihat ada pendaki lewat. Jantung saya langsung bedetak kencang.&lt;br /&gt;Saya berpikir apalagi yang nanti akan terjadi. Ternyata, Tuhan masih sayang kami semua. Bahkan, kami bisa mencapai puncak, walau malam lebih dulu tiba. Tapi, justru saya bisa melihat keindahan Kota Boyolali yang bermandikan cahaya.&lt;br /&gt;Yang saya mau katakan, alam selalu punya tanda-tanda yang tak boleh kita lawan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#33ccff;"&gt;sore di kebayoran lama&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-2982266118553626088?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/2982266118553626088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=2982266118553626088' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/2982266118553626088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/2982266118553626088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2008/01/tanda-alam.html' title='TANDA ALAM'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-8954656468352405190</id><published>2007-12-28T14:31:00.000+07:00</published><updated>2008-01-09T19:56:28.333+07:00</updated><title type='text'>GANTI WAJAH</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/R3StIxB5AOI/AAAAAAAAAA4/mC-JjzZQfuU/s1600-h/banjir.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5148930640103145698" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/R3StIxB5AOI/AAAAAAAAAA4/mC-JjzZQfuU/s200/banjir.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Rabu (26/12) lalu sebagian wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur berganti wajah menjadi lautan air. Hujan deras yang mengguyur semalaman tanpa henti membikin Sungai Bengawan Solo dan anak-anaknya mengamuk. Juga, sungai-sungai besar lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Luapan air yang mengalir deras lantas menjebol sejumlah tanggul dan tumpah ke pemukiman hingga radius tiga kilometer dari bibir sungai. Ketinggian air di daerah bantaran kali mencapai tiga meter.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kota Solo yang seumur-umur belum pernah dihampir banjir sejak 1966 silam, subuh itu tak luput dari amuk Bengawan Solo. Tak kurang dari 26.000 warganya menjadi pengungsi. Luapan air Bengawan Solo mengalir sampai jauh ke Kabupaten Bojonegoro.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hujan deras juga mengikis dinding lereng Gunung Lawu dan pegunungan lainnya hingga jebol. Dinding yang ambrol kemudian meluncur deras ke bawah, melumat apa saja yang dilewatinya tak terkecuali puluhan orang yang masih terjaga dan sedang asik terlelap tidur dinihari itu. Termasuk, tanaman anthurium yang harganya miliaran rupiah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Sedih memang melihat wajah sebagian Jawa yang bersalin rupa.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tangan-tangan manusia punya andil besar dengan cara membabat hutan tanpa ampun. Saya ingat betul sewaktu mendaki sejumlah gunung yang ada di pulau ini. Tak banyak hutan yang tersisa. Semua berganti wajah menjadi lahan perkebunan. Coba lihat Gunung Sindoro dan Sumbing. Disulap menjadi kebun tembakau. Pokoknya, cape deh mendaki di sana. Bukan lebatnya hutan yang menemani pendakian, tapi pohon tembakau.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jadi, tak perlu marah kalau alam &lt;span style="color:#cc0000;"&gt;murka&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;siang di kebayoran lama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-8954656468352405190?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/8954656468352405190/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=8954656468352405190' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/8954656468352405190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/8954656468352405190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2007/12/ganti-wajah.html' title='GANTI WAJAH'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/R3StIxB5AOI/AAAAAAAAAA4/mC-JjzZQfuU/s72-c/banjir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-6475379825802693673</id><published>2007-12-09T20:45:00.000+07:00</published><updated>2007-12-10T16:09:44.864+07:00</updated><title type='text'>MISTERI ALAM</title><content type='html'>&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Alam memang menyimpan sejuta misteri. Bagian dari karya Tuhan yang terkadang tidak bisa diterima oleh akal sehat manusia. Banyak kisah tentang misteri alam tersebut. Sebut saja, bayi yang selamat dari amukan tsunami yang mengulung pesisir Flores pada 1994 silam. Tersangkut di antara pelepah daun yang beken dengan sebutan nyiur melambai itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kejadian yang memang tidak mirip-mirip amat terulang pada malaikat kecil ku: Arya, yang masih berusia sembilan bulan. Sewaktu terik sang surya menyapu tanah Kunciran suatu siang di penghujung November 2007, persisnya 30 November lalu, Arya terlempar dari pelukan pengasuh yang terjatuh dari motor yang juga terjungkal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Saya tak tahu persis betul kejadiannya lantaran sedang berada di dalam rumah. Hanya mendengar suara motor yang ambruk, kemudian tangisan Arya yang menggelegar bak petir di siang bolong. Saya berlari bak kesetanan sambil memanggil-manggil nama Arya, apalagi setelah tahu pangeran kecil ku separuh tubuhnya ada di bawah motor yang sehari-hari menemani ku kerja dan seabrek kegiatan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tapi, saya sedikit lega karena Arya ternyata tidak terjepit. Dia ada di antara rongga. Kembali lega, setelah tak ada luka sedikit pun di bagian kepala atau tubuh lainnya. Apalagi, tak lama tangisan Arya berhenti. Lalu, dia kembali aktif seperti dulu. Jujur, saya tak habis pikir. Semestinya, bagian belakang kepalanya terluka hebat bila melihat posisi jatuhnya Arya yang terlentang dan berada jauh dari pengasuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Katanya, Arya ditolong “malaikat” lelaki sewaktu terlempar yang menggendong dengan bahunya, lalu meletakkannya di dasar beton yang keras. Cuma katanya lagi, kami ke depan harus menjaga Arya betul sebab si “mailakat” itu belum tentu kembali menolong Arya bila terjadi kejadian serupa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Satu lagi misteri alam. Satu lagi kebesaran Tuhan. Terima kasih Tuhan. Karena Tuhan sayang Arya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;malam di kunciran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-6475379825802693673?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/6475379825802693673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=6475379825802693673' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/6475379825802693673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/6475379825802693673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2007/12/misteri-alam.html' title='MISTERI ALAM'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-2781595656351712174</id><published>2007-11-25T22:00:00.000+07:00</published><updated>2008-01-29T15:52:04.334+07:00</updated><title type='text'>MAHAMERU 3.676</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/R57o-aSF4zI/AAAAAAAAABI/FP1TZ8adQuc/s1600-h/Mahameru.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160818381917905714" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/R57o-aSF4zI/AAAAAAAAABI/FP1TZ8adQuc/s200/Mahameru.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Empat hari yang lalu, persis delapan tahun saya menjejakkan kaki di tanah tertinggi di Pulau Jawa: Puncak Mahameru (3.676 meter).&lt;br /&gt;Pendakian yang paling berat. Saya hampir kehilangan seorang teman di sana.&lt;br /&gt;Untung saja, sebongkah batu sebesar kepala yang menggelinding deras dari leher Mahameru menjelang subuh yang menggigil itu hanya mengenai perut, bukan kepalanya.&lt;br /&gt;Tapi, saya dan empat teman lainnya sempat dibuat panik lantaran dia tidak bergerak untuk sekian lama. Saya memegang cairan yang saya pikir darah karena hari masih gelap.&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, dia tersadar. Dia berujar lirih: Wan nggak apa-apa, ya, tidak sampai puncak saat &lt;em&gt;sunrise&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Tampaknya, dia tidak mau mengecewakan saya, yang bertekad menginjakkan kaki di puncak sewaktu surya masih membentuk garis horizon di ufuk timur.&lt;br /&gt;Kami semua bersyukur, Tuhan masih sayang dia. Kalau tidak, tambah satu nisan lagi yang jumlahnya sudah belasan di kawasan Arcapodo. Sebagai peringatan buat mereka yang meregang nyawa di Gunung Semeru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam di kunciran&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-2781595656351712174?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/2781595656351712174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=2781595656351712174' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/2781595656351712174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/2781595656351712174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2007/11/mahameru-3676.html' title='MAHAMERU 3.676'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/R57o-aSF4zI/AAAAAAAAABI/FP1TZ8adQuc/s72-c/Mahameru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7379800973380328776.post-2769582622711619824</id><published>2007-11-05T19:44:00.000+07:00</published><updated>2007-12-09T21:03:59.341+07:00</updated><title type='text'>MIMPI BURUK</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/R1v1u8bERAI/AAAAAAAAAAo/m6-s0CU_Ifw/s1600-h/Anak+Krakatau.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5141973586415993858" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/R1v1u8bERAI/AAAAAAAAAAo/m6-s0CU_Ifw/s200/Anak+Krakatau.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ccff;"&gt;Mereka semua sedang terjaga setelah pulas dalam tidur panjangnya.&lt;br /&gt;Nyanyian nina bobo, bahkan dongeng sekalipun, tak sanggup lagi menidurkan mereka.&lt;br /&gt;Talang, Kerinci, Anak Krakatau, Papandayan, Merapi, Kelud, Semeru, Lokon, Soputan, Gamkonara, Karangetang, Dukono dan Ibu.&lt;br /&gt;Siap membagi mimpi buruk yang membuat mereka terjaga.&lt;br /&gt;Alam sedang murka?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;malam di kebayoran lama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7379800973380328776-2769582622711619824?l=sskurniawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sskurniawan.blogspot.com/feeds/2769582622711619824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7379800973380328776&amp;postID=2769582622711619824' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/2769582622711619824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7379800973380328776/posts/default/2769582622711619824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sskurniawan.blogspot.com/2007/11/mimpi-buruk.html' title='MIMPI BURUK'/><author><name>sskurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14568248185401579443</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_rxEdHD_Qv8I/SMFgraOTJGI/AAAAAAAAAEE/TjZ2MLNB1u4/S220/NaikGunung.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_rxEdHD_Qv8I/R1v1u8bERAI/AAAAAAAAAAo/m6-s0CU_Ifw/s72-c/Anak+Krakatau.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
